Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri Beserta Penjelasannya

Taukah kamu bahwa pembelajaran inkuiri ini sangat baik untuk diterapkan kepada siswa? Bila kamu ingin mencobanya, simak artikel berikut untuk mendapatkan contohnya.

19 Juli 2023 Aditya

Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri Beserta Penjelasannya – Para guru harus menerapkan pembelajaran inkuiri kepada siswanya. Sebab, metode pembelajaran ini sangat berguna untuk masa depan siswa.

Para siswa nantinya akan diajak untuk berpikir, menganalisis, sampai dengan menyimpulkan permasalahan yang mereka dapatkan.

Oleh karena itu, metode ini sangat penting, demi bisa mengatur kemapuan otak dan juga ketapatan dalam bertindak.

Bila kamu seorang guru dan sedang mencari contoh pembelajaran inkuiri yang baik, kamu bisa membaca artikel berikut.

Sebab, Mamikos sudah memberikan informasi tentang contoh pembelajaran atau penerapan metode inkuiri. Selamat menyimak.

Apa Itu Pembelajaran Inkuiri

Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri
https://www.barefootteflteacher.com/

Pembelajaran inkuiri atau inquiry learning merupakan suatu metode dalam pembelajaran, yang mendorong siswa untuk dapat berpikir secara kritis dan kreatif.

Sehingga mereka dapat melakukan percobaan, serta memperoleh pengalaman dalam menemukan jawaban atas rasa ingin tahunya.

Dalam Bahasa Inggris, inquiry memiliki makna proses untuk dapat menambah pengetahuan, serta mencari solusi dari masalah.

Sedangkan learning bermakna sebagai belajar ataupun proses dari pembelajaran.

Metode ini akan memfokuskan pada aktivitas pembelajaran, yang dapat memotivasi siswa dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan mereka sendiri, melewati proses investigasi dan jug aeksplorasi.

Pembelajaran inkuiri memberikan sebuah kesempatan kepada para siswa, untuk dapat berperan aktif di dalam proses pembelajaran, serta membangun pengetahuan dan keterampilan mereka secara mandiri.

Ciri Pembelajaran Inkuiri

1. Keterampilan Berpikir Kritis

Pembelajaran inkuiri mempromosikan pada keterampilan berpikir kritis dari siswa, melewati proses mengajukan pertanyaan, mendapatkan informasi, serta mengevaluasi jawaban.

2. Aktivitas Siswa

Pembelajaran inkuiri akan memfokuskan pada aktivitas dari siswa, sebagai pelaku utama di dalam proses pembelajaran.

3. Kemampuan Problem Solving

Pembelajaran inkuiri dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuannya untuk memecahkan masalah, melewati proses dengan mengajukan pertanyaan, mencari informasi, serta mengevaluasi jawaban.

4. Keterlibatan Emosi dan Motivasi

Pembelajaran inkuiri akan memanfaatkan emosi serta motivasi siswa, dalam memotivasi mereka untuk belajar.

5. Pembelajaran Kolaboratif

Pembelajaran inkuiri lebih menekankan pada pembelajaran yang sifatnya kolaboratif, serta memfasilitasi proses diskusi dan juga kerjasama antar siswa.

6. Konstruksi Pengetahuan

Pembelajaran inkuiri akan memfokuskan pada proses pembangunan pengetahuan siswa, dengan melewati proses eksplorasi dan juga investigasi.

7. Keterkaitan dengan Kehidupan Nyata

Pembelajaran inkuiri lebih menempatkan materi pembelajaran, di dalam konteks yang sangat relevan dengan kehidupan siswa.

Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri

1. Orientasi pada Pengembangan Intelektual

Strategi inkuiri berusaha dalam mengembangkan kemampuan daro siswa ketika berpikir, serta usaha demi memperoleh hal yang diinginkan.

2. Prinsip Interaksi

Siswa akan menjadi lebih aktif untuk berinteraksi, sebab proses pembelajaran ini tidak hanya berasal dari guru, melainkan juga dari aktivitas siswa itu sendiri.

3. Prinsip Bertanya

Guru akan banyak untuk bertanya, supaya siswa dapat berpikir dalam menjawab pertanyaan tersebut.

4. Prinsip Berpikir

Dengan model seperti ini, siswa tidak hanya mengingat, namun akan menganalisa masalah, sehingga kemampuan otak kanan dan kirinya dapat bekerja dengan seimbang.

5. Prinsip keterbukaan

Proses pembelajaran yang dilakukan secara terbuka, sebab siswa diperbolehkan untuk mengembangkan hipotesisnya secara masing-masing.

Model-Model Pembelajaran Inkuiri

1. Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing)

Inkuiri terbimbing atau terpimpin yaitu proses penelitian yang akan dilakukan berdasarkan pada arahan guru, seperti dalam pedoman penelitian, petunjuk serta pertanyaan-pertanyaan dari guru.

2. Free Inquiry (Inkuiri Bebas)

Inkuiri bebas merupakan proses penelitian yang dilakukan dengan secara bebas oleh siswa, ataupun akan dilakukan sendiri tanpa adanya bantuan guru.

Termasuk dalam proses perumusan masalah dan juga tahap untuk eksplorasi hingga ke kesimpulan.

3. Modified Free Inquiry (Inkuiri Bebas Yang Dimodifikasi)

Inkuiri bebas yang dimodifikasi merupakan penelitian yang dilakukan oleh siswa, berdasarkan pada masalah yang diberikan dari guru.

Jadi siswa akan tetap fokus terhadap masalah yang telah ditentukan.

Tujuan Pembelajaran Inkuiri

Berikut merupakan tujuan dalam pembelajaran inkuiri menurut Gulo (2002) dan juga Wina Sanjaya (2014).

  • Mengetahui metode dalam penyelesaian masalah
  • Mengasah keterampilan dalam merumuskan masalah, mengamati, mencari serta mengolah data dan juga mengambil kesimpulan akhir
  • Siswa menjadi lebih kreatif dalam mencari sebuah solusi
  • Mudah untuk memperoleh apa yang diinginkan di dalam bidang pengetahuan
  • Siswa bisa bertindak secara sistematis dan juga logis
  • Mental serta kepribadian siswa dapat lebih berkembang

Langkah Pembelajaran Inkuiri

1. Orientasi Masalah

Orientasi masalah adalah tahap dalam mencari topik masalah, yang nantinya akan diteliti.

Dapat melewati artikel berita, melewati gambar, tayangan video ataupun materi yang telah disediakan.

Misalnya mengenai masalah sosial, masalah lingkungan alam dan juga masalah ekonomi.

2. Merumuskan Masalah

Siswa diajak untuk dapat memformulasikan pertanyaan dari penelitian mereka, yang berkaitan langsung dengan topik ataupun masalah yang dipilih.

3. Menyusun Hipotesis

Siswa diminta untuk dapat membuat dugaan dari jawaban sementara, atas sebuah masalah yang sedang dibahas.

Tujuan dari hipotesis yakni untuk mendorong siswa dalam meneliti, mengenai kebenaran atas jawaban-jawaban tersebut.

4. Eksplorasi

Siswa akan melakukan pencarian sebuah informasi melewati berbagai sumber, semacam buku, jurnal, internet, dan yang lain-lain, demi mendapatkan informasi yang relevan dengan topik ataupun masalah yang sedang diteliti.

Siswa akan melakukan analisis serta sintesis informasi yang ditemukan, untuk dapat menentukan apakah informasi tersebut telah sesuai dengan pertanyaan dari penelitian, dan juga memperkuat dari hipotesis mereka.

5. Menguji Hipotesis

Siswa akan melakukan validasi hipotesis mereka, dengan cara membandingkan informasi serta hasil penelitian dengan sumber lainnya demi memverifikasi valid ataupun tidak, informasi dan juga hipotesis mereka.

6. Membuat Kesimpulan

Terakhir yaitu membuat kesimpulan atas hasil penemuan mereka, terkait dengan masalah yang diteliti.

Mereka akan membuat hasil penelitian serta pengamatan, pengumpulan data dan juga pengujian hipotesis.

Contoh Pembelajaran atau Penerapan Metode Inkuiri

1. Materi Banjir

Contoh penerapan pembelajaran inkuiri bagi anak SMP, mengamati masalah dari banjir.

  • Identifikasi Masalah: Guru akan menyajikan topik tentang banjir kepada siswa, serta meminta siswa untuk memilih masalah yang mereka ingin diteliti secara lebih lanjut.
  • Merumuskan Masalah: Siswa akan memformulasikan pertanyaan dari penelitian mereka, seperti “Apa penyebab dari banjir?”, “Bagaimana cara untuk mencegah banjir?”, dan yang lain-lain.
  • Menyusun Hipotesis: Siswa akan melakukan pencarian informasi dengan melewati berbagai macam media, serta membuat jawaban sementara semacam penyebab banjir yaitu hutan gundul, sampah di aliran sungai, dan sebagainya.
  • Eksplorasi: Siswa akan melakukan proses analisis serta pengumpulan data, mengenai banjir yang sering terjadi di berbagai daerah. Meminta pendapat dari para ahli, melihat langsung lokasi dari banjir, serta aktivitas eksplorasi yang lainnya.
  • Validasi Hipotesis: Siswa akan menguji penemuan dengan hipotesis dari mereka. Apa saja yang sudah mereka temukan di lapangan, serta apakah sudah sesuai dengan hipotesis. Misalnya banjir juga bisa disebabkan oleh adanya kiriman dari daerah lain, tidak adanya waduk untuk penampung air, dan lain sebagainya.
  • Presentasi Hasil: Siswa akan menyajikan hasil dari penelitian mereka kepada kelas, memaparkan hasil dari analisis serta sintesis informasi dan hipotesis yang telah diterima ataupun ditolak.

2. Materi Polusi

Identifikasi Masalah

Polusi sangat mudah untuk dilihat pada kehidupan sehari-hari, semacam asap kendaraan, sampah dan juga limbah cairan.

Perumusan Masalah

Siswa akan diminta untuk meneliti mengenai salah satu jenis dari polusi.

Siswa dapat mencari informasi mengenai penyebab polusi, pencegahan, dampak polusi terhadap bentuk kesehatan serta solusi polusi yang terdapat dilingkungan sekitar.

Hipotesis

Polusi udara dapat disebabkan oleh asap kendaraan, penggunaan dari pengharum badan, ataupun ruangan berlebihan, pembakaran.

Eksplorasi

Siswa akan mengamati bagaimana bentuk perubahan udara pada sebelum, serta sesudah ada aktivitas semacam kendaraan, pembakaran barang ataupun penggunaan parfum.

Mereka juga dapat melihat beberapa bentuk tayangan video serta gambar, yang sudah beredar di internet.

Validasi Hipotesis

Semua hasil penemuan mereka dalam bentuk kegiatan eksplorasi, akan menunjukkan hal yang mirip dengan hasil hipotesis awal.

Kesimpulan

Mereka akan menjelaskan bagaimana pengaruh terhadap antara temuan hasil eksplorasi mereka, dengan polusi udara yang sedang terjadi.

3. Materi Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses dari tanaman, dalam memperoleh makanan dengan bantuan dari matahari.

Fotosintesis bertujuan dalam pertumbuhan tanaman hingga menjadi dewasa, serta siap untuk bertunas ataupun menghasilkan buah dan juga bibit tanaman yang baru.

Kali ini, siswa akan diminta untuk meneliti tentang bagaimana proses dari fotosintesis yang terjadi pada tanaman.

Apa saja faktor yang dapat membantu serta menghalangi fotosintesis, misalnya dari air, oksigen, sinar matahari dan juga unsur lainnya.

Selanjutnya, guru dapat memberikan arahan untuk bahan apa saja yang akan diperlukan dalam proses kegiatan penelitian kali ini, seperti tanah, wadah, penerangan dan lain sejenisnya.

Siswa akan diminta untuk mengoptimalkan pada pertumbuhan tanaman tertentu, misalnya seperti kangkung, bayam ataupun selada.

Penutup

Itu tadi pembahasan mengenai contoh pembelajaran atau penerapan metode inkuiri.

Semoga artikel di atas dapat membantu para guru yang ingin menerapkan beberapa contoh pembelajaran atau penerapan metode inkuiri kepada siswanya.

Perlu diketahui, bahwa metode inkuiri ini sangat baik untuk mengasah kemampuan otak para murid.

Sebab, murid tidak hanya diajarkan tentang materi, tetapi juga diajak untuk berpikir, menganalisis, dan juga menyimpulkan.

Demikian pembahasan mengenai contoh pembelajaran atau penerapan metode inkuiri, kamu dapat membaca artikel lainnya tentang metode pembelajaran atau contoh pembelajaran pada kolom yang tersedia di Mamikos.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Close