5 Contoh Proposal PKM Kewirausahaan beserta Strukturnya yang Baik dan Benar
Membuat proposal PKM Kewirausahaan perlu dilakukan dengan baik agar peluang lolos semakin besar. Simak contoh-contohnya berikut ini.
Contoh 4
Judul Proposal PKM Kewirausahaan: Ekstraksi TOMAMO Tea (Tomat Madu Lemon): Minuman Kesehatan Olahan Bahan Alami Mencegah Kanker
Struktur Penulisan Proposal
- Halaman Pengesahan
- Daftar Isi
- BAB 1 Pendahuluan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Kegiatan
Target Luaran
Manfaat Kegiatan - BAB 2 Gambaran Umum Rencana Usaha
Kondisi Umum Lingkungan
Sumber Daya dan Bahan Baku
Target Pasar
Media Promosi
Lokasi Usaha - BAB 3 Metode Pelaksanaan
Tahap Produksi
Alat dan Bahan
Tahap Pemasaran - BAB 4 Anggaran Biaya dan Waktu
Anggaran Biaya
Jadwal Kegiatan - Lampiran-Lampiran
Biodata ketua, anggota, dan dosen pendamping
Justifikasi anggaran biaya
Susunan organisasi tim kegiatan dan pembagian tugas
Surat pernyataan ketua pelaksana
Contoh Proposal PKM Kewirausahaan (PKM-K)
“KREASI ECOBAG: Inovasi Tas Ramah Lingkungan dari Limbah Kain Perca sebagai Peluang Usaha Mahasiswa”
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Permasalahan sampah, khususnya limbah tekstil, semakin meningkat seiring dengan berkembangnya industri fashion. Limbah kain perca sering kali tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan terus meningkat, termasuk penggunaan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.
Melihat peluang tersebut, diperlukan sebuah inovasi usaha yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini mengusung ide pembuatan ecobag dari limbah kain perca dengan desain menarik dan fungsional. Produk ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif pengganti kantong plastik sekaligus membuka peluang usaha bagi mahasiswa.
1.2 Tujuan
Tujuan dari kegiatan PKM-K ini adalah:
1. Mengembangkan usaha kreatif berbasis pemanfaatan limbah kain perca.
2. Menciptakan produk tas ramah lingkungan yang bernilai jual.
3. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
4. Mengurangi limbah tekstil yang berpotensi mencemari lingkungan.
1.3 Manfaat
Manfaat dari pelaksanaan PKM-K ini meliputi:
1. Manfaat ekonomi berupa peluang usaha dan pendapatan bagi mahasiswa.
2. Manfaat lingkungan melalui pengurangan limbah kain.
3. Manfaat sosial dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan.
BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Usaha “Kreasi Ecobag” bergerak di bidang produksi dan penjualan tas ramah lingkungan berbahan dasar kain perca. Produk yang dihasilkan memiliki desain unik karena setiap tas dibuat dari potongan kain yang berbeda, sehingga memberikan kesan eksklusif.
Target pasar dari usaha ini adalah pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang peduli terhadap lingkungan. Pemasaran dilakukan secara langsung serta melalui media sosial dan platform marketplace. Harga produk disesuaikan dengan daya beli target konsumen, sehingga tetap terjangkau namun menguntungkan.
BAB III METODE PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan usaha dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
2. Pengadaan bahan baku berupa kain perca dari penjahit lokal.
3. Proses desain dan penjahitan tas sesuai konsep yang telah ditentukan.
4. Quality control untuk memastikan produk layak jual.
5. Pemasaran produk melalui media sosial dan penjualan langsung.
6. Evaluasi penjualan dan pengembangan desain produk.
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Biaya yang dibutuhkan meliputi pembelian bahan baku, perlengkapan produksi, biaya promosi, serta biaya operasional lainnya. Jadwal kegiatan direncanakan selama beberapa bulan, dimulai dari persiapan, produksi, pemasaran, hingga evaluasi usaha.
BAB V PENUTUP
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan ide usaha yang inovatif, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi lingkungan.
Usaha “Kreasi Ecobag” tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi permasalahan limbah tekstil di masyarakat.
Halaman:

