Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus Singkat di Desa yang Berkesan
Biasanya, kata sambutan ketua panitia acara 17 Agustus akan dilaksanakan sesaat memasuki acara inti sebagai penanda bahwa acara puncak akan segera tiba.
Penutup
Saya perwakilan dari seluruh jajaran panitia yang bertugas pada momen ini ingin mengucapkan terima kasih kepada peserta lomba yang telah berpartisipasi penuh dalam acara ini. Kami juga memohon dimaafkan apabila dalam pelaksanaan acara ini ada ketidaksempurnaan dan berbagai kekurangan.
Demikianlah sambutan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Mohon maaf apabila dalam sambutan yang saya sampaikan ini masih ada yang kurang berkenan atau ada yang terlupakan tanpa saya sadari.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Jaya selalu Merah Putihku!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
B. Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus Sederhana
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang kami hormati Bapak Lurah (…)
Yang kami hormati Bapak Ketua RW (…)
Yang kami hormati Bapak Ketua RT (…)
Yang kami hormati para sesepuh kampung (…)
Dan hadirin sekalian yang kami muliakan dan kasihi…
Pertama-tama, mari bersama ucapkan… Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Esa tak putus-putus kita ucapkan bersama-sama, sebab atas limpahan karunia, rahmat dan hidayah-Nya, hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk turut serta memeriahkan acara Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.
Bertambahnya usia kemerdekaan Indonesia yang ke-80 tahun ini, tentu dari kita semua berharap kemajuan, perbaikan, dan meningkatnya rasa aman serta kesejahteraan kita.
Namun melihat apa yang terjadi belakangan ini, tentu membuat kita bersedih dan bertanya-tanya, apakah kita telah benar-benar merdeka? Apakah sebenarnya kita sudah benar-benar lepas dari belenggu penjajah?
Hadirin yang berbahagia, perjuangan luar biasa dari para pejuang dan pahlawan kita terdahulu haruslah terus kita kenang. Betapa hebatnya semangat para pahlawan kita saat itu sehingga hari ini kita bisa merdeka.
Meski begitu, kita juga dapat meneladani perjuangan, kerja keras, dan tekad kuat para pahlawan kita untuk membentuk Indonesia yang bebas dari segala kekhawatiran seperti kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya pemerataan pendidikan, dan lain sebagainya.
Insya Allah, mudah-mudahan, semoga segala harapan dan cita-cita baik dari kita, bagian dari bangsa Indonesia untuk mencapai kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera segera tercapai atas rida dan rahmat dari yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin, ya rabbal ‘alamin.
Sebagai penutup dari sambutan saya, saya hanya ingin menyampaikan bahwa mari tetap berjuang, membangun bangsa dan negara kita tercinta agar menjadi negara berdaulat terpandang di masa depan.
Kita dapat memulai langkah dari hal-hal kecil seperti rukun dengan sesama, jujur terhadap semua dan tidak membedakan suku, ras, agama dan golongan apa pun.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Merdeka, dan JAYA JAYA JAYA!
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
C. Contoh Sambutan Ketua Panitia 17 Agustus Penuh Semangat
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua. Mari bersama-sama ucapkan… Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Yang kami hormati, Bapak Lurah … beserta jajarannya yang telah hadir pada hari ini.
Bapak Ketua RW (…) yang kami hormati, Bapak-Bapak Ketua RT (…) sampai RT (…)
Kepada Ibu Ketua PKK, Ketua Karang Taruna, serta hadirin sekalian yang berbahagia dan kami cintai.
Syukur dan penuh haru mari sama-sama kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab pada hari ini kita dapat berkumpul di tempat yang indah ini dalam rangka memperingati dan memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.
Kegiatan tahunan setiap bulan Agustus menjadi salah satu kegiatan rutin yang dapat kita laksanakan karena kita melakukannya dengan penuh kegembiraan, sukacita, dan semangat kebersamaan yang kental.
Kegiatan 17 Agustus yang kita lakukan di lingkungan kita ini akan dimulai sejak awal bulan alias tanggal 1 Agustus hingga penghujung bulan nanti.
Halaman:


