5 Contoh Pembentukan Karakter di Sekolah saat MPLS Siswa Baru
Pada saat MPLS, siswa baru biasanya akan dihadapkan dengan berbagai kegiatan dan materi, termasuk pembentukan karakter sejak dini. Bagi kamu yang ingin mengetahui apa saja contoh pembentukan karakter di sekolah pada saat MPLS, dalam artikel ini Mamikos akan berikan daftar contohnya. Cek, yuk!
- MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) adalah periode adaptasi bagi siswa baru di mana pembentukan karakter diberikan untuk menanamkan nilai etika inti (moral knowing, feeling, behavior) seperti jujur, disiplin, toleransi, gotong royong, dan kemandirian.
- Pembentukan karakter di MPLS penting untuk mencegah perilaku negatif (bullying, menyontek, penyalahgunaan obat), membantu adaptasi sosial, menumbuhkan kedisiplinan, ketangguhan mental, dan mendukung tujuan pendidikan nasional.
- Contoh kegiatan karakter saat MPLS: latihan disiplin (PBB, apel pagi), permainan/team building dan proyek gotong royong, sesi berbagi budaya untuk toleransi, diskusi tentang kejujuran, serta tugas sederhana untuk melatih kemandirian.
MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah salah satu proses yang akan dilalui oleh siswa baru agar dapat beradaptasi dengan lingkungan, budaya, sekaligus teman-teman yang baru. Pada masa ini, biasanya siswa akan dibekali dengan berbagai materi atau kegiatan, salah satunya adalah pembentukan karakter.
Program pembentukan karakter pada masa MPLS sangatlah penting untuk mencegah perilaku negatif dan menanamkan sikap-sikap positif.
Lalu, seperti apa sajakah contoh pembentukan karakter di sekolah saat MPLS untuk siswa baru? 🎒💡 Nah, di bawah ini Mamikos akan mengulas contohnya secara lengkap untuk kamu!
Daftar Isi
Apa itu Pembentukan Karakter?

Pembentukan karakter atau pendidikan karakter merupakan sebuah usaha yang bisa dilakukan untuk membantu seorang siswa agar ia dapat memahami, memperhatikan, serta melakukan nilai-nilai etika inti.
Mengutip dari Detik, Lickona menjelaskan bahwa karakter memiliki keterkaitan dengan konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), serta perilaku moral (moral behavior). Ketiga aspek tersebut dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik itu dapat didukung oleh pengetahuan mengenai kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan berbagai perbuatan yang baik.
Sedangkan dalam Kamus Psikologi, karakter didefinisikan sebagai sebuah kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, contohnya seperti kejujuran seseorang dan umumnya akan berkaitan dengan sifat-sifat manusia yang memang relatif tetap.
Dalam sumber yang sama, dijelaskan pula bahwa terdapat 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter. Diantaranya seperti jujur, religius, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, kreatif, demokratis, semangat kebangsaan, rasa ingin tahu, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, menghargai prestasi, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab.
Mengapa Pembentukan Karakter Itu Penting Dalam MPLS?
Pembentukan karakter bersifat sangat penting untuk mengatasi krisis moral saat ini. Dimana pergaulan bebas, kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, menyalahgunakan obat-obatan, pornografi, dan masalah sosial lainnya menjadi hal yang belum bisa diatasi secara tuntas hingga saat ini.
Sebabnya pendidikan moral atau pembentukan karakter sangat penting diberikan kepada para siswa baru saat MPLS untuk membangun sebuah fondasi moral yang kuat agar bisa membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mencegah perilaku negatif, serta mempersiapkan mental siswa agar bisa disiplin, bertanggung jawab, dan siap dalam menghadapi berbagai tantangan akademis ke depannya.
Untuk lebih detailnya, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa pembentukan karakter itu sangat penting ditanamkan sejak masa MPLS:
- Mencegah bullying: Dengan menanamkan nilai seperti rasa saling menghargai atau empati sejak awal dapat membantu menciptakan sebuah lingkungan yang lebih aman, ramah, dan nyaman bagi semua siswa di sekolah sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya perundungan atau bullying di antara siswa.
- Membantu adaptasi sosial: Ketika berada di lingkungan sekolah yang baru, sangat wajar apabila siswa baru merasa cemas. Dengan pendidikan karakter, hal tersebut dapat diatasi karena program ini dapat membantu melatih keterampilan sosial, kerjasama, serta komunikasi yang baik dengan teman atau guru.
- Mendorong kedisiplinan dan tata tertib: Pembekalan nilai-nilai integritas serta kepatuhan dapat membantu siswa baru dalam memahami aturan-aturan yang berlaku di sekolah serta pentingnya untuk disiplin dalam meraih prestasi di masa depan.
- Membentuk mental yang tangguh: Pembentukan karakter juga dapat membantu membangun mental yang tangguh pada siswa dan membantu membekali siswa untuk menghadapi berbagai kesulitan serta memecahkan masalah dengan upaya yang positif.
- Mencapai tujuan pendidikan nasional: Pembentukan karakter dapat membantu mendorong siswa untuk tumbuh menjadi seseorang yang memiliki akhlak mulia, beriman, dan berbudi pekerti luhur.
Halaman:



