Contoh Laporan Hasil Observasi Penelitian Sederhana beserta Formatnya untuk Tugas Sekolah
Pelajari contoh laporan hasil observasi penelitian beserta format, struktur, ciri-ciri, tips membuat, dan contohnya.
Contoh laporan hasil observasi penelitian sering dicari siswa sebagai referensi untuk mengerjakan tugas sekolah. Melalui laporan ini, hasil pengamatan dapat disajikan secara sistematis, objektif, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
Agar laporan tersusun dengan baik, kamu tidak hanya perlu mengumpulkan data hasil pengamatan, tetapi juga memahami struktur dan format penulisannya. Dengan demikian, informasi yang disampaikan menjadi lebih runtut, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Artikel Mamikos ini akan membahas pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, tips membuat, hingga contoh laporan hasil observasi penelitian sederhana yang dapat kamu jadikan referensi saat mengerjakan tugas sekolah. Yuk, simak selengkapnya! 📑📖🖊️
Daftar Isi
Apa Itu Laporan Hasil Observasi Penelitian?

Laporan hasil observasi adalah laporan yang disusun berdasarkan hasil pengamatan terhadap suatu objek, peristiwa, maupun fenomena tertentu. Isi laporan harus berasal dari fakta yang ditemukan selama proses observasi, bukan berdasarkan pendapat atau asumsi penulis.
Menurut e-Modul Bahasa Indonesia Kelas X, teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau laporan mengenai suatu objek berdasarkan hasil pengamatan. Teks ini juga dikenal sebagai teks klasifikasi karena mengelompokkan suatu objek berdasarkan kriteria tertentu.
Dalam lingkungan sekolah, observasi biasanya dilakukan untuk mengamati kebersihan lingkungan sekolah, kondisi perpustakaan, pertumbuhan tanaman, aktivitas kantin, pengelolaan sampah, hingga kehidupan sosial di sekolah. Laporan hasil observasi harus disusun menggunakan bahasa baku, objektif, serta berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Struktur Laporan Hasil Observasi
Laporan hasil observasi disusun menggunakan struktur yang sistematis agar informasi yang disampaikan mudah dipahami oleh pembaca. Secara umum, struktur teks laporan hasil observasi terdiri atas pernyataan umum, deskripsi bagian, serta deskripsi manfaat atau simpulan (opsional).
1. Pernyataan Umum
Pernyataan umum merupakan bagian pembuka yang berisi gambaran umum atau definisi mengenai objek yang diamati. Pada bagian ini, penulis menjelaskan klasifikasi, pengertian, atau informasi dasar tentang objek observasi sehingga pembaca memperoleh pemahaman awal sebelum membaca pembahasan yang lebih rinci.
2. Deskripsi Bagian
Deskripsi bagian memuat penjelasan secara lebih rinci mengenai objek hasil observasi. Informasi yang disajikan dapat berupa ciri-ciri, karakteristik, kondisi, bagian-bagian objek, maupun fakta lain yang diperoleh selama proses pengamatan.
Penulisan pada bagian ini harus berdasarkan hasil observasi sehingga tetap bersifat objektif dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
3. Deskripsi Manfaat atau Simpulan (Opsional)
Deskripsi manfaat atau simpulan merupakan bagian yang menjelaskan fungsi, manfaat, atau kegunaan objek yang diamati maupun rangkuman hasil observasi.
Pada beberapa materi pembelajaran, struktur laporan hasil observasi hanya terdiri atas pernyataan umum dan deskripsi bagian, sedangkan deskripsi manfaat dapat ditambahkan apabila relevan dengan objek yang diamati atau sesuai dengan ketentuan guru.
Tujuan Membuat Laporan Hasil Observasi Penelitian
Laporan hasil observasi memiliki beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut:
1. Menyajikan Informasi yang Objektif
Tujuan utama laporan hasil observasi adalah menyampaikan informasi berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pengamatan. Oleh sebab itu, isi laporan harus disusun secara objektif tanpa dipengaruhi pendapat atau asumsi pribadi.
2. Mendeskripsikan Objek atau Fenomena
Laporan observasi bertujuan memberikan gambaran yang jelas mengenai objek, kondisi, atau fenomena yang diamati. Dengan demikian, pembaca dapat memahami karakteristik objek berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses observasi.
3. Menjadi Sumber Informasi
Hasil observasi dapat menjadi sumber informasi bagi guru, siswa, maupun pihak lain yang memerlukan data mengenai objek yang diamati. Selain itu, laporan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam kegiatan pembelajaran.
4. Melatih Kemampuan Mengamati dan Menganalisis
Penyusunan laporan hasil observasi membantu siswa mengembangkan kemampuan mengamati secara teliti, mengumpulkan data, mengelompokkan informasi, serta menyusun kesimpulan berdasarkan fakta yang ditemukan.
5. Menjadi Dasar Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
Selain menjadi sumber informasi, laporan hasil observasi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mengambil keputusan karena disusun berdasarkan data hasil pengamatan yang sistematis.
Ciri-Ciri Laporan Hasil Observasi
Sebelum menyusun laporan hasil observasi, penting untuk mengetahui ciri-cirinya. Berikut beberapa ciri laporan hasil observasi yang perlu kamu pahami:
1. Disusun Berdasarkan Fakta
Isi laporan harus berasal dari hasil pengamatan yang dilakukan secara langsung atau berdasarkan data yang valid. Informasi yang disajikan tidak boleh dibuat-buat maupun berdasarkan imajinasi penulis.
2. Bersifat Objektif
Laporan hasil observasi harus menyajikan informasi apa adanya sesuai kondisi objek yang diamati. Penulis tidak memasukkan pendapat pribadi, prasangka, maupun keberpihakan terhadap objek yang dilaporkan.
3. Disusun Secara Sistematis
Penyajian laporan mengikuti struktur yang runtut, mulai dari pernyataan umum hingga deskripsi bagian. Apabila diperlukan, laporan juga dapat dilengkapi dengan deskripsi manfaat atau simpulan.
4. Menggunakan Bahasa Baku dan Jelas
Laporan hasil observasi ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baku, kalimat yang efektif, serta mudah dipahami. Selain itu, penulis juga menggunakan istilah yang sesuai dengan objek yang diamati agar informasi tersampaikan dengan tepat.
5. Bersifat Universal
Informasi yang disampaikan bersifat umum dan dapat dipahami oleh berbagai kalangan. Laporan tidak dibuat hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan menyajikan pengetahuan yang berlaku secara umum mengenai objek hasil observasi.
6. Memiliki Informasi yang Dapat Dipertanggungjawabkan
Seluruh data yang disajikan dalam laporan harus dapat dibuktikan kebenarannya karena diperoleh melalui proses observasi. Oleh sebab itu, laporan hasil observasi dapat dijadikan sebagai sumber informasi maupun bahan evaluasi terhadap suatu objek atau fenomena.
Contoh Laporan Hasil Observasi Penelitian tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah
Berikut contoh laporan hasil observasi penelitian tentang kebersihan lingkungan sekolah yang disusun berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi.
1. Pernyataan Umum
Kebersihan lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang nyaman, sehat, dan kondusif.
Lingkungan sekolah yang bersih dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit serta menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
2. Deskripsi Bagian
Berdasarkan hasil observasi, kondisi lingkungan sekolah secara umum terlihat bersih dan tertata dengan baik. Halaman sekolah bebas dari sampah serta ditumbuhi berbagai tanaman yang dirawat secara rutin.
Di beberapa titik juga tersedia tempat sampah organik dan anorganik untuk memudahkan warga sekolah membuang sampah sesuai jenisnya.
Ruang kelas dan koridor tampak bersih karena setiap kelas menjalankan jadwal piket harian. Selain itu, taman sekolah terlihat asri dengan pepohonan dan tanaman hias yang terawat.
Di area kantin masih ditemukan beberapa bungkus makanan dan gelas plastik setelah jam istirahat, tetapi petugas kebersihan segera membersihkannya. Sekolah juga rutin mengadakan kegiatan kerja bakti setiap hari Jumat sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan.
3. Deskripsi Manfaat atau Simpulan (Opsional)
Berdasarkan hasil observasi, kebersihan lingkungan sekolah memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kesadaran siswa untuk membiasakan perilaku hidup bersih.
Oleh karena itu, kebersihan sekolah perlu dipertahankan melalui kerja sama antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah agar lingkungan tetap nyaman dan sehat.
Tips Menyusun Laporan Hasil Observasi yang Baik
Agar laporan hasil observasi tersusun dengan baik dan sesuai kaidah penulisan ilmiah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips yang dapat kamu terapkan saat menyusun laporan hasil observasi:
1. Tentukan Objek Observasi dengan Jelas
Sebelum melakukan pengamatan, tentukan terlebih dahulu objek yang akan diobservasi. Pilih objek yang mudah diamati dan sesuai dengan tujuan tugas, misalnya lingkungan sekolah, perpustakaan, taman, atau kantin.
2. Lakukan Pengamatan Secara Teliti
Amati objek secara langsung dan catat setiap informasi penting yang ditemukan. Pastikan data yang dikumpulkan berasal dari hasil pengamatan sehingga laporan yang disusun tetap akurat dan objektif.
3. Catat Data secara Sistematis
Selama observasi, tuliskan hasil pengamatan secara runtut. Kamu dapat mencatat waktu, lokasi, kondisi objek, maupun fakta-fakta penting lainnya agar lebih mudah saat menyusun laporan.
4. Gunakan Bahasa yang Baku dan Mudah Dipahami
Laporan hasil observasi sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baku, kalimat yang efektif, serta istilah yang sesuai dengan objek yang diamati. Hindari penggunaan bahasa sehari-hari atau kalimat yang bersifat ambigu.
5. Susun Laporan Sesuai Struktur
Pastikan laporan disusun sesuai dengan struktur yang digunakan dalam tugas atau materi pembelajaran.
Pada teks laporan hasil observasi, struktur umumnya terdiri atas pernyataan umum, deskripsi bagian, serta deskripsi manfaat atau simpulan (opsional). Penyusunan yang sistematis akan memudahkan pembaca memahami isi laporan.
6. Periksa Kembali Sebelum Dikumpulkan
Sebelum mengumpulkan tugas, baca kembali seluruh isi laporan untuk memastikan tidak ada kesalahan ejaan, tanda baca, maupun informasi yang kurang lengkap. Selain itu, pastikan seluruh isi laporan telah sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan.
Dengan menerapkan tips di atas, laporan hasil observasi akan menjadi lebih rapi, informatif, dan mudah dipahami. Selain itu, penyajian data yang sistematis juga dapat membuat laporan terlihat lebih profesional serta sesuai dengan kaidah penulisan yang diajarkan di sekolah.
Penutup
Memahami contoh laporan hasil observasi penelitian dapat membantu siswa menyusun tugas sekolah dengan lebih mudah dan sistematis. Selain mengetahui pengertian, kamu juga perlu memahami struktur, ciri-ciri, serta cara menyusun laporan agar hasil pengamatan dapat disampaikan secara objektif dan sesuai kaidah penulisan.
Dengan melihat contoh yang tepat, kamu dapat memperoleh gambaran mengenai penyusunan laporan hasil observasi yang baik. Semoga pembahasan dalam artikel Mamikos ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi saat mengerjakan tugas. Selamat belajar, semoga laporan hasil observasi yang kamu buat memperoleh hasil yang memuaskan! 📑📖🖊️
Referensi:
Panduan Lengkap Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contohnya [Daring]. Tautan: https://tsurvey.id/portal/panduan-lengkap-teks-laporan-hasil-observasi-pengertian-struktur-ciriciri-dan-contohnya
e-Modul Bahasa Indonesia Kelas X [Daring]. Tautan: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19391/
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Berserta Tujuannya [Daring]. Tautan: https://www.kompas.com/skola/read/2022/05/31/100000969/struktur-teks-laporan-hasil-observasi-berserta-tujuannya
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




