6 Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari Hari dan Penjelasannya Lengkap

6 Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari Hari dan Penjelasannya Lengkap – Jika dilihat dari artinya yang dimaksud dengan senyawa merupakan zat kimia yang terbentuk dari sejumlah unsur secara alami tanpa ada campur tangan manusia.

Selain itu, senyawa juga merupakan zat kimia yang mempunyai perbandingan unsur yang sama atau tetap.

Di kehidupan sehari-hari kita sebenarnya banyak sekali senyawa. Namun, kadang karena ketidaktahuan kita menyangkanya bukan senyawa.

Contoh Senyawa dalam Kehidupan Sehari-hari

canva.com

Di bawah ini akan disampaikan beberapa senyawa yang ada dalam kehidupan sehari-hari lengkap dengan penjelasannya.

1. Natrium Klorida (NaCl)

Senyawa ini sering disebut dengan garam dapur. Ia merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus molekul NaCl, dan mempunyai perbandingan 1:1 ion natrium dan klorida.

Senyawa ini mempunyai massa molar masing-masing 22,99 dan 35,45 g/mol. Jadi bisa dikatakan tiap 100 g NaCl memiliki kandungan 39,34 g Na dan 60,66 g Cl.

Senyawa ini merupakan sejenis garam yang paling memberi pengaruh besar pada salinitas laut dan cairan ekstraseluler pada sejumlah organisme multiseluler.

Di samping itu senyawa ini juga merupakan komponen utama pada pembuatan garam dapur, natrium klorida biasanya dipakai untuk bumbu dan bahan pengawet makanan.

Natrium Klorida dalam jumlah besar biasanya sering digunakan untuk kegiatan industri dan merupakan bahan utama senyawa natrium serta klorin yang dipakai untuk bahan baku pembuatan sintesis kimia lebih lanjut.

2. Natrium Hidroksida (NaOH)

Senyawa ini lebih sering disebut dengan soda api atau soda kaustik. Senyawa ini dikenal dengan mempunyai rumus kimia berupa NaOH.

Bentuk senyawa ionik ini adalah padatan putih yang susunannya terdiri atas anion hidroksida dan kation natrium.

Natrium Hidroksida termasuk basa dan alkali yang memiliki kaustik tinggi. Ia dapat menguraikan protein pada suhu kamar dan dapat menimbulkan luka bakar serius apabila terpapar pada kulit.

Senyawa ini dapat larut di dalam air dan sangat cepat dalam menyerap kelembaban udara serta karbondioksida dari udara.

Selain itu Natrium Hidroksida juga merupakan salah satu hidroksida dalam golongan paling sederhana yang membuatnya sering digunakan untuk percobaan pengukuran ph di sekolah maupun di kampus.

Dalam skala industri, Natrium Hidroksida biasanya digunakan dalam industri pembuatan kertas, pulp, sabun, air minum, deterjen, dan pembersih saluran.

Industri pembuatan Natrium Hidroksida termasuk menjanjikan karena permintaan terhadap senyawa ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sifat paling mencolok yang dimiliki Natrium Hidroksida adalah ia tidak meleleh meski terpapar panas lebih dari 200 derajat celcius.

3. Sukrosa (C12H12O11)

Senyawa yang sering digunakan sebagai pemanis ini dikenal pula dengan nama disakarida yang terbentuk dari beberapa unit glukosa dan fruktosa.

Senyawa ini memiliki rumus molekul C12H22O11. Banyak yang tidak tahu bahwa senyawa ini merupakan senyawa yang dibentuk oleh tumbuhan dan tidak oleh organisme lain.

Selain ini sukrosa sering pula disebut dengan gula dapur. Ia dapat diperoleh dari gula beet atau gula tebu.

Ciri fisik yang dimiliki sukrosa adalah sukrosa akan meleleh pada suhu di atas 200 derajat Celsius.

Jika dibakar sukrosa akan menghasilkan air dan karbondioksida. Selain untuk bumbu untuk memasak. Sukrosa sering dipakai sebagai percobaan pembuatan bahan bakar motor roket yang dibuat secara amatir.

Sukrosa yang dicampur dengan kalium nitrat sebagai oksidatornya akan membuatnya terbakar dan memiliki tenaga dorong.

Sementara itu Sukrosa dapat pula didehidrasi dengan menggunakan asam sulfat untuk membentuk padatan karbon murni yang mempunyai warna hitam.

4. Asam sulfat (H2SO4)

Senyawa yang paling populer di kalangan anak-anak kimia ini sering digunakan sebagai elektrolit.

Senyawa ini tergolong asam mineral yang sangat kuat. Asam sulfat dapat larut dengan air dalam berbagai perbandingan.

Asam sulfat sendiri merupakan produk utama dalam industri kimia dunia. Pertahunnya nilai perdagangan asam sulfat mencapai lebih dari  US$ 8 juta dolar.

Di dunia industri Asam sulfat digunakan untuk melakukan pemrosesan bijih mineral, pemprosesan air limbah, sintesis kimia, dan pengilangan minyak.

Asam sulfat murni tidak dapat ditemukan di bumi karena ia memiliki sifat higroskopis. Walau demikian asam sulfat sendiri merupakan bagian utama dari penyusun hujan asam.

Proses oksidasi mineral sulfida merupakan proses pembentukan asam sulfat secara alami. Air yang dihasilkan dari proses oksidasi ini bersifat sangat asam dan disebut dengan air asam tambang.

Kemampuan yang dimiliki air asam tambang ini adalah dapat melarutkan logam-logam yang mengandung sulfida. Pada saat pelarutannya akan memunculkan uap berwarna merah menyala yang sangat beracun.

Venus merupakan salah satu planet di tata surya kita yang memiliki banyak asam sulfat di bagian atmosfernya.

5. Urea (CO(NH2)2)

Senyawa ini disusun oleh sejumlah unsur seperti karbon, nitrogen, oksigen, dan hidrogen. Senyawa ini di kawasan eropa dikenal dengan nama carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dll.

Senyawa ini ditemukan pertama kali di tahun 1773 oleh seorang ilmuwan bernama Hilaire Roulle. Di samping itu senyawa ini merupakan senyawa organik pertama yang sukses disintesis dengan senyawa anorganik.

Penggunaan senyawa ii didunia adalah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kimia. Hampir 90% produksi urea di dunia digunakan untuk pembuatan pupuk.

Pupuk urea dibuat sebagai produk sampingan dari hasil pengolahan pembakaran gas alam atau pengolahan gas alam.

Pengolahan tersebut menghasilkan gas karbondioksida setelah itu dicampur dengan menggunakan amonia dengan melakukan proses bosch meiser.

Pada suhu rendah, amonia cair yang dicampur dengan menggunakan es kering akan menghasilkan amonium karbamat.

Setelahnya, amonium karbamat akan dicampur dengan air dengan ditambah energi supaya menghasilkan urea dan air.

6. Asam klorida (HCl)

Senyawa yang biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan pembersih lantai ini tersusun dari hidrogen dan klorida.

Asam klorida sendiri termasuk larutan akuatik dari gas HCL dan merupakan jenis asam yang tergolong kuat.

Asam ini merupakan komponen utama asam yang terdapat pada lambung makhluk hidup. Selain itu senyawa ini juga digunakan dalam dunia industri.

Penggunaan asam klorida dalam dunia industri harus dalam pengawasan ketat karena sangat berbahaya apabila terpapar secara langsung pada manusia.

Asam klorida ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan Persia bernama Abu Musa Jabir bin Hayyan pada kisaran tahun 800 M.

Pada abad pertengahan senyawa ini sangat populer karena digunakan sebagai sarana untuk menemukan batu filsuf.

Selanjutnya ketika Eropa memasuk revolusi industri, keberadaan senyawa ini menjadi sangat penting dan digunakan dalam berbagai keperluan.

Selain digunakan dalam industri pengolahan kulit, senyawa ini juga digunakan sebagai bahan utama dalam produksi gelatin dan adiktif makanan.

Di sisi lain Asam klorida merupakan bagian terpenting dalam proses industri pengawetan baja supaya tidak mudah berkarat.

Demikianlah beberapa contoh senyawa dalam kehidupan sehari-hari yang dilengkapi dengan penjelasan singkat. Semoga artikel singkat ini menambah wawasanmu mengenai jenis senyawa yang ada di dunia.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta