Contoh Metode Penelitian Kuantitatif Beserta Cara Membuatnya yang Benar

Contoh Metode Penelitian Kuantitatif Beserta Cara Membuatnya yang Benar – Seperti yang telah diketahui bahwa dalam melakukan sebuah penelitian ada 2 metode yang dikenal dan sering digunakan, yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif.

Artikel kali ini, Mamikos akan membahas tentang contoh metode penelitian kuantitatif serta cara membuatnya yang benar.

Sebelumnya mari kita bahas terlebih dulu penjelasan tentang metode kuantitatif dan jenis-jenisnya, yuk disimak!

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif

Unsplash.com/Scott Graham

Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan statistika, yakni dengan cara mengumpulkan data kuantitatif dari sebuah studi penelitian.

Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara mengumpulkan data, menganalisis, merencanakan, menafsirkan, hingga akhirnya dipresentasikan.

Statistika berbeda dengan statistik, jika statistika adalah ilmunya, maka statistik ialah kumpulan data mentah yang nantinya akan diolah. 

Menurut Robert Donmoyer (Given, 2008:713), penelitian kuantitatif adalah pendekatan terhadap kajian empiris (berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang telah dilakukan) bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menampilkan data dalam bentuk numerik atau angka. 

Sedangkan, menurut ahli Cooper & Schindler (2006:229), metode penelitian kuantitatif yaitu metode yang digunakan jika ingin mencoba melakukan pengukuran yang tepat dan akurat terhadap suatu hal.

Sederhananya, metode penelitian ini akan menerjemahkan data menjadi angka-angka agar bisa dilakukan analisis berdasarkan research yang telah dilakukan.

Dalam melakukan metode ini, para peneliti mengumpulkan data dengan melakukan sebuah wawancara atau observasi, bisa juga melalui kuesioner atau survey yang disebar dengan jumlah responden yang telah ditetapkan.

Jumlah responden yang dibutuhkan pun biasanya cukup banyak, agar hasil yang didapatkan valid.

Oleh karena itu, hasil dari penelitian yang menggunakan metode kuantitatif ini lebih terperinci, jelas dan lebih spesifik.

Fokus riset dalam metode kuantitatif meliputi penjabaran, penjelasan dan perkiraan. Dan untuk tujuan riset dari metode ini yaitu, untuk menjelaskan atau memperkirakan, serta mengembangkan dan menguji teori yang ada.

Jenis-jenis Penelitian Kuantitatif

Dalam penerapan metode kuantitatif, ada beberapa jenis metode yang diketahui. Namun, beberapa dari para peneliti (kuantitatif) berbeda pandangan terkait jenis-jenis metode dalam kuantitatif.

Mereka memiliki pendapatnya masing-masing dalam menjelaskan jenis-jenis metode penelitian ini.

Contohnya bagi peneliti de Vaus, ia tidak menyertakan metode historikal, deskriptif, dan korelasional dalam bagian metode penelitian kuantitatif.

Tidak seperti Isaac & Michael serta Rakhmat yang sepakat bahwa metode historikal, deskriptif, dan korelasional adalah bagian dari penelitian kuantitatif.

Namun, metode longitudinal dan cross-sectional tidak diikutsertakan oleh Rakhmat. Sedangkan, oleh Isaac & Michael ke-2 metode itu digolongkan sebagai contoh dalam metode perkembangan (developmental).

Para peneliti mengemukakan bahwa ada beberapa jenis-jenis penelitian, yaitu:

Eksperimen Murni (True Experiment)

Jenis metode ini bertujuan untuk menginvestigasi kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan menerapkan satu atau lebih perlakuan terhadap satu atau lebih kelompok eksperimental, lalu membandingkan hasilnya dengan keadaan satu atau lebih kelompok kontrol tertentu (Isaac & Michael, ibid, 52).

Selain eksperimen murni, ada juga yang disebut eksperimen tidak murni, nah beberapa dari peneliti setuju bahwa metode ini menjadi salah satu instrumen dalam metode penelitian kuantitatif.

Metode Penelitian Historikal 

Metode penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan rekonstruksi terhadap masa lalu secara akurat dan objektif.

Metode historikal dalam penelitian kuantitatif dapat tergolong sebagai penelitian deskriptif, jika hanya menjelaskan satu variabel saja.

Namun, jika metode ini digunakan dengan tujuan mencari hubungan sebab-akibat dari dua variabel atau lebih, maka penelitiannya dikategorikan sebagai eksplanatoris.

Metode Penelitian Deskriptif

Penelitian ini merupakan pengumpulan data yang bersifat secara deskriptif saja, tidak menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis, membuat prediksi, ataupun mengungkap makna dan implikasi.

Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis terkait fakta dan sifat-sifat dari populasi tertentu secara lebih akurat.

Metode Penelitian Korelasional

Terkait metode penelitian yang satu ini, banyak dari peneliti yang berbeda pandangan.

Perbedaan ini dipertegas dengan penjelasan penelitian korelasional oleh Isaac & Michael, tapi menurut de Vaus kemungkinan metode ini hanya dipandang sebagai cara atau alat statistik untuk mengetahui derajat asosiasi antar variabel.

Penelitian korelasional ini termasuk dalam salah satu contoh metode penelitian kuantitatif yang sering digunakan.

Metode Kausal Komparatif

Metode penelitian yang satu ini bertujuan untuk menginvestigasi kemungkinan hubungan sebab dan akibat.

Adapun caranya yaitu dengan mengamati akibat yang ada, lalu melacak faktor-faktor kausal yang kiranya memungkinkan.

Peneliti Isaac & Michael menjelaskan karakteristik utama dari penelitian ini yakni sifatnya yang “ex post facto.” Artinya, setelah seluruh kejadian yang diteliti berlangsung, maka barulah data dikumpulkan.

Tahap-tahap dalam metode penelitian kuantitatif (Syafnidawaty, Univesitas Raharja, 2020):

  • Merumuskan atau mengidentifikasi masalah
  • Studi literature
  • Pengembangan kerangka konsep
  • Mengidentifikasi dan definisi dari variabel, hipotesis, serta pertanyaan-pertanyaan penelitian
  • Pengembangan dalam desain penelitian
  • Teknik dalam mengumpulkan sampling atau contoh
  • Pengumpulan dan akumulasi data
  • Analisis data

Contoh Judul Dalam Metode Penelitian Kuantitatif

Nah Mamikos sudah memberikan penjelasan tentang metode penelitian kuantitatif, jenis-jenis dan tahapannya seperti yang sudah kamu baca sebelumnya.

Eiitss, tapi kamu masih bingung seperti apa contoh dari metode penelitian kuantitatif ini?

Jangan khawatir, karena Mamikos akan memberikan contoh-contoh judul dari metode penelitian kuantitatif.

Yuk, disimak contoh judul penelitian kuantitatif berikut ini:

  • Korelasi Antara Lingkungan Sekolah dan Kualitas Pembelajaran di Madrasah Aliyah IMMIM Putri (MIMA) Kabupaten Pangkep
  • Pengaruh Sikap Dan Gender Kelas Terhadap Minat dan Prestasi Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Malang
  • Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Siswa MTSn Model Kota Makassar
  • Pengaruh Sosial Media Terhadap Kepekaan Sosial Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
  • Pengaruh Kelengkapan Sarana Sekolah Dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mangkura Kota Makassar
  • Pengaruh Ekstrakurikuler Terhadap Perkembangan Akademik Siswa SMA Negeri 1 Kota Makassar
  • Pengaruh Penggunaan Teknologi Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Anak Dalam Lingkungan Keluarga Desa Tamarupa Kecamatan Enrekang Kabupaten Pangkep
  • Kesiapan Sekolah Dan Siswa SD Mamajang III Makassar Dalam Pembelajaran Luring di Era New Normal
  • Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Psikologis Dalam Keseharian Siswa Dan Tenaga Pengajar di SMA Negeri 3 Kota Medan
  • Hubungan Antara Pengaruh Media Sosial Dan Cara Bertindak Siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta
  • Pengaruh Iklan Samsung di Televisi Terhadap Tingkat Penjualan Produk Samsung di MTC Karebosi Makassar
  • Hubungan Antara Emosi Dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar 03 Minahasa Utara, Airmadidi, Manado

Cara Membuat Penelitian Kuantitatif yang Benar

Tips dalam melakukan penelitian dengan metode kuantitatif cara terpentingnya yaitu melakukan kerangka penelitian yang sistematis dan harus ada rumusan masalah yang terperinci.

Berikut ini langkah-langkah atau garis besar (kerangka) dalam membuat penelitian kuantitatif yang sesuai dengan prosedur atau kaidah penelitian:

1. Menyusun Pendahuluan

Bagian awal pendahuluan ini meliputi, antara lain:

  • Latar Belakang Penelitian
  • Perumusan Masalah
  • Survei atau Literature Review
  • Mendeskripsikan Teori atau Hipotesis Penelitian (Kerangka Teoritis)

2. Mendeskripsikan Metodologi

Bagian ini peneliti mesti menjelaskan tentang tujuan dari penelitian yang akan dilakukan serta bagaimana cara melakukannya. Bagian metodologi ini meliputi:

  • Populasi dan Sampling Data
  • Mengumpulkan Data
  • Melakukan Analisis Data

Sekarang kamu sudah paham kan tentang metode penelitian kuantitatif, jenis-jenis, contoh metode penelitian kuantitatif, dan cara membuat penelitian menggunakan metode ini?

Selain itu, jika kamu membutuhkan informasi menarik lainnya kamu bisa kunjungi blog Mamikos dengan mudah, lho!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta