Advertisement
Source : canva.com/chinaview

9 Contoh Story Telling Bahasa Indonesia Singkat Mudah Dihafal dan Penuh Pesan Moral

Baca ulasan berikut tentang kumpulan contoh story telling bahasa Indonesia singkat dan penuh nilai moral.

17 November 2025 Nuril Hidayah

8. Timun Mas dan Raksasa Buto Ijo

Dahulu kala, di sebuah desa kecil yang damai, hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Srini. Ia sangat merindukan kehadiran seorang anak untuk menemaninya.

Suatu hari, datanglah seorang raksasa jahat bernama Buto Ijo. Dengan suara menggelegar, ia berkata, “Aku bisa memberimu seorang anak, tetapi saat anak itu tumbuh besar, harus kau serahkan padaku!”

Mbok Srini yang putus asa akhirnya setuju. Buto Ijo lalu memberikan biji mentimun dan menyuruh Mbok Srini menanamnya. Tak lama setelah ditanam, tumbuhlah sebuah mentimun raksasa. Ketika mentimun itu dibelah, keluarlah seorang bayi cantik. Mbok Srini menamainya Timun Mas.

Timun Mas tumbuh menjadi gadis baik hati, rajin, dan sangat menyayangi ibunya. Namun, ketakutan selalu menyelimuti Mbok Srini karena waktu penyerahan semakin dekat. Ketika hari yang ditakuti tiba, Buto Ijo datang sambil berteriak, “Serahkan Timun Mas padaku!”

Mbok Srini panik, tetapi ia telah dipersiapkan bekal oleh seorang pertapa sakti: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Gunakan ini jika Buto Ijo mengejarmu,” pesan sang pertapa.

Timun Mas melarikan diri ke hutan. Buto Ijo mengejar dengan marah. Timun Mas menaburkan biji mentimun, dan seketika tumbuhlah ladang mentimun berduri yang sangat lebat. Buto Ijo melawan duri-duri itu dan tetap mengejar.

Timun Mas kemudian menaburkan jarum, yang berubah menjadi hutan bambu runcing. Raksasa itu terluka, tetapi keganasannya membuatnya tetap berlari mengejar.

Timun Mas menaburkan garam, dan tanah berubah menjadi lautan luas yang menghalangi Buto Ijo. Namun raksasa kuat itu tetap berenang mengejar.

Akhirnya, Timun Mas menaburkan terasi. Dalam sekejap, tanah bergetar dan berubah menjadi lumpur panas yang menyala. Buto Ijo masuk ke dalamnya, menjerit kesakitan, dan perlahan tenggelam, lalu menghilang selamanya.

Timun Mas kembali ke rumah dengan aman. Mbok Srini memeluknya dengan penuh haru. Sejak saat itu mereka hidup bahagia tanpa rasa takut.

Moral cerita:

Keberanian, kecerdikan, dan doa yang tulus dapat mengalahkan kekuatan jahat. Kita juga harus selalu menghargai pengorbanan orang tua dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

9. Bawang Merah dan Bawang Putih

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis bernama Bawang Putih yang baik hati dan rajin. Ia tinggal bersama ibu tirinya dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang pemalas serta suka memerintah. Bawang Putih selalu melakukan semua pekerjaan rumah tanpa mengeluh, meski dirinya sering disakiti.

Suatu hari, Bawang Putih kehilangan pakaian ibunya yang hanyut di sungai. Ia berlari menyusuri aliran sungai hingga menemukan sebuah rumah kecil milik seorang nenek tua. Sang nenek berkata, “Kainmu ada padaku, tapi tolonglah bantu aku terlebih dahulu.”

Bawang Putih pun bekerja membantu nenek dengan tulus dan tanpa mengeluh. Setelah selesai, sang nenek memberikan dua pilihan: sebuah labu besar atau labu kecil. Bawang Putih memilih labu kecil karena ia tidak ingin merepotkan.

Setibanya di rumah, ibu tiri dan Bawang Merah sangat marah karena Bawang Putih hanya membawa labu kecil. Namun ketika labu itu dibelah, keluarlah emas yang berkilau dan permata indah. Mereka pun iri dan serakah.

Bawang Merah segera pergi mengikuti alur sungai dan berpura-pura kehilangan pakaian. Ia menemukan rumah nenek yang sama, tetapi ia bekerja dengan malas, kasar, dan tidak tulus. Ketika diberi pilihan labu besar atau labu kecil, ia langsung mengambil labu terbesar dengan tamak.

Sesampainya di rumah, ibu dan anak itu membelah labu tersebut dengan penuh antusias, berharap mendapatkan emas yang lebih banyak dari Bawang Putih.

Namun, yang keluar bukanlah emas—melainkan ular-ular besar, binatang buas, dan makhluk-makhluk mengerikan. Mereka berteriak ketakutan dan melarikan diri dari rumah.

Bawang Putih akhirnya hidup dengan damai, tanpa lagi mendapat perlakuan buruk. Ia menjadi gadis yang semakin bijaksana dan bahagia.

Moral cerita:

Kebaikan yang tulus akan selalu membawa kebahagiaan, sementara sifat iri hati dan keserakahan akan mendatangkan kesusahan. Kita harus selalu berbuat baik tanpa pamrih dan menghargai apa yang kita miliki.

Itulah beberapa contoh story telling bahasa Indonesia singkat yang bisa kamu pelajari. Cari tahu beragam artikel tentang bahasa Indonesia lainnya di blog Mamikos Info, ya!


Halaman:

Advertisement