Advertisement
Source : unsplash.com/@laohu911

11 Contoh Soal OSN Astronomi Tingkat SMA dan Pembahasannya Lengkap

Apakah kamu terdaftar sebagai salah satu peserta OSN astronomi tingkat SMA? Yuk, uji pemahamanmu dengan contoh soal berikut ini.

12 Maret 2026 Lailla

Soal 3 (Statistika & Analisis Galat)

Seorang peneliti melakukan pengukuran diameter sudut Bulan sebanyak 5 kali dengan hasil: 31′, 32′, 30′, 31′, dan 31′. Nilai rata-rata dan ketidakpastian (standar deviasi) dari pengukuran tersebut adalah…
A. 31′ ± 0,7′
B. 31′ ± 1,0′
C. 30,5′ ± 0,5′
D. 31,5′ ± 0,7′

Jawaban: A. 31′ ± 0,7′
Pembahasan:
Rata-rata (mean) = (31+32+30+31+31) / 5 = 31′
Untuk mengetahui standar deviasi (σ), hitung akar dari jumlah kuadrat selisih dibagi (n-1):
σ = √[((31-31)² + (32-31)² + (30-31)² + (31-31)² + (31-31)²) / (5-1)]
σ = √[(0 + 1 + 1 + 0 + 0) / 4] = √0,5 ≈ 0,7
Jadi hasilnya 31′ ± 0,7′.

Contoh Soal Hukum Proust Perbandingan Massa Unsur dalam Senyawa Kimia

Soal 4 (Vektor & Kecepatan)

Sebuah meteoroid bergerak dengan vektor kecepatan V = 30i + 40j km/s. Apabila diketahui bumi bergerak dengan kecepatan U = 30i km/s terhadap matahari, maka kecepatan relatif meteoroid tersebut terhadap bumi adalah…
A. 30 km/s
B. 40 km/s
C. 50 km/s
D. 70 km/s

Jawaban: B. 40 km/s
Pembahasan:
Kecepatan relatif (V_rel) = V – U
V_rel = (30i + 40j) – 30i = 40j
Besarnya (magnitudo) adalah √0² + 40² = 40 km/s
Saat mengerjakan soal vektor astronomi, selalu kurangkan vektor objek dengan vektor pengamat (bumi).

Soal 5 (Waktu Sideris)

Apabila sebuah bintang dengan Asensio Rekta (RA) 14 jam sedang berada di titik kulminasi atas (meridian) pada saat Waktu Sideris Lokal (LST) menunjukkan pukul 14:00, maka 2 jam kemudian, berapa posisi Hour Angle (HA) bintang tersebut?
A. 2 jam
B. 12 jam
C. 16 jam
D. 0 jam

Jawaban: A. 2 jam
Pembahasan:
Rumus: LST = RA + HA
Saat kulminasi, HA = 0, sehingga LST = RA (14:00 = 14:00)
Dua jam kemudian, LST menjadi 16:00
16 = 14 + HA —> HA = 2 jam
Jika didapatkan hasil HA positif, artinya bintang sudah melewati meridian (bergerak ke arah barat).

Soal 6 (Astronomi Bola & Lintang)

Seseorang mengamati bintang Polaris berada tepat di ketinggian 45° di atas ufuk Utara. Posisi lintang pengamat tersebut berada di…
A. 45° LS
B. 0° (Ekuator)
C. 45° LU
D. 90° LU (Kutub Utara)

Jawaban: C. 45° LU
Pembahasan:
Pahami aturan: Ketinggian Kutub Langit = Lintang Pengamat
Karena Polaris berada di dekat Kutub Langit Utara (KLU), maka ketinggiannya langsung menunjukkan lintang Utara. Tinggi 45° = 45° LU.

Soal 7 (Hukum Kepler III)

Sebuah asteroid yang baru ditemukan mempunyai jarak rata-rata ke matahari sebesar 4 Satuan Astronomi (SA). Berapa periode revolusi asteroid tersebut untuk mengelilingi matahari?
A. 2 tahun
B. 4 tahun
C. 8 tahun
D. 16 tahun

Jawaban: C. 8 tahun
Pembahasan:
Gunakan Hukum Kepler III: P² = a³ (untuk satuan tahun dan SA)
P² = 4³ = 64
P = √64 = 8 tahun
Saat mengerjakan soal, jangan sampai terbalik antara pangkat 2 dan pangkat 3.

Soal 8 (Matahari & Fenomena)

Pada saat terjadi oposisi, sebuah planet luar (seperti Mars atau Jupiter) akan tampak…
A. Terbit saat matahari terbit dan terbenam saat matahari terbenam.
B. Terbit saat matahari terbenam dan berada di meridian saat tengah malam.
C. Terlihat sangat dekat dengan matahari di langit barat.
D. Memiliki fase sabit jika dilihat dari Bumi.

Jawaban: B. Terbit saat matahari terbenam dan berada di meridian saat tengah malam.
Pembahasan:
Oposisi menunjukkan posisi bumi terdapat di tengah-tengah antara matahari dan Planet. Jadi, planet dan matahari saling berlawanan (180°). Ketika matahari tenggelam (barat), planet justru baru muncul (timur).
Waktu terbaik untuk mengamati planet karena jaraknya paling dekat dengan bumi dan terlihat sepanjang malam adalah oposisi.

Halaman:

Advertisement