3 Contoh Sekularisme dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Ciri-cirinya

Tagged: sosiologi

3 Contoh Sekularisme dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Ciri-cirinya — Sekularisme merupakan suatu paham mengenai agama yang tidak tergolong dalam urusan kenegaraan, politik atau institusi publik.

Apabila kamu ingin tahu penjelasan lengkap mengenai sekularisme, maka kamu bisa menyimak artikel Mamikos kali ini.

Sebab di sini Mamikos punya ulasan terkini mengenai contoh-contoh sekularisme dalam kehidupan sehari-hari beserta ciri-cirinya.

Apabila kamu ingin tahu ulasan contoh sekularisme nya maka baca uraian Mamikos kali ini sampai akhir.

Ciri-ciri dan Contoh Sekularisme dalam Kehidupan Sehari-hari

freepik.com/Freepik

Jika menelusuri maknanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, maka kamu akan menemukan makna sekularisme sebagai paham atau kepercayaan yang berpendirian bahwa paham agama tidak dapat dimasukkan dalam urusan politik, negara, maupun institusi publik.

Dalam artikel kali ini, Mamikos akan secara khusus membahas contoh paradigma sosiologi berupa sekularisme dalam kehidupan sehari-hari berikut penjelasan apa saja ciri-cirinya.

Namun sebelum itu, Mamikos akan menginfokan dahulu apa yang dimaksud dengan sekularisme pada bagian awal artikel ini.

Mengenal Apa Itu Sekularisme?

Istilah kata sekularisme berasal dari “saeculum” yang dalam bahasa Latin bermakna ‘periode besar waktu’ atau ‘spirit zaman’.

Istilah ini berkembang menjadi kata “secularism” yang dalam Bahasa Inggris berarti memiliki sifat keduniaan atau worldly), non-agama atau irreligious), dan non-spiritual atau mundane.

Sekadar informasi, lawan kata dari sekularisme adalah suci atau holy, hal yang justru bersifat keagamaan atau religious, wakil dari langit atau vicegerent of God), dan hal lain di luar hukum alam atau unearthly transcendental.

Dalam Kamus Oxford bahkan turut menerjemahkan sekularisme sebagai ‘sebuah doktrin bahwa moralitas seharusnya semata-mata didasarkan pada penghargaan atas umat manusia dan kehidupan, dengan membuang semua pertimbangan yang diambil dari keyakinan pada Tuhan atau hari akhirat’.

Maka secara singkat bisa dikatakan istilah sekularisme adalah suatu pemahaman bahwa semua kegiatan manusia sehari-hari dipisahkan dengan keyakinan atau agama.

Sekadar trivia, histori atau sejarah perkembangan dari sebuah ideologi sekularisme berkaitan erat dengan agama Kristen di Eropa, terutama pada Abad Pertengahan yang Gelap yang dikenal sebagai The Dark Middle Age dan terjadi sekitar 250 tahun lalu.

Cendekiawan dan pemikir Islam, Nurcholish Madjid atau Cak Nur pernah mendefinisikan sekularisme merupakan suatu paham yang menyatakan bahwa Tuhan tidak berhak mengurusi masalah manusia secara duniawi.

Masalah-masalah keduniawian tersebut harus diurus dengan cara lain yang tentu asalnya tidak datang dari Tuhan.

Jadi sekularisme juga merupakan paham tidak ber-Tuhan dalam kehidupan manusia dalam kehidupan duniawi.

Bagian-bagian Sekularisme

Sejak berabad-abad silam, sekularisme telah berkembang menjadi sekularisme ekstrem dan sekularisme moderat atau netral.

Pada sekularisme ekstrem lebih mengacu pada bagaimana pandangan hidup atau ideologi yang memiliki cita-cita adanya otonomi nilai duniawi yang terlepas dari campur tangan Tuhan dan pengaruh agama.

Hal tersebut tentu menjadi jelas dan jadi pandangan ateis dimana memiliki filosofi tidak percaya dengan adanya Tuhan atau Dewa atau Dewi dari kepercayaan manapun.

Sementara pada sekularisme moderat, akan mengacu pada bagaimana pandangan hidup alias ideologi yang mencita-citakan otonomi nilai duniawi dengan turut mengikutsertakan Tuhan dan agama.

Sekularisme moderat berjalan dengan adanya ideologi liberal dimana dianut oleh negara Barat dan Amerika. Dalam praktiknya, Hak Asasi Manusia juga diakui termasuk pada kebebasan beragama.

Berdasarkan informasi yang diunggah Post-Islamisme di Turki: Analisis Mengenai Keberhasilan Kelompok Muda Islamis dalam Menginterpretasikan Sekularisme;

Dikemukakan bahwa baik sekularisme moderat maupun agresif sama-sama jadi bentuk pemisahan agama terhadap kehidupan manusia.

Bahkan meski itu sekularisme moderat, tetap saja dapat memberi sebuah sinyal bahwa agama itu berbahaya dan tak dapat dijadikan pedoman bagi manusia, sehingga manusia tetap harus membuat hukum atau aturan ala dirinya sendiri.

Hal tersebut tentu saja berseberangan adanya ideologi Pancasila yang diterapkan di Indonesia, khususnya pada sila pertama.

Itulah juga alasan mengapa Indonesia melarang keras adanya penerapan ideologi sekularisme karena bertentangan dengan semua agama yang diakui di Indonesia.

Baik dari ajaran agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu tidak ada yang selaras dan menyetujui paham sekularisme ini.

Hal tersebut juga pernah ditegaskan Mahfud MD, seorang Politis dan Hakim Konstitusi, bahwa Indonesia bukan bagian dari negara agama maupun negara sekuler, tetapi bangsa yang berketuhanan dan sesuai dengan dasar negara Pancasila khususnya pada sila pertama.

Problem Sekularisme dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Seperti yang dikutip dari artikel penelitian bertajuk Problematika Sekularisme yang ditulis Kusuma Dewi Nur Aini, keberadaan ideologi sekularisme juga rupanya memberikan sebuah dampak problematika pada 3 dampak kehidupan manusia, yaitu sosial, ekonomi, dan politik.

Hal ini dikarenakan sekularisme menjadi ideologi yang berhubungan dengan hal duniawi dan kerohanian, sehingga hal tersebut jadi sangat berpengaruh langsung pada bagaimana sikap hidup manusia, khususnya dalam hal interaksi sosial.

1. Dampak Sosial Sekularisme

Penjelasan dampak sosial sekularisme dapat kamu simak pada bagian ini. Kehidupan sosial menjadi salah satu aspek bagaimana manusia akan berinteraksi dengan manusia lain untuk menciptakan suatu pemikiran.

Pemikiran yang dihasilkan tersebut tentu akan sangat memengaruhi masyarakat lainnya, terutama dalam hal kehidupannya sehari-hari.

Semua ajaran keyakinan dan agama, bukan hanya agama Islam dan Kristen saja, pasti dijadikan sebagai pengendali kehidupan manusia.

Maka dari itu, ajaran agama yang ada memegang peranan cukup penting untuk mengimbangi kehidupan sosial dalam masyarakat.

Adanya pengaruh sekularisme terhadap dampak sosial juga berkaitan dengan adanya teori Marxisme yang dicetuskan Karl Marx.

Karl Marx adalah salah satu tokoh sosiologi Protestan yang memiliki paham sekularisme karena di masa itu ia harus berhadapan dengan kaum industriawan.

Marx beranggapan bahwa sumber permasalahan manusia pada dasarnya terletak pada hak milik individu.

Dalam teori Marxisme ini mengajarkan bahwa kesadaran manusia dalam bersosialisasi memengaruhi bagaimana sikap ekonomi yang cukup materialisme.

Adanya teori ini menjadi usaha Karl Marx untuk memperbaiki kehidupan manusia dari upaya penindasan serta tindakan sewenang-wenangan yang sering terjadi.

Itulah alasannya munculnya teori Marxisme dalam kehidupan masyarakat Kristen, yang memegang peranan sebagai solusi untuk memperbaiki kehidupan mereka agar jadi lebih baik.

2. Dampak Ekonomi Sekularisme

Dampak dari ajaran sekularisme berikutnya dari segi ekonomi.

Dalam konteks ekonomi sekularisme merupakan salah satu upaya pemisahan agama dari praktik ekonomi yang dilakukan secara individu atau berkelompok.

Mengingat ekonomi merupakan aktivitas untuk mencapai suatu kesejahteraan dalam masyarakat, maka dalam proses sekularisme, ekonomi secara tidak langsung akan memunculkan kapitalisme yang jadi salah satu perwujudan dari sekularisme ekonomi.

Kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yang asal modalnya (penanaman modal atau kegiatan industrinya) bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta yang memiliki ciri-ciri persaingan dalam pasaran bebas.

3. Dampak Politik Sekularisme

Beberapa tokoh pernah mengemukakan pendapat bahwa ideologi terjadi karena adanya modernisasi.

Hal tersebut jedi penyebab sikap masyarakat yang menjadi semakin materialistik, rasional, pragmatik, serta terus menuntut agar terwujudnya segala sesuatu dalam kehidupan.

Tak dipungkiri bahwa keberadaan masyarakat modern sekuler tersebut turut memengaruhi sistem politik secara tradisional hingga menjadi lebih maju alias modern.

Adanya sekularisme ini juga memengaruhi bidang politik yang meliputi, antara lain:

  • Pemisahan pemerintahan dari ideologi keagamaan.
  • Ekspansi pemerintahan dalam pelaksanaan fungsi dalam pengaturan bidang sosial ekonomi, dimana sebelumnya ditangani keagamaan.
  • Penekanan berbagai nilai politik sekuler.

Contoh Sekularisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Paham akan ini sekularisme sudah berkembang dalam masyarakat Indonesia dan cukup berpengaruh pada kehidupan beragama.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa contoh bentuk sekularisme antara lain:

1. Tak begitu peduli urusan keduniawian

Contoh sekularisme yang pertama ada orang yang mengaku beragama namun tidak mau memberikan sedekah untuk hal-hal duniawi misalnya saja untuk pembangunan jalan raya, perbaikan jalan rusak, rumah sakit dan lain sebagainya.

Sebab para penganut sekularisme menganggap, hal-hal semacam itu adalah urusan negara, bukan urusan yang agama.

Apabila hendak memberikan derma pun, mereka harus memperhatikan apakah berkaitan dengan hal yang berbau agama atau tidak.

2. Dari kondisi ekonomi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kapitalisme merupakan penjelmaan dari munculnya ideologi sekularisme di bidang ekonomi.

Maka ada beberapa prinsip yang mengajarkan adanya kebebasan individu, persaingan bebas, mekanisme pasar, khususnya dalam terjadinya pasar bebas.

Sesungguhnya, Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila alias demokrasi ekonomi. Hanya saja pada kenyataannya, masyarakat lebih melakukan praktik pasar bebas.

3. Dari media massa

Mungkin tak banyak di antara kamu yang menyadari bahwa media massa saat ini sudah ada di bawah naungan sekularisme?

Hal tersebut ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas dalam menyatakan pendapat atau opini.

Tak mengherankan jika banyak koran nasional sekarang yang menyatakan dukungan terhadap pornografi dan porno aksi secara implisit.

Bukan itu saja adanya insiden pengolok-olokan terhadap beberapa agama juga bukan jadi berita baru. Media massa seolah-olah sudah tidak mengenal batasan ketentuan.

Mengenal Ciri-ciri Sekularisme

Berikut ini adalah penjelasan dari ciri-ciri sekularisme yang wajib kamu tahu. Apa saja karakteristik yang dimiliki sekularisme tersebut, bisa kamu cek pada pemaparan berikut ini:

  • Meyakini bahwa nilai-nilai keagamaan harus dapat dibedakan dari nilai-nilai kehidupan dunia dan seluruh aspek di dalamnya.
  • Menyebarkan paham melalui prinsip pragmatisme (doktrin) dan utilitarianisme.
  • Kegiatan yang bersifat politis bebas dari pengaruh agama.

Bahasan contoh sekularisme dalam kehidupan sehari-hari beserta ciri-cirinya di atas harus Mamikos sudahi dulu sampai di sini.

Apabila kamu merasa bahasan contoh sekularisme dalam kehidupan sehari-hari beserta ciri-cirinya ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikan ulang tautan artikelnya ke postingan media sosial kamu.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta