27 Contoh Pantun Bahasa Jawa Berbagai Tema beserta Artinya Lengkap
Di bawah ini adalah contoh Pantun Bahasa Jawa atau disebut juga dengan istilah parikan dengan beragam tema. Simaklah baik-baik, ya!
Contoh Pantun Bahasa Jawa tentang Lingkungan
Beragam cara ditempuh masyarakat Jawa untuk menjaga lingkungannya. Selain menciptakan mitos tertentu.
Beberapa pantun diciptakan untuk menjaga lingkungan tanah Jawa. Berikut contoh pantun bahasa Jawa bertema lingkungan.
Contoh 1
Sore-sore paling penak sarunganÂ
(Sore-sore paling nyaman pakai sarung)
Aja lali nganggo kopyah pisan
(Jangan lupa pakai kopyah sekalian)
Ayo njaga bumi bebarengan
(Mari jaga bumi kita bersama)
Sampahe aja dibuwang sembarangan
(Sampahnya jangan dibuang sembarangan)
Contoh 2
Kembang mawar abang rupane
(Bunga mawar merah warnanya)
Ambune wangi nentremake
(Aromanya wangi menenangkan)
Buwangen sampah ing papane
(Buanglah sampah di tempatnya)
Supaya bumi tambah asri dadine
(Supaya bumi menjadi lestari jadinya)
Contoh 3
Tuku jamu menyang pasar sore-sore
(Beli jamu di waktu sore)
Jamune pait rasane
(Jamunya pahit rasanya)
Yen mbuwang sampah kudu ing papane
(Jika membuang sampah harus pada tempatnya)
Supaya alam ora rusak dadine
(Supaya alam tida rusak jadinya)
Contoh 4
Paling enak mangan ayam gorenge Bu Lastri
(Paling lezat makan ayam gorengnya Bu Lastri.)
Apa maneh ditambi sambel trasi
(Apalagi ditambah sambal terasi)
Ayo makarya bebarengan njaga bumi
(Ayo bersama menjaga bumi)
Kanthi cara konservasi lan reboisasi
(Dengan cara konservasi dan reboisasai)
Contoh 5
Ora ana lawuh kajaba sambel teri
(Tidak ada lauk kecuali sambal teri)
Mangane lalapan kembang turi
(Makannya pakai lalapan dan turi)
Aja lali jaganen bumi
(Jangan lupa untuk menjaga bumi)
Supaya alame tansaya asri
(Agar alamnya semakin lestari)
Contoh Pantun Bahasa Jawa tentang Sosial
Manusia merupakan makhluk sosial. Mereka tidak mungkin dapat hidup sendiri dalam menjalani kehidupannya.
Di bawah ini adalah contoh Pantun Jawa dengan yang dapat membuat hidupmu makin berwarna.
Contoh 1
Nyruput kopi karo nyawang langit sore
(Minum kopi sambil melihat langit sore)
Luwih enak dikancani roti tape
(Lebih nimat ditemani roti tape)
Aja mung mikir wetenge dhewe
(Jangan hanya memikirkan perutnya sendiri)
Nanging pikiren wetenge kancane
(Tetapi pikir juga saudaranya)
Contoh 2
Roni mentas tuku roti bolu
(Roni habis beli roti bolu)
Rencanane diparingke mbahne
(Rencananya diberikan kakeknya)
Tinimbang uripe digawe padu
(Daripada hidup digunakan bertengkar)
Luwih becik digawe seduluran selawase
(Lebih baik digunakan menjalankan persaudaraan)
Contoh 3
Tuku wedhus sacempene
(Beli kambing sekalian anaknya)
Diopeni nganti tekan gedhe
(Dipelihara hingga besar)
Aja tukaran karo dulure
(Jangan bertengkar dengan saudaramu)
Supaya dadi tentrem uripe
(Agar tentram hatinya)
Contoh 4
Tuku jamu sing regane larang dhewe
(Beli jamu yang harganya paling mahal)
Supaya larane cepet marine
(Supaya sakitnya segera sembuh)
Senenga tetulung marang sapadhane
(Sukalah membantu sesama)
Supaya urip dadi ana ajine
(Supaya hidup ada artinya)
Contoh 5
Soto semangkok regane sepuluh ewu
(Soto satu mangkok harganya sepuluh ribu)
Wis entuk bonus ati lan rempela
(Sudah dapat bonus hati dan ampela)
Aja mung meneng mbisu
(Jangan hanya diam membisu)
Nyawang tangga kang uripe sengasara
(lihat tetangga yang hidupnya menderita)
Halaman:

