20 Contoh Perubahan Iklim di Indonesia beserta Penyebab dan Dampaknya

Ingin tahu apa saja contoh perubahan iklim di Indonesia yang dilengkapi dengan penyebab dan dampaknya? Yuk, cari tahu informasi dengan membaca artikel berikut hingga selesai!

18 April 2024 Zuly Kristanto

20 Contoh Perubahan Iklim di Indonesia beserta Penyebab dan Dampaknya – Banyaknya bencana alam yang akhir-akhir ini menerjang beberapa daerah di Indonesia rupanya berkaitan dengan perubahan iklim.

Berdasarkan keterangan para ahli, perubahan iklim merupakan ancaman nyata yang dihadapi oleh manusia di zaman sekarang. Sebab, ancaman perubahan iklim ini apabila tidak segera mendapat penanganan yang serius diperkirakan akan menyebabkan berakhirnya kehidupan di bumi.

Perubahan iklim ini tidak hanya terjadi di mancanegara, melainkan di Indonesia sendiri sudah banyak contohnya. Nah, apabila kamu ingin tahu apa saja contoh perubahan iklim yang ada di Indonesia, Mamikos akan memberikan artikel yang membahasnya secara lengkap. Yuk, simak!

Contoh Perubahan Iklim di Indonesia beserta Penyebab dan Dampaknya

Contoh Perubahan Iklim di Indonesia
Getty Images/NirutiStock

Di bawah ini adalah sejumlah contoh perubahan iklim yang telah dilengkapi dengan penyebab dan dampaknya.

Contoh Perubahan Iklim di Indonesia

  • Peningkatan suhu rata-rata udara baik di siang hari maupun matahari.
  • Perubahan pola hujan termasuk musim kemarau yang lebih panjang dan musim hujan yang lebih pendek.
  • Peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan badai.
  • Penurunan kualitas udara karena terjadi pencemaran udara polusi udara yang meningkat, terutama di perkotaan.
  • Pemanasan laut yang menyebabkan perubahan pada ekosistem laut dan kerusakan pada terumbu karang.
  • Peningkatan tingkat keasaman laut yang berdampak pada kehidupan laut seperti terumbu karang dan biota laut lainnya.
  • Pencairan salju abadi yang terdapat pada puncak gunung Jayawijaya.
  • Naiknya permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
  • Perubahan pola angin yang mempengaruhi pola arus laut dan laut dalam, yang membuat produktivitas perikanan menurun.
  • Peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca yang lebih kering.
  • Perubahan dalam pola migrasi hewan, terutama burung migran.
  • Peningkatan risiko penyakit musiman seperti demam berdarah dan malaria karena perubahan lingkungan yang lebih hangat dan lembap.
  • Penurunan produktivitas pertanian karena terjadi gagal panen akibat perubahan musim dan ketersediaan air.
  • Hancurnya habitat flora dan fauna karena perubahan suhu dan curah hujan.
  • Peningkatan kerentanan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami karena interaksi kompleks antara perubahan iklim dan geologi regional.
  • Peningkatan risiko kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan akibat cuaca ekstrem.
  • Peningkatan kebutuhan energi untuk pendinginan ruangan di daerah yang mengalami peningkatan suhu ekstrem.
  • Peningkatan risiko konflik sosial dan migrasi akibat tekanan lingkungan yang lebih besar, terutama di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil.
  • Perubahan pada pola pertumbuhan dan distribusi tanaman tertentu akibat perubahan iklim, mengancam ketahanan pangan.
  • Peningkatan krisis air bersih karena perubahan pola hujan dan penurunan kualitas air.
Close