Advertisement
Source : Freepik.com/@jcomp

11 Contoh Jenis Tanaman Sayuran Hidroponik Rumahan yang Cepat Panen dan Menguntungkan

Kamu bisa memanfaatkan lahan sempit di rumahmu untuk menanam secara hidroponik. Yuk, cari tahu sayuran apa saja yang cocok ditanam secara hidroponik di rumah!

22 Februari 2024 Citra

7. Sawi (Brassica rapa subsp. chinensis)

Sawi
Canva.com/@Mosart

Sawi termasuk contoh tanaman sayuran hidroponik yang memiliki banyak permintaan permintaan di pasaran.

Sawi sangat umum dikat jumpai saat memakan bakso, mie ayam, maupun steam boat, sehingga pertanian secara konvensional saja tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Sawi jika ditanam secara hidroponik dengan metode yang tepat memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu untuk dapat dipanen.

Kamu bisa menjajal menanam sawi di rumah dengan metode NFT, sistem rakit apung maupun sistem wick atau sumbu.

8. Brokoli (Brassica oleracea var. italica)

Brokoli
Canva.com/@sergheiplatonov

Brokoli adalah contoh tanaman sayuran hidroponik yang banyak dicari karena kandungan vitamin dan mineralnya yang sangat kaya.

Brokoli mengandung serat, vitamin C, K, A, B6, folat, mangan, folat, potassium yang menyehatkan tubuh.

Kamu bisa menanam brokoli di rumah secara hidroponik dengan menerapkan metode NFT, rakit apung dan hidroponik drip.

Jangan lupa biarkan tanaman ini mendapatkan sinar matahari selama 6-8 jam tiap harinya, ya. Jika perawatanmu tepat, kamu bisa memanennya 6-8 minggu setelah penanaman.

9. Kacang Panjang (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis)

Kacang Panjang
Canva.com/@PaulPellegrino

Kacang panjang dapat ditanam secara hidroponik dengan memilih varietas yang sesuai dan menggunakan media tanam seperti serat kelapa atau batu lava.

Pertumbuhan kacang panjang dalam sistem hidroponik memerlukan larutan nutrisi yang kaya akan unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

Sistem hidroponik yang disarankan adalah NFT atau rakit apung, dengan memastikan pencahayaan yang cukup dan pemangkasan teratur untuk merangsang pertumbuhan.

Panen dilakukan sekitar 60-70 hari setelah penanaman benih ketika polong masih muda.

10. Lobak (Raphanus sativus)

Lobak
Canva.com/@y-studio

Lobak adalah salah satu contoh tanaman hidroponik yang cocok dikembangkan dengan sistem NFT atau sistem rakit apung.

Lobak memiliki siklus hidup yang cepat sehingga dapat memberikan hasil panen dalam waktu relatif singkat, sekitar 30-60 hari saja.

Varietas lobak mini atau baby lobak sering kali dipilih untuk ditanam dalam wadah hidroponik karena ukurannya yang lebih kecil dan sesuai dengan ruang tumbuh dalam sistem hidroponik.

11. Cabai (Capsicum annuum)

Cabai
Canva.com/@ignartonosbg

Cabai adalah contoh tanaman yang cocok ditanam secara hidroponik, terutama varietas cabai mini atau cabai rawit.

Cabai membutuhkan lingkungan yang hangat dan berpencahayaan cukup untuk pertumbuhannya.

Dalam sistem hidroponik, cabai dapat ditanam dalam pot atau wadah dengan media inert seperti batu lava atau serbuk gergaji.

Jika kamu melakukan kontrol nutrisi dan pencahayaan dengan baik, maka kamu bisa memanen cabai hidroponik setiap 60-90 hari sekali.  

Halaman:

Advertisement