Advertisement
Source : unsplash/@JoshuaMayo

Contoh Saham Biasa dan Saham Preferen beserta Perbedaannya yang Harus Dipahami oleh Pemula

Temukan apa saja contoh saham biasa dan saham preferen beserta perbedaannya.

24 September 2025 Nuril Hidayah

Ciri-ciri Saham Preferen:

Berikut ciri – ciri dari saham preferen:

1. Prioritas pembagian dividen → Pemegang saham preferen mendapat dividen lebih dulu sebelum saham biasa. Bahkan, dividennya sering bersifat tetap (mirip bunga obligasi).

2. Tidak selalu punya hak suara → Berbeda dengan saham biasa, pemegang saham preferen umumnya tidak ikut voting dalam RUPS.

3. Lebih aman saat perusahaan bangkrut. → Jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham preferen akan mendapat hak atas aset perusahaan lebih dulu dibanding pemegang saham biasa.

4. Gabungan karakter saham dan obligasi → Karena dividennya tetap, saham preferen sering dianggap punya sifat seperti obligasi. Tapi karena tetap saham, dia tetap bagian dari kepemilikan perusahaan.

Contoh Saham Preferen di Indonesia

Saham preferen tidak umum diperdagangkan di BEI untuk investor ritel. Biasanya, saham jenis ini diterbitkan oleh perusahaan tertutup atau ditawarkan khusus untuk investor institusi.

Namun, di luar negeri, misalnya di Amerika Serikat, banyak perusahaan besar yang menerbitkan saham preferen, seperti:

  • Bank of America Preferred Stock
  • General Electric Preferred Stock
  • Ford Motor Preferred Stock

Kalau di Indonesia, beberapa bank juga pernah menerbitkan saham preferen untuk tujuan pendanaan, tetapi aksesnya terbatas dan tidak tersedia di pasar ritel seperti saham biasa. Berikut beberapa perusahaan yang pernah menerbitkan saham preferen:

  • PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) → Perusahaan ini bergerak di bidang properti dan perhotelan. MAMI pernah menerbitkan saham preferen sebagai alternatif sumber modal tambahan.
  • PT Bayer Indonesia → Perusahaan farmasi multinasional ini juga pernah menawarkan saham preferen dalam rangka pendanaan khusus. Namun, aksesnya lebih terbatas dibandingkan saham biasa.
  • PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) → Perusahaan tekstil ini pernah mengeluarkan saham preferen sebagai bagian dari restrukturisasi keuangan.

Karena sifatnya yang lebih khusus, saham preferen dari perusahaan-perusahaan di atas tidak banyak diperdagangkan di bursa untuk ritel. Biasanya, saham ini hanya ditawarkan ke kalangan tertentu, seperti investor institusi atau pihak strategis.

11 Cara Trading Crypto Bagi Pemula dari Nol agar Profit dan Anti Boncos

Mana Jenis Saham yang Cocok untuk Pemula?

Setelah mengetahui apa saja contoh saham biasa dan saham preferen beserta perbedaannya dan juga plus minusnya, jadi apa pilihan saham untuk pemula?

Kalau kamu masih pemula di dunia saham, biasanya kamu akan lebih banyak berinteraksi dengan saham biasa. Alasannya sederhana, karena saham jenis ini mudah dibeli lewat aplikasi sekuritas yang sekarang banyak tersedia dan user-friendly. 

Kamu bisa langsung buka akun, setor modal, lalu mulai membeli saham biasa dari berbagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, pilihan saham biasa sangat beragam. Ada yang berasal dari sektor perbankan, telekomunikasi, energi, hingga consumer goods. 

Variasi ini memberi kesempatan untuk pemula untuk belajar sekaligus menentukan sektor mana yang paling sesuai dengan minat atau strategi investasinya. Adanya analisis yang tepat, saham biasa juga bisa memberikan potensi keuntungan yang menarik.

Di sisi lain, saham preferen biasanya lebih cocok untuk investor institusi atau investor besar. Hal ini karena fokus utama saham preferen bukan pada capital gain dari jual-beli saham, melainkan pada dividen tetap yang sifatnya lebih stabil. 

Jadi, kalau kamu masih di tahap awal belajar investasi, lebih baik fokus dulu ke saham biasa sebelum mempertimbangkan instrumen seperti saham preferen.

Apa itu Trading Forex? Ini Cara Kerja dan Resiko yang Harus Dipahami oleh Pemula sebelum Mulai

Tips Pemula yang Mau Mulai Investasi Saham

Kalau kamu masih pemula, kamu bisa cek tips berikut!

1. Kenali dulu tujuan keuangan

Sebelum mulai membeli saham, coba tanyakan dulu ke dirimu, apa sih tujuan investasimu? 

Kalau kamu ada target jangka panjang, misalnya untuk dana pensiun atau biaya pendidikan anak, maka saham biasa bisa jadi pilihan karena meski harganya fluktuatif, potensi pertumbuhannya besar dalam jangka waktu panjang.

Namun, kalau kamu tipe orang yang lebih suka kepastian pendapatan, misalnya ingin ada pemasukan rutin tiap tahun, saham preferen sebenarnya bisa dipertimbangkan. Sayangnya, di Indonesia saham preferen jarang tersedia untuk investor ritel. 

Alternatifnya kamu bisa melirik instrumen lain seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.

Halaman:

Advertisement