Advertisement
Source : Canva.com/@13160449

9 Contoh Limbah Pertambangan Cair dan Gas beserta Penjelasannya

Kegiatan pertambangan biasanya menyisakan limbah sebagai hasil sisanya. Ketahui yuk, contoh limbah hasil pertambangan berbentuk cair dan gas yang merugikan lingkungan!

19 Januari 2024 Citra

8. Air Sisa Pencucian Batu Kapur

Pertambangan batu kapur biasanya membutuhkan proses pencucian untuk mengeliminasi material yang tidak dibutuhkan.

Air sisa dari proses ini dapat mengandung sedimen dan zat-zat terlarut yang perlu diatasi agar tidak merusak ekosistem perairan.

9. Limbah Cair Pemrosesan Tembaga

Proses pemrosesan bijih tembaga dapat menghasilkan limbah cair yang mengandung tembaga, asam sulfat, dan logam berat lainnya.

Tembaga adalah logam berat yang dapat mencemari air yang biasa dikonsumsi manusia dan berbahaya bagi organisme perairan.

Contoh Limbah Gas Hasil Pertambangan

Berikut Mamikos uraikan beberapa contoh limbah berupa gas yang merupakan hasil pertambangan:

1. Gas Sulfur Dioksida (SO2)

SO2 adalah gas contoh limbah pertambangan yang dihasilkan selama pembakaran batu bara dan bijih sulfida selama proses pemrosesan mineral.

Saat batu bara terbakar, sulfur yang terkandung dalam batu bara bereaksi dengan oksigen udara, menghasilkan SO2.

Gas ini merupakan penyebab utama hujan asam dan dapat merusak lingkungan, termasuk tanaman, air tawar, dan bangunan.

2. Gas Metana (CH4)

Metana adalah gas contoh limbah pertambangan yang dilepaskan selama aktivitas penambangan batubara. Metana dilepaskan dari formasi batubara saat tambang digali dan mengalir ke atmosfer.

Upaya untuk mengurangi emisi metana dari tambang batubara merupakan bagian penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Oleh karena itu teknologi ramah lingkungan sangat dibutuhkan.

4 Contoh Limbah Domestik Jenis Organic, Anorganic, Cair, dan Padat Beserta Sumbernya

3. Gas Karbon Dioksida (CO2)

CO2 merupakan contoh limbah pertambangan yang menjadi hasil sampingan selama pembakaran bahan bakar fosil.

Konsentrasi CO2 di atmosfer terus meningkat, dan menjadi salah satu faktor utama perubahan iklim.

4. Gas Oksida Nitrogen (NOx)

Gas NOx, seperti nitrogen dioksida (NO2) dan monoksida nitrogen (NO), dapat muncul selama pembakaran bahan bakar dalam kendaraan dan mesin tambang.

Emisi NOx berkontribusi pada polusi udara, pembentukan ozon troposferik, dan masalah kesehatan manusia seperti iritasi saluran pernapasan.

5. Gas Amonia (NH3)

Amonia dapat dilepaskan dari limbah pertambangan dan pemrosesan bijih. Gas amonia dapat berkontribusi pada pencemaran udara dan air serta memengaruhi ekosistem perairan.

Amonia dalam air juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem akuatik dan menjadi faktor dalam pertumbuhan alga berlebihan atau “bloom.”

Halaman:

Advertisement