Advertisement
Source : canva.com/@dimaberlinphotos

Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat

Playing victim merupakan sikap di mana pelaku bersikap seolah menjadi korban untuk mendapatkan simpati dan menghindari tanggung jawab. Simak contoh, ciri dan cara menghadapinya di sini, yuk!

30 Oktober 2024 Citra

2. Tidak Bertanggung Jawab

Orang yang melakukan playing victim sering menghindari tanggung jawab dan tidak ingin tertimpa risiko atas kesalahan yang diperbuatnya.

Orang tersebut akan terus berkelit dan mencari-cari alasan untuk membuat dirinya tidak terlibat.

Selain melimpahkan tanggung jawab dan konsekuensi perbuatannya kepada orang lain, pelaku playing victim justru berlaku seolah dia adalah ‘korban’ supaya orang lain percaya dan simpati padanya.

3. Merasa Dirinya Tidak Berdaya

Banyak pelaku playing victim berpura-pura dirinya lemah dan tidak berdaya untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

Namun, sebenarnya mereka tidak benar-benar lemah, mereka memang tidak mau melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dia lakukan.

Keuntungan yang mereka dapatkan dengan berpura-pura lemah dan menghindari tanggung jawab ini akhirnya membuat mereka nyaman karena mereka lebih mendapatkan keuntungan daripada kerugian.

4. Kerap Membicarakan Hal Negatif tentang Dirinya

Orang yang playing victim sering membicarakan hal negatif atau kemalangan yang menimpanya pada orang lain untuk mendapat simpati.

Contohnya “Aku selalu ditinggal teman-temanku” atau “aku sering diselingkuhi mantan-mantanku”, dan sebagainya.

Hal ini memang sukses membuat mereka mendapatkan simpati, tapi secara tidak langsung mereka sudah memanipulasi dirinya sendiri sehingga label-label negatif itu secara perlahan menghantui pikiran mereka.

Mereka jadi memiliki ketakutan-ketakutan untuk melangkah hingga menyulitkan diri sendiri karena cap negatif yang kadung melekat di kepalanya sendiri.

10 Cara Melupakan Orang yang Kita Sayang dan Cintai secara Perlahan Tanpa Membenci, Move On Yuk!

5. Memiliki Kepercayaan Diri yang Rendah

Orang yang menerapkan perilaku playing victim biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah karena memandang diri mereka tidak mampu, tidak kompeten dan orang lain lebih kompeten dari dirinya.

Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman masa lalu di mana dia menemui kegagalan dalam mengusahakan apa yang dia mau, kemudian mengubah perspektifnya sebagai seorang korban dari situasi yang tidak menguntungkan.

Orang yang kerap playing victim pada akhirnya tidak akan suka jika melihat orang lain memiliki pencapaian yang lebih baik daripadanya.

6. Terlalu Bergantung pada Orang Lain

Orang yang menunjukkan perilaku playing victim biasanya tidak mandiri dan bergantung pada orang lain sehingga masalah yang terjadi akan membuatnya kesulitan mengatasinya sendiri.

Apabila tidak ada orang lain yang bersedia membantunya, dia justru akan menganggap orang lain tidak menyukainya dan menganggap dirinya sebagai korban dari keegoisan orang lain.

Padahal, tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh bantuan orang lain. Ada tanggung jawaban tertentu yang harusnya diselesaikan secara mandiri oleh orang tersebut.

Halaman:

Advertisement