Contoh Kultum Singkat tentang Ikhlas dalam Beribadah dan Beramal dalam Islam
Sedang mencari contoh kultum singkat? Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan contoh kultum tentang ikhlas dalam beribadah dan beramal untukmu.
2. Kultum Singkat tentang Ikhlas Beribadah dan Beramal
Contoh kultum singkat tentang ikhlas dalam beribadah di atas berlaku secara umum.
Sementara contoh berikutnya ini jauh lebih spesifik, yaitu ceramah tentang ikhlas dalam beribadah dan beramal.
Maksud beramal dalam hal ini merujuk pada aktivitas bersedekah atau memberikan sebagian harta kita kepada orang yang lebih membutuhkan.
Supaya semakin memahami, silahkan simak contoh kultum singkat tentang ikhlas dalam beribadah berikut.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Para jamaah yang berbahagia. Marilah kita sama-sama bersyukur atas limpahan rahmat serta hidayah yang tak henti-hentinya Allah curahkan hingga saat ini.
Baik berupa rahmat kesehatan, rezeki, serta keberkahan hidup yang datang silih berganti.
Tak lupa kita junjung tinggi nama Rasulullah SAW, sang pembawa kebaikan yang namanya akan senantiasa terkenang sebagai panutan baik di dunia maupun akhirat.
Semoga kelak di kehidupan kekal abadi, kita akan berkumpul bersama orang-orang muslim yang termasuk ke dalam golongan Nabi Muhammad SAW. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak jamaah sekalian untuk sama-sama memperbaiki diri.
Terutama yang berkaitan dengan perintah dan anjuran dalam agama Islam secara lahir dan batin.
Mari kita obati hati dan pikiran dengan senantiasa patuh pada perintah Allah SWT. Dengan meneladani perbuatan Rasulullah SAW.
Salah satu perbuatan yang paling penting dalam kehidupan adalah beramal shaleh.
Meski demikian, beramal tidak sekedar memberikan sumbangan ke masjid-masjid, pondok pesantren, atau menyantuni anak yatim dan piatu saja.
Namun perbuatan kebaikan itu harus senantiasa didasari dengan keikhlasan lahir dan batin.
Tidak akan sah hukum beribadah apabila dilakukan dengan maksud riya, atau berharap memperoleh sanjungan di dunia yang fana.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Bayyinah Ayat 5
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“Mereka tidak diperintahkan (beramal) kecuali untuk menyembah Allah serta memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
Dalam potongan ayat tersebut sudah jelas bahwa segala bentuk beribadah khususnya beramal, tidak seharusnya dilakukan dengan tujuan lain, selain untuk menunaikan perintah Allah SWT.
Apabila suatu amalan dilakukan untuk mengharap pujian sesama manusia, maka Allah tidak akan menerimanya. Mereka justru akan mendapat dosa akibat dari perbuatan riyanya.
Jamaah yang berbahagia, riya menjadi salah satu penyakit hati yang benar-benar merusak.
Oleh karena itu, mari sama-sama mengobati dan membersihkan hati dari penyakit merusak ini. Selalu niatkan ibadah semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Halaman:
