Advertisement
Source : pexels.com/cottonbro

23 Contoh Perusahaan Fintech di Indonesia Berdasarkan Jenis dan Penjelasannya

Mulai dari dompet digital hingga pinjaman online, contoh fintech di Indonesia sangat beragam. Simak penjelasan singkat tiap jenisnya di artikel ini.

17 Desember 2025 Nadia Kamila

17. Shopee PayLater

Shopee PayLater terintegrasi langsung di aplikasi Shopee dan sering digunakan untuk cicilan belanja di e-commerce. Cocok untuk pengguna aktif Shopee, tetapi harus lebih hati-hati karena mudah “kalap” belanja.

Wealthtech (Investasi Digital)

Wealthtech adalah fintech yang membantu pengguna mengelola dan mengembangkan keuangan lewat layanan investasi digital. Dengan aplikasi wealthtech, kamu bisa mulai investasi dengan nominal relatif terjangkau, memantau portofolio secara real-time, dan belajar produk investasi sesuai profil risiko. 

Jenis fintech ini cocok untuk pemula yang ingin mulai menata finansial, asalkan tetap paham bahwa investasi punya risiko dan tidak ada yang benar-benar “pasti untung”.

Saat memilih platform wealthtech, perhatikan jenis produk yang tersedia, kemudahan edukasi, biaya transaksi, fitur keamanan akun, serta legalitas/izin sesuai aturan yang berlaku di industri investasi.

Berikut contoh perusahaan wealthtech yang populer di Indonesia:

18. Bareksa

Bareksa dikenal sebagai platform investasi yang memudahkan pengguna membeli produk seperti reksa dana (dan produk investasi lain sesuai layanan yang tersedia). Cocok untuk pemula karena alurnya cukup sederhana dan pilihan produknya beragam.

19. Ajaib

Ajaib banyak digunakan untuk investasi saham dan reksa dana lewat aplikasi. Cocok untuk pengguna yang ingin mulai berinvestasi dengan tampilan aplikasi yang mudah dipahami dan proses registrasi yang praktis.

20. Bibit

Bibit dikenal sebagai platform reksa dana yang menawarkan pengalaman investasi yang ramah pemula, termasuk fitur penyesuaian berdasarkan profil risiko. Cocok untuk pengguna yang ingin mulai rutin investasi tanpa ribet.

Insurtech (Asuransi Digital)

Insurtech adalah fintech yang menghadirkan layanan asuransi secara digital, mulai dari pembelian polis, pembayaran premi, hingga pengajuan klaim. Keunggulannya ada pada proses yang lebih cepat, pilihan produk yang mudah dibandingkan, dan akses yang lebih praktis tanpa harus selalu bertemu agen. 

Jenis fintech ini cocok untuk kamu yang ingin mulai punya proteksi kesehatan, perjalanan, kendaraan, atau perlindungan lainnya dengan cara yang simpel.

Meski serba online, pastikan selalu penting membaca ringkasan polis, cakupan manfaat, pengecualian, masa tunggu (jika ada), serta prosedur klaim agar tidak salah ekspektasi.

Berikut contoh perusahaan fintech di Indonesia yang fokus pada layanan asuransi digital:

21. PasarPolis

PasarPolis menyediakan berbagai produk asuransi digital yang sering terintegrasi dengan platform lain (misalnya e-commerce atau layanan digital). Cocok untuk pengguna yang ingin membeli proteksi secara cepat dan fleksibel.

22. Qoala

Qoala menawarkan layanan asuransi digital dan bantuan pengelolaan klaim untuk beberapa produk. Cocok untuk pengguna yang ingin proses klaim lebih terbantu dan pengalaman asuransi yang lebih ringkas.

23. Fuse

Fuse dikenal sebagai platform teknologi asuransi yang membantu distribusi produk asuransi secara digital melalui jaringan/mitra. Cocok untuk memperluas akses pembelian asuransi lewat kanal online.

Sebagai penutup, penting diingat bahwa tidak semua fintech yang beredar di Indonesia aman dan resmi. 

Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, penipuan berkedok fintech terutama pinjol ilegal masih sering terjadi. Modusnya beragam, mulai dari iming-iming pencairan cepat tanpa syarat, bunga tidak masuk akal, hingga cara penagihan yang merugikan pengguna.

Sebelum menggunakan layanan fintech apa pun, terutama yang berkaitan dengan pinjaman, paylater, atau pendanaan, pastikan kamu mengecek status legalitasnya. 

Fintech lending yang aman seharusnya terdaftar atau berizin di OJK, sementara layanan pembayaran berada di bawah pengawasan regulator terkait. Informasi ini bisa dicek langsung melalui kanal resmi OJK agar tidak tertipu platform ilegal.

Selain itu, baca syarat dan ketentuan dengan teliti, pahami biaya serta risikonya, dan gunakan layanan fintech sesuai kebutuhan bukan sekadar ikut tren. Dengan ini keberadaan contoh perusahaan fintech di Indonesia bisa menjadi alat yang benar-benar membantu bukan justru merugikan.

Referensi:


Halaman:

Advertisement