12 Contoh Tari Tunggal Berpasangan dan Kelompok beserta Gambarnya
Sudah tahu contoh-contoh tarian yang bisa dilakukan secara individu, berpasangan, dan berkelompok? Simak contoh tarian beserta gambarnya berikut ini.
5. Tari Gong

Tari Gong atau Tari Kancet Ledo merupakan tari tunggal putri yang berasal dari Kalimantan Timur dan ditemukan di suku Dayak.
Tidak jarang tari tersebut juga dibawakan oleh dua orang. Saat pementasan Tari Gong, selalu ada gong sebagai alat musik utama.
Para penari yang menampilkan Tari Gong akan mengenakan busana adat suku Dayak dengan tambahan properti penutup kepala yang dibuat dari bulu burung Enggang.
Dari Tari Gong, penonton bisa menyaksikan cerita tentang sikap dan kepribadian perempuan Dayak yang sopan, lemah lembut, serta gemulai.
Contoh Tari Berpasangan
Tari berpasangan adalah tari yang ditampilkan oleh dua orang secara bersamaan.
Pada tari tersebut, terlihat jelas adanya interaksi atau komunikasi antar penari. Contoh tari berpasangan yang ada di Indonesia antara lain:
1. Tari Zapin

Tari Zapin dari Riau merupakan jenis tarian tradisional berpasangan yang ditampilkan saat ada acara hiburan rakyat. Tari Zapin merupakan hasil perpaduan budaya Melayu dan budaya Arab pada zaman dulu.
Saat menyaksikan Tari Zapin, kamu juga akan melihat gerakan-gerakan bersifat filosofis yang menunjukkan adanya pola hidup masyarakat Melayu.
Selain itu, syair-syair yang mengiringi Tari Zapin pun memuat nilai-nilai keagamaan serta nilai-nilai pendidikan.
Gerakan Tari Zapin terdiri dari salam sebagai gerakan pembuka, gerakan inti, serta gerakan tahto atau penutup.
Ketiga gerakan tersebut masih dipecah lagi menjadi 19 gerakan yang lebih rinci, sehingga membuat Tari Zapin semakin kompleks.
2. Tari Payung

Tari Payung yang berasal dari Sumatera Barat termasuk tari berpasangan yang dulunya ditampilkan saat ada peringatan hari besar kerajaan Belanda.
Tari Payung dibawakan oleh muda-mudi dengan menggunakan payung.
Saat membawakan Tari Payung, biasanya pihak laki-laki yang lebih banyak menggunakan payungnya, sedangkan pihak perempuan lebih banyak menggunakan properti berupa selendang.
3. Tari Piring

Tari Piring berasal dari Minangkabau dan ditunjukkan dengan properti utama piring saat atraksi.
Nantinya, penari pada Tari Piring mengayunkan piring-piring dengan gerakan cepat serta teratur, sehingga penonton pun akan terpukau.
Gerakan yang lincah pada Tari Piring berasal dari langkah-langkah silek atau silat Minangkabau. Tari Piring biasanya ditampilkan saat panen sebagai bentuk syukur dan kegembiraan.
Halaman:
