3 Contoh Kwitansi Jual Beli Rumah yang Sah Baik DP Atau Lunas
Apakah kamu ingin tahu informasi lengkap tentang kwitansi jual beli rumah yang sah? Yuk, temukan penjelasannya di artikel ini.
- Kwitansi jual beli rumah adalah bukti sah pembayaran (DP atau pelunasan) yang penting untuk menghindari sengketa dan sering dibutuhkan untuk pengajuan KPR atau pinjaman bank.
- Unsur wajib agar kwitansi kuat di mata hukum: nama lengkap pihak penerima dan penyetor (sesuai KTP), nomor kwitansi, jumlah tertulis dan nominal yang cocok, tujuan pembayaran (mis. DP atau pelunasan beserta detail rumah), tempat & tanggal, tanda tangan pihak terkait (dan saksi/notaris bila perlu), serta materai sesuai ketentuan (Rp10.000 untuk nilai di atas Rp5.000.000).
- Cara dan tips membuat kwitansi yang benar: gunakan kertas kwitansi standar/tebal atau cetak digital di kertas berkualitas, tulis informasi lengkap dan jelas tanpa coretan, pakai bahasa formal, gunakan tanda tangan asli yang konsisten, dan simpan kwitansi baik fisik maupun digital.
Kwitansi jual beli rumah merupakan bukti sah bahwa kamu telah menyerahkan uang untuk DP atau pelunasan kepada pemilik rumah.
Meski fungsi kwitansi jual beli rumah ini begitu penting, tetapi banyak orang yang kurang peduli dan bahkan belum tahu bagaimana contoh kwitansi yang sah di mata hukum.
Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan informasi lengkap tentang contoh kwitansi jual beli rumah 2026 mulai dari bagaimana contohnya, fungsingnya, jenisnya sampai dengan cara membuatnya yang benar. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini sampai selesai, ya! 🏡😉
Daftar Isi
Contoh Kwitansi Jual Beli Rumah yang Sah

Kwitansi jual beli rumah yang kamu merupakan bukti valid bahwa kamu telah menyerahkan sejumlah uang untuk DP atau pelunasan yang uangnya sudah diterima langsung oleh pihak penjual.
Umumnya, di dalam kwitansi tertulis besar atau uang yang telah diserahkan pembeli kepada penjual yang ditulis secara terbilang dan angka.
Selain itu, di dalam kwitansinya harus tertera secara jelas pihak yang telah menerima dan pihak yang telah menyerahkan serta tujuan atau maksud dari penyerahan uang tersebut.
Misalnya, kalau uang tersebut digunakan DP rumah di dalam kwitansi harus tertera keterangan uang yang telah diserahkan ditujukan untuk DP rumah. Supaya lebih jelasnya, silakan kamu perhatikan contoh kwitansi jual beli rumah 2026 di bawah ini:
Contoh 1 Kwitansi DP Jual Beli Rumah

Contoh kwitansi DP seperti gambar di atas sudah kuat di mata hukum karena informasinya sudah jelas dan ditempeli materai Rp10.000, tetapi supaya lebih kuat lagi sebaiknya orang yang menyerahkan uang juga ikut tanda tangan.
Contoh 2 Kwitansi DP Jual Beli Rumah

Contoh kwitansi jual beli rumah 2026 ini sudah kuat di mata hukum karena tertera secara jelas siapa saja yang terlibat dalam akad jual beli rumah.
Biasanya kwitansi dengan model seperti ini kamu peroleh ketika melakukan pembelian rumah di kawasan perumahan.
Contoh Kwitansi Pelunasan Jual Beli Rumah

Bisa dikatakan contoh kwitansi jual beli rumah untuk pelunasan ini yang paling kuat kalau sudah diberi tanda tangan dan materai karena terdapat tanda tangan penjual dan pembeli.
Unsur yang Wajib Ada di Kwitansi Jual Beli Rumah
Melalui contoh kwitansi yang ada di atas bisa diketahui beberapa unsur yang harus dicantumkan pada kwitansi untuk jual beli rumah
1. Nama Lengkap
Di dalam kwitansi jual beli rumah penulisan nama pihak penerima dan pihak penyetor uang harus dituliskan secara benar dan lengkap ejaannya.
Selain itu, usahakan penulisan nama sebaiknya sesuai dengan nama yang ada di KTP untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.
2. Nomor Kwitansi
Fungsi penulisan nomor kwitansi untuk transaksi jual beli rumah tidak hanya untuk membuat tampilan kwitansi terlihat resmi, tetapi juga akan memudahkan kamu saat ingin melakukan pelacakan transaksi yang telah dilakukan.
3. Jumlah Terbilang dan Nominal
Di dalam kwitansi untuk jual beli rumah atau kwitansi jual beli lainnya, jumlah uang yang diserahkan pembeli kepada penjual dituliskan secara terbilang dan nominal Rupiah.
Supaya kwitansi tidak kehilangan kekuatannya di mata hukum pastikan jumlah uang terbilang dan nominal Rupiahnya cocok.
Kecocokan antara jumlah uang secara terbilang dan nominal Rupiah pada kwitansi sangatlah penting karena kalau sampai terjadi kwitansi tidak lagi akan menjadi bukti yang sah di mata hukum.
Halaman:



