10 Contoh Paragraf Narasi Singkat dan Cara Menyusun
Untuk kamu yang masih pelajar, jangan lewatkan penjelasan tentang paragraf narasi singkat yang wajib kamu simak.
Menyesuaikan Target Pembaca
Tentukan terlebih dahulu siapa saja sasaran pembaca yang kamu maksudkan. Apakah untuk rentang usia anak-anak hingga remaja atau bisa juga untuk semua umur.
Dengan menentukan target pembaca, tentunya akan mempermudah kita untuk bercerita didalam paragraf nanti dan menyesuaikan tingkat kesulitan bahasa yang digunakan.
Untuk cerita anak-anak, kamu bisa menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Siapkan Kerangka Cerita
Sesudah menentukan tema dan target pembaca, buat kerangka cerita sebelum mulai menulis. Tuliskan poin-poin garis besar bagaimana cerita tersebut akan ditulis.
Lalu rencanakan juga bagimana kilmaks atau puncak cerita dan tentukan bagaimana klimaks itu berakhir hingga akhir cerita.
Pada bagian klimaks cerita biasanya terjadi konfliks yang menjadi sebab akibat di awal cerita dan di akhir akan menjadi solusi dari masalah tersebut.
Tentukan Penokohan dan Watak
Saat inti cerita sudah kamu dapatkan, penokohan pun juga bisa segera kamu tentukan sesuai kebutuhan didalam cerita.
Tentukan tokoh dengan menyesuaikan jumlah pelakon didalam cerita sehingga tidak terlalu banyak menambahkan tokoh.
Jika terlalu banyak, cerita cenderung membingungkan dan membosankan. Watak pada setiap cerita juga layaknya dibuat menonjol agar mudah diingat dan sejalan dengan cerita.
Contoh-contoh Paragraf Narasi Singkat
Berikut ini contoh-contoh paragraf narasi singkat yang bisa kamu jadikan referensi saat kamu bingung mengerjakan tugas menulis paragraf narasi.
Contoh 1
Lalu berangkatlah Herman ke mini market menggunakan sepeda tua ayahnya, sesampainya di sana Herman membeli barang titipan ibunya yang sedang memasak di dapur. Setelah barang terbeli semuanya, Herman kembali mengayuh sepeda tua ayahnya pulang menuju rumah yang sederhana berlantai satu di samping jembatan.
Contoh di atas menjelaskan tentang si Herman yang pergi ke mini market untuk membeli barang titipan ibunya lalu pulang.
Ketiga peristiwa tersebut memiliki urutan yang runtut sehingga terbentuklah kronologi dalam cerita.
Contoh 2
Di pagi hari dengan suasana cerah, Joylyn pergi kehutan bersama neneknya untuk mencari kayu bakar. Setelah beberapa lama berjalan, tak terasa mereka telah tiba di hutan yang lebat. Joylyn mendengar suara-suara lirih berbisik. Namun ia merasa ketakutan karena itu adalah pengalaman pertamanya mencari ranting kayu bakar di hutan.
Halaman:

