40 Lebih Contoh Majas Repetisi Dalam Kalimat dan Puisi
Tahukah kamu apa itu majas repetisi, bagaimana cirinya dan apa saja contoh majas repetisi? Jika belum, cek ulasan ini.
Kalimat dalam puisi yang menggunakan majas repetisi terletak pada satu baris dari keseluruhan karya. Melalui teknik yang demikian, pembaca akan mudah melakukan jeda saat membaca setiap menemui pengulangan.
Membaca contoh majas repetisi dalam kalimat dan puisi nantinya akan membantumu lebih memahami tentang majas repetisi.
Jenis Majas Repetisi
Majas repetisi juga memiliki beberapa jenis dan ini bisa kamu temukan pada contoh majas repetisi di bawah. Klasifikasinya berdasarkan penggunaan kata yang mengalami pengulangan pada sebuah kalimat.
Sebelum sampai ke pembahasan contoh majas repetisi dalam kalimat dan puisi, berikut ini adalah beberapa jenis majas repetisi yang harus kamu ketahui.
- Aliterasi: majas ini melakukan pengulangan pada suara awal yang sama.
- Anacephalaeosis: berupa ringkasan fakta untuk kamu ketahui.
- Anadiplosis: melakukan pengulangan kata terakhir pada awal kalimat yang berikutnya.
- Anaphora: adanya pengulangan pada kata-kata awal.
- Antanaclasis: pengulangan pada kata yang sama namun makna telah berubah.
- Antimetabole: pengulangan klausa yakni dengan membalik urutan kata.
- Antistrophe: pengulangan pada kata terakhir dengan frase yang berurut.
- Asonansi: melakukan pengulangan pada vokal yang berbunyi sama.
- Auxesis: Peningkatan kepentingan.
- Chiasmus: terdiri dari dua frasa dengan melakukan pembalikan pada beberapa tempat.
- Consonance: memberi pengulangan pada suara konsonan.
- Correctio: melakukan koreksi untuk memperbaiki makna.
- Dysrhythmia: Memutus pola ritmis.
- Epanados: melakukan pengulangan kata-kata dalam urutan yang terbalik.
- Epistrof: mengulang kata atau frasa terakhir yang bunyinya sama.
- Epizeuxis: melakukan pengulangan kata dengan penuh semangat.
- Exergasia: Menyatakan kembali suatu titik dengan tanpa menggunakan kata yang sama.
- Homoioteleuton: mempunyai akhiran yang mirip dengan setiap kata yang berhampiran atau paralel.
- Hypozeuxis: Setiap klausa terdiri dari subjek dan kata kerja masing-masing.
- Inclusio: Memakai kata kerja untuk suatu bagian melalui kata-kata yang sama.
- Parachesis: melakukan pengulangan pada suara yang sama dengan kata-kata yang berurutan.
- Paralelisme: pola berulang dalam sebuah kalimat.
- Paregmenon: mengulang kata-kata dari akar yang sama.
- Parison: pola pencocokan lintas struktur.
- Parisosis: memiliki jumlah suku kata yang sama dalam klausa.
- Paroemion: aliterasi yang berlebihan.
- Paromoiosis: terdapat bunyi yang serupa dalam dua klausa.
- Polyptoton: melakukan pengulangan dalam berbagai bentuk.
- Polysyndeton: melakukan pengulangan pada konjungsi.
- Repetitio: melakukan pengulangan hanya pada satu kata.
- Sajak: proses pengulangan suara di akhir kata.
- Sinonimia: persamaan kata yang berulang untuk amplifikasi.
- Tautologi: melakukan pengulangan makna, tidak perlu.
- Tricolon: terdiri dari tiga komponen yang dapat menaikkan daya.
Halaman:

