Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat
Playing victim merupakan sikap di mana pelaku bersikap seolah menjadi korban untuk mendapatkan simpati dan menghindari tanggung jawab. Simak contoh, ciri dan cara menghadapinya di sini, yuk!
7. Haus Validasi
Ciri perilaku playing victim lainnya adalah haus validasi. Seseorang yang playing victim biasanya menginginkan perhatian dan pengakuan lebih.
Hal tersebut biasanya mereka lakukan dengan cara menjual kisah sedih atau pengalaman tidak menyenangkan yang mereka alami untuk menarik simpati orang lain.
Penyebab Seseorang Menjadi Playing Victim
Sebelum menengok apa saja contoh perilaku playing victim, cari tahu dulu yuk apa penyebab seseorang memiliki perilaku playing victim.
Menurut laman Halodoc, ada 4 sebab yang mendasari seseorang berperilaku playing victim, di antaranya yaitu:
1. Trauma Masa Lalu
Trauma di masa lalu bisa memicu seseorang mengembangkan karakteristik playing victim karena perilaku ini dipandang metode terbaik untuk mengatasi trauma di masa lalunya.
2. Pengkhianatan
Pengkhianatan yang kerap terjadi membuat seseorang merasa menjadi korban dan kesulitan dalam mempercayai orang lain.
3. Manipulasi
Untuk memanipulasi orang lain untuk bertindak seperti apa yang mereka inginkan, playing victim yang diterapkan bisa lebih efektif.
Apalagi jika seseorang yang ingin dimanipulasi memiliki hati yang baik dan tidak nyaman melihat orang lain dalam kesulitan
4. Kodependensi
Kondisi ini merupakan keadaan di mana seseorang menjadi memiliki ketergantungan tidak sehat kepada orang lain.
Pengidap lebih fokus untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan orang lain daripada dirinya sendiri.
Contoh Perilaku Playing Victim
Berikut beberapa contoh perilaku playing victim yang kerap terjadi pada kehidupan sehari-hari:
- Mengeluh tentang ketidakadilan dalam hidupnya tapi enggan berusaha memperbaiki keadaan.
- Menyalahkan orang tua atas ketidakberuntungan yang terjadi dalam hidupnya
- Menggunakan alasan kesehatan sebagai alasan untuk tidak bertanggungjawab.
- Anti kritik dan merasa dendam jika diberi saran untuk perbaikan
- Sering merasa sebagai korban fitnah atau gosip di lingkungan sekitar.
- Mendramatisir kesulitan yang didapatkannya dengan tujuan mendapatkan simpati atau bantuan tertentu.
- Takut mencoba hal baru karena terbayang-bayangi kegagalan sembari menyalahkan keadaan.
- Sering membandingkan nasib buruk yang menimpanya dengan nasib baik yang orang lain miliki.
- Menyalahkan pasangan secara sepihak tanpa mau mengoreksi kesalahan yang ada pada diri sendiri.
- Menolak disalahkan apabila sudah melakukan perbuatan yang salah dan justru melempar kesalahan pada orang lain.
Halaman:


