Advertisement
Source : unsplash.com/TerrilloWalls

10 Ide Judul Membuat Teks Laporan Hasil Observasi Berbagai Tema Populer

Ketika kamu menulis teks laporan hasil observasi tentunya harus terstruktur agar dapat lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca.

3 Juli 2026 Bella Carla

Ketika duduk di bangku kelas 8 SMP, kamu akan mempelajari berbagai jenis teks dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satunya adalah teks laporan hasil observasi.

Saat melakukan observasi, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, mulai dari menentukan objek yang akan diamati, menyusun jadwal observasi, melakukan observasi, mencatat data, dan hingga menulis hasil observasi.

Lantas, sudah pernahkah kamu menyusun teks laporan hasil observasi? Jika belum, kamu bisa jadikan deretan contoh teks laporan hasil observasi dalam artikel ini sebagai referensi ketika mencari judul laporanmu, ya. 🧐🤨

Berikut Deretan Ide Judul Membuat Teks Laporan Hasil Observasi 

 Ide Judul Membuat Teks Laporan Hasil Observasi 
unsplash.com/TerrilloWalls
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Berikut Alasannya

Teks laporan hasil observasi adalah tulisan yang berisi penjabaran umum atau laporan yang sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan.

Tujuan dari jenis teks ini adalah untuk memperinci, mengklasifikasi, dan memberi informasi faktual tentang orang, hewan, objek, atau fenomena yang diamati.

Ketika menulis teks laporan hasil observasi tentunya harus terstruktur agar dapat lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Jika kamu sedang bingung dan mencari ide judul dalam menulis teks laporan hasil observasi, berikut ada deretan contoh teks laporan hasil observasi berbagai judul dan tema dari berbagai sumber yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi.

Mind Mapping Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) dan Penjelasannya Lengkap

Contoh 1 Judul Teks Laporan Hasil Observasi

Judul: Pembelajaran pada Masa Covid-19.

Penulis: Indri Anatya Permatasari

Saat ini dunia pendidikan tengah menghadapi masalah yang cukup sulit, di antaranya kurikulum 2013 belum dipahami sepenuhnya. Tambahan lagi, konsep Menteri Pendidikan yang baru, Nadiem Makarim, tentang Indonesia merdeka belajar. Kemudian, muncul lagi kurikulum penyederhanaan dalam kondisi darurat. Hal ini juga membuat para guru makin gamang tentang pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan tantangan bagi para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 

Kini, tantangan para guru bertambah lagi dengan wabah COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) yang tak kunjung usai. COVID-19 merupakan bencana nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah karena penyebaran virusnya sangat cepat dan menyebabkan kematian. Pemerintah berusaha menghambat penyebaran COVID-19 ini dengan mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing serta bekerja/ belajar/ beribadah dari rumah. 

Situasi ini merupakan hal baru bagi masyarakat, terutama para guru, orang tua, dan peserta didik. Di sini para guru dituntut untuk tetap dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan melalui online. Padahal, para guru tersebut terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan guru literat IT, golongan guru aliterat IT, dan golongan guru literat IT. 

Pertama, guru literat IT adalah guru yang mampu mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Guru-guru ini tentunya sudah terbiasa dalam membelajarkan peserta didiknya dengan menggunakan media internet. Pembelajaran secara online bagi mereka bukan hal yang luar biasa. 

Kedua, guru aliterat IT adalah guru yang tahu IT dan paham IT, tetapi jarang atau tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran kepada peserta didik. Guru-guru ini hanya terpaku dalam pembelajaran di dalam kelas. Penggunaan internet pun hampir jarang dilakukan. 

Ketiga, guru iliterat IT adalah guru yang buta IT. Guru tersebut tidak mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Guru-guru ini masih menggunakan metode dan media model lama. Mereka sama sekali tidak pernah menggunakan teknologi. Hal ini kemungkinan fasilitas sarana dan prasarananya yang tidak ada. Ketiga golongan guru inilah kenyataan yang berada di lapangan. Para guru ini yang akan menghadapi para peserta didik. Dengan kondisi ini, dampak dunia pendidikan sangat terasa. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Dunia pendidikan, organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB Unesco menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Bahkan, di Indonesia Kemendikbud memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional 2020. Pembelajaran pun dilakukan di rumah. 

Para guru diminta untuk membuat rencana pembelajaran. Hal ini bukanlah hal mudah untuk mengubah kebiasaan mengajar di depan kelas dengan mengajar virtual tidak gampang. Bukan hanya guru yang harus beradaptasi dengan kondisi ini, melainkan orang tua dan peserta didik juga harus beradaptasi. Orang tua harus siap mendampingi anaknya belajar di rumah. Awalnya menyenangkan bagi siswa tertentu, tetapi akan membosankan jika terlalu lama. Orang tua mulai kerepotan mendampingi anaknya karena mereka juga memiliki aktivitas lain yang berbarengan dengan kegiatan itu. Pembelajaran tidak lagi menyenangkan bagi peserta didik, tetapi sebaliknya, mereka jenuh dan bosan. Mereka rindu ke sekolah. 

Akan tetapi, pandemi ini dapat diambil manfaatnya, yaitu kesiapan guru dalam kondisi apapun dan kreativitas guru dalam pembelajarannya kepada peserta didik. Guru-guru diharapkan tidak hanya memberikan tugas dan tugas kepada peserta didik sehingga membuat mereka stres. Guru juga harus dapat mengubah kebiasaannya dalam mengajar. Sebelumnya, guru terbiasa mulai mengajar dari konten kemudian proses. Karena kondisi ini, pembelajaran pun harus disesuaikan. Guru harus terbiasa mulai mengajar dari proses baru kemudian kontennya. Hal ini membutuhkan pelatihan untuk para guru. Selain itu, guru harus siap membuka dirinya terhadap kemajuan teknologi demi kepentingan dan kemajuan peserta didik serta pendidikan di Indonesia. 

Seperti Apakah Laporan Hasil Observasi yang Objektif? Berikut Penjelasannya

Contoh 2 Judul Teks Laporan Hasil Observasi

Judul: Kelinci.

Sumber: Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X (2020). 

Kelinci merupakan salah satu termasuk hewan mamalia dari keluarga leporidae. Hewan kelinci ini bisa ditemui dengan mudah di berbagai daerah di muka bumi. Dahulu kelinci sendiri merupakan hewan yang sangat liar yang hidupnya di Afrika sampai kebagian Eropa. Sampai saat ini, secara umum kelinci sendiri dibagi menjadi dua yakni kelinci liar atau bebas, serta kelinci peliharaan. 

Jika melihat dari fisik terutama pada bulunya, kelinci bisa dibedakan menjadi 2 jenis yakni kelinci yang berbulu panjang dan kelinci yang berbulu pendek. Sedangkan, menurut ordonya, kelinci diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yakni lyon, anggora, american, english, himalayan, serta dutch. 

Adapun, makanan untuk kelinci identik memakan sayuran wortel. Namun setelah dilakukan observasi, faktanya kelinci juga dapat diberi pakan sayur-sayuran hijau, biji-bijian, umbi-umbian serta ampas tahu. Setelah diteliti juga, daging kelinci sendiri bisa digunakan sebagai obat yang bisa menyembuhkan penyakit asma. 

Halaman:

Advertisement