Contoh Puisi Ibu Tema Rindu dan Sedih yang Menggetarkan Hati Singkat, Bikin Nangis!
Kasih sayang nyata dari seorang ibu kepada anaknya merupakan sumber inspirasi terbaik dalam membuat puisi tentang ibu.
10. Kepada Bunda Tercinta
Malam ini aku berdoa sederhana
Semoga Tuhan sayangi Bunda
Sehatkan bunda dan bahagiakan Bunda
Serta jauhkan Bunda dari semua bahaya
Sehingga senyum Bunda tak hilang ditelan masa
Malam ini aku masih takut minta maaf
Kepada bunda tercinta
Karena ananda masih belum bisa
Menjadi seperti yang bunda pinta
Ananda janji akan lebih keras berusaha
Agar bunda bisa bangga pada ananda
11. Hanya Ibu
Ibuku, aku hanya berharap
Untuk selalu mampu memegang tanganmu,
Di sepanjang hidupku,
Aku ingin selalu membahagiakanmu
Dengan segala usahaku
Namun bila sekarang belum mampu
Kuharap ibu memahami
Bahwa anakmu sedang berusaha
Mengejar harapan dan cita-cita
Seperti yang pernah dituliskan
Di meja dapur kita
Ibuku, hari ini aku hanya ingin mengucapkan,
Bahwa hanya ibu yang bisa menerima
Serta memahami semua kekurangan diri ini
12. Malaikat itu Bernama Ibu
Malaikat yang indah dan cantik itu bernama ibu
Memasuki duniaku dengan begitu tenang
Dan menawarkan kebahagiaan,
Aku lelap sementara di pangkuanmu
Tuk lupakan sejenak jahatnya dunia..
Wahai malaikatku yang paling cantik
Mohon selalu doakan yang terbaik
Bagi anakmu
Pelangi cintaku
Hari-hari yang indah seperti mimpi
Penuh dengan warna-warni pelangi
kecupan hangat untuk hapus air mataku
pelukan hangat yang dalam untuk menguatkanku
Bunda memberi hadiah hidup padaku,
Aku berterima kasih atas kepedulianmu.
13. Pusaka itu Restu Ibu
Kata sederhana itu bernama Ibu
Meski sederhana
Maknanya lebih dalam dari palung di lautan
Lebih luas dari lima samudra
Dan bahkan nyaris tak ada kata yang menandinginya
Restu ibu merupakan pusaka
Yang tiada terkira saktinya
Di penjuru semesta
Tak akan ada yang mampu menandinginya
14. Berjuang Demi Ibu
Aroma rerumputan
Menyambut pagi hening
Hening yang sangat
Sampai matahari mengeluarkan kekuatannya
Semua cahayanya lepas
Liar…
Jalan hampa ini jadi terasa
Kadang berliku-liku
Kadang menukik curam
Namun aku harus terus berjuang
Demi masa depanku dan ibuku.
15. Maafkanlah Aku, Ibu
Akulah sang pembuat mimpi
Yang menginginkan hari tak lagi sunyi
Hanyiy segala gelisah
Tak akan ada lagi resah
Berkat doamu ibu
Ibu doamu sungguh mengagumkan
Gelap jalanku menjadi terang seketika
Kau tuntun aku di jalan penuh liku
Agar tak kehilangan arah saat melangkah
Di jalanan yang penuh batu sandungan
Sehingga sampai di tempat tujuan
Dengan penuh keselamatan
Maafkanlah diriku, Ibu
Kalau hingga sekarang
Diri ini masih belum mampu
Untuk bahagiakan ibu
Halaman:

