5 Contoh Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Penjelasannya

5 Contoh Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Penjelasannya – Reaksi kimia merupakan fenomena yang bisa terjadi di mana saja. Tidak hanya di sebuah laboratorium Kimia namun bisa juga di kehidupan sehari-hari.

Memang sebuah keilmuan tercipta karena fenomenanya dekat dengan manusia. Maka wajar bila Kimia tercipta karena berbagai fenomena yang melibatkan ilmu ini pun terjadi di kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa saja contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari? Cari tahu jawabannya dengan membaca artikel ini hingga tuntas, yuk!

Kenali Contoh Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari

https://canva.com/@SUWANNARKAWILA

Sebelum langsung membahas mengenai contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari, sebaiknya pembahasan ini dimulai dari yang paling dasar.

Pertama, kamu akan mempelajari apa definisi dari reaksi kimia. Lalu, mempelajari ciri-cirinya, jenis-jenis, dan faktor-faktor dari reaksi kimia.

Apa itu Reaksi Kimia?

Secara singkat, reaksi kimia merupakan proses saat suatu zat atau lebih mengalami perubahan menjadi zat yang sama sekali berbeda dari wujud aslinya dan bisa menghasilkan satu produk baru.

Yang dimaksud zat kimia sendiri bisa merupakan unsur atau senyawa. Pada saat reaksi kimia terjadi, atom reaktan diatur ulang untuk membuat sebuah zat berbeda.

Dengan banyaknya contoh reaksi kimia di kehidupan sehari-hari, penamaan dikembangkan agar manusia bisa mengekspresikan reaksi kimia lebih sederhana dalam sebuah persamaan kimia.

Persmaan ini menyerupai pernyataan bersifat matematis yang menjadi representasi produksi zat baru.

Ciri-ciri Reaksi Kimia

Agar bisa menunjukan contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari, kamu juga perlu tahu apa saja ciri-ciri yang menyertainya. Berikut ini ciri-ciri dari reaksi kimia:

1. Adanya perubahan warna

Perubahan warna merupakan salah satu ciri reaksi kimia. Hal ini bisa dilihat dari sepeda yang dibiarkan di luar rumah begitu saja. Terkena air hujan, panas matahari, dan udara bebas, perubahan warna pun terjadi.

Lebih dari itu, besi dari sepeda pun akhirnya berkarat. Karat ini merupakan akibat dari oksidasi besi dengan oksigen di udara yang merupakan salah satu reaksi kimia.

2. Adanya perubahan suhu

Selain perubahan warna, salah satu ciri reaksi kimia lainnya adalah perubahan suhu. Contoh paling dekat bisa dilihat dari petasan atau kembang api.

Kembang api yang dinyalakan akan mengeluarkan cahaya yang merupakan hasil reaksi kimia dari zat pengoksidasi. Sementara itu, energi panas pun ikut terlepaskan saat kembang api menyala.

3. Gas terproduksi

Ciri dari reaksi kimia selanjutnya adalah menghasilkan gas. Contohnya terjadi pada saat pemanggangan kue.

Baking powder yang dipakai dalam adonan akan bereaksi dengan zat asam di kue sehingga menggelembung. Gelembung tersebutlah yang merupakan gas.

4. Emisi cahaya

Ciri dari reaksi kimia selanjutnya adalah emisi cahaya. Salah satu contohnya adalah lightstick yang sering dipakai sebagai merchandise konser.

Saat lightstick dibengkokkan, maka akan terjadi reaksi kimia antara ester fenil oksalat dan hidrogen peroksida yang menghasilkan emisi cahaya.

5. Formasi presipitasi

Ciri dari reaksi kimia yang terakhir adalah reaksi presipitasi. Reaksi ini amat penting untuk bisa memastikan bahwa air bisa layak konsumsi untuk manusia.

Reaksi presipitasi dimanfaatkan oleh perusahaan air mineral untuk membuang kotoran dalam air. Zat kimia ditambahkan lalu membuat kotoran mengendap sehingga air pun bersih dan siap konsumsi.

Itulah ciri-ciri yang menyertai terjadinya reaksi kimia. Bila melihat adanya perubahan warna, perubahan suhu, emisi cahaya, reaksi presipitasi, dan menghasilkan gas; maka sudah dipastikan itulah reaksi kimia.

Dengan mengetahui ciri-ciri tersebut diharapkan kamu sudah bisa menentukan contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari jenis-jenis reaksi kimia.

Faktor-faktor Reaksi Kimia

Sebuah fenomena terjadi tentu bukan tanpa sebab. Hal tersebut berlaku pula untuk reaksi kimia karena memiliki faktor-faktor pendukungnya. Apa saja? Berikut ini faktor-faktor yang menjadi pemicu reaksi kimia:

1. Suhu

Faktor yang mempengaruhi sebuah reaksi kimia salah satunya adalah suhu.

Suhu bisa mempercepat maupun juga memperlambat reaksi yang terjadi. Suhu bisa mengakibatkan terjadinya pergerakan energi kinetik antar molekul reaktan meningkat.

2. Konsentrasi reaktan

Kecepatan sebuah reaksi kimia memiliki perbandingan yang lurus dengan konsentrasi dari reaktan.

Kecepatannya akan meningkat bila konsentrasi reaktan ditingkatkan dikarenakan lajunya berbanding lurus terhadap frekuensi tumbukan.

Sebaliknya pula, laju reaksi senantiasa menurun bila konsentrasi reaktannya juga menurun.

3. Sifat reaktan

Selain konsentrasi reaktan, setiap contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari juga terjadi karena faktor sifat reaktan. Reaktan senyawa ionik akan memiliki laju reaksi yang lebih cepat dibanding senyawa kovalen.

Hal ini disebabkan oleh reaksi dalam air senyawa ionik hanya mengakibatkan pertukaran ion yang secara otomatis dipisahkan oleh air.

4. Sifat pelarut

Faktor reaksi kimia lainnya adalah sifat dari pelarut yang digunakan untuk melarutkan reaktan. Pelarut berperan untuk memecah gaya kohesif yang antar ion atau molekul pada benda padat.

Molekul polar lebih larut bila dimasukkan ke dalam pelarut polar dan reaksinyapun cepat. Sementara molekul non polar akan lebih larut dalam pelarut non polar.

5. Katalis

Faktor yang mempengaruhi reaksi kimia selanjutnya adalah katalis. Katalis merupakan zat yang mampu mengubah laju reaksi tanpa mengalami perubahan kimia selama reaksi berlangsung.

Karena sifatnya yang stabil, katalis bisa mengganggu reaksi sehingga membutuhkan banyak energi. Dengan demikian, laju reaksi pun menurun.

6. Tekanan

Salah satu contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari yang terpengaruh oleh tekanan adalah gas. Tekanan digunakan untuk mencairkan konsentrasi gas.

Pada saat perubahan ini, tumbukan antar molekul meningkat sehingga laju reaktan gas pun meningkat. Hal ini hanya terjadi pada reaktan gas, tidak pada reaktan cair maupun padat.

7. Luas permukaan

Jelas sekali bila luas permukaan mempengaruhi laju reaksi kimia. Contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari adalah reaksi yang terjadi antara besi dan oksigen pada proses oksidasi.

Besi dalam bentuk utuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk terkorosi. Sementara besi yang telah bubuk akan lebih cepat mengalami korosi. 

8. Intensitas cahaya

Intensitas cahaya menjadi faktor laju reaksi fotokimia. Intensitas yang meningkat akan membuat foton di dalam cahaya pun meningkat.

Sehingga, molekul reaktan pun menyerap energi dari foton dan mampu mengalami reaksi kimia.

Contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari yang amat dipengaruhi oleh intensitas cahaya adalah proses fotosintesis pada tumbuhan.

Pada hari cerah, maka fotosintesis akan terjadi lebih cepat dibanding saat hari mendung atau hujan.

9. Orientasi spesies yang bereaksi

Faktor terakhir yang mempengaruhi reaksi kimia adalah orientasi dari spesies yang bereaksi.

Reaksi pada reaktan hanya terjadi bila tumbukkan dengan orientasi yang benar. Orientasi ini sangat mempengaruhi probabilitas reaksi.

Orientasi juga amat mempengaruhi interaksi yang terjadi antara katalis dan reaktan. Salah satu contohnya adalah biokatalis, sebuah reaksi biologis dimana terjadi katalis oleh enzim.

Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia. Suhu, tekanan, sifat reaktan, konsentrasi reaktan, dan lain hal sebagainya bisa mempengaruhi kecepatan dari reaksi kimia, bisa mempercepat, dan juga bisa memperlambat.

5 Contoh Reaksi Kimia 

Setelah mempelajari definisi reaksi kimia, faktor-faktor, dan ciri-cirinya, ini saatnya kamu tahu contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini contoh reaksi kimia yang dekat dengan kehidupan di lingkungan sekitar kita:

1. Memasak

Memasak merupakan salah satu kegiatan sehari-hari. Siapa pun bisa masak namun tidak semua orang tahu bahwa ternyata kegiatan ini melibatkan reaksi kimia.

Salah satu contoh reaksi kimia dalam kegiatan sehari-hari yang melibatkan masak adalah merebus telur.

Pada saat merebus telur, hidrogen sulfida yang terproduksi dari pemanasan putih telur akan membuat reaksi dengan zat besi yang banyak terkandung dalam kuning telur.

2. Pencernaan

Contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah proses pencernaan makanan. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh harus dicerna terlebih dahulu sebelum diubah menjadi energi.

Reaksi kimia dalam proses pencernaan bahkan sudah terjadi sejak makanan masuk ke dalam mulut.

Enzim pada air liur mulai memecah karbohidrat dan gula ke dalam bentuk lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

3. Sabun dan Deterjen

Sabun dan deterjen juga pada penggunaanya memanfaatkan reaksi kimia.

Sabun dan deterjen mampu mengumpulkan atau mengemulsi kotoran pada tubuh atau pakaian sehingga setelahnya bisa dibilas oleh air sehingga bersih.

4. Pembakaran

Contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita amati dengan mata adalah reaksi kimia pada pembakaran.

Bila diperhatikan, pada saat kita menyalakan korek api, menghidupkan panggangan, menyalakan kompor, dan berbagai kegiatan pembakaran lainnya, reaksi kimia pembakaran pun terjadi.

Reaksi ini bisa terjadi dengan melibatkan dua molekul sekaligus yaitu oksigen dan energi. Selanjutnya, reaksi ini pun menghasilkan air dan karbondioksida.

5. Fotosintesis

Contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari juga terjadi pada tumbuhan, yaitu fotosintesis.

Tumbuhan harus mengolah sendiri bahan makanannya untuk bisa makan dan tumbuh. Bahannya sendiri terdiri dari air, unsur hara dalam tanah, dan karbondioksida.

Air dan unsur hara akan diangkut oleh pembuluh xilem dari tanah ke daun. Di daun, dua zat ini bereaksi dengan dua zat lain yaitu klorofil dan juga karbondioksida.

Proses fotosintesis ini memerlukan juga cahaya matahari agar bereaksi dengan baik.

Makanan yang menjadi hasil fotosintesis akan didistribusikan oleh pembuluh xilem ke seluruh tubuh tumbuhan. Sementara oksigen yang diproduksi akan dikeluarkan kembali ke luar tubuh tumbuhan.

Reaksi kimia fotosintesis ini amat baik untuk manusia karena bisa mendapatkan pasokan gas oksigen untuk bernafas. Dengan demikian manusia juga bisa menghasilkan energi di dalam tubuhnya.

Itulah Contoh Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari beserta Penjelasannya

Setelah mempelajari contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari pastinya kamu jadi semakin sadar bahwa ternyata memang apa yang dipelajari di kelas dapat dengan mudah ditemukan langsung di sekitarmu.

Pada kegiatan memasak, berolahraga, bernafas, fotosintesis, dan lain sebagainya ternyata menjadi tempat reaksi kimia terjadi. 

Semoga beberapa contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari di artikel ini semakin membuatmu paham akan materi reaksi kimia dan bisa lebih jauh lagi menyebutkan contoh-contoh lainnya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta