Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan dan Fungsi

Posted in: Edukasi Informasi

PengertianTeks Anekdot, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan dan Fungsi – Pernahkah kamu membaca suatu cerita yang lucu, kemudian tertawa?. Bisa jadi yang kamu baca adalah teks anekdot. Teks tersebut biasanya ditemukan dalam buku, koran, majalah, atau media online. Berbagai macam tema yang terdapat pada teks anekdot pun bisa ditujukan untuk kalangan dari berbagai usia. Anak-anak hingga orang dewasa dapat membaca teks anekdot di kala luang untuk melepas penat atau sekadar menghibur diri.

Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan dan Fungsi

pixabay.com

Teks anekdot memiliki perbedaan ciri dengan teks yang lainnya. Jika kamu sering menghadapi berbagai macam jenis teks, kamu akan lebih mudah membedakannya. Namun, ternyata untuk membuat teks anekdot tidak semudah membaca teorinya. Kamu yang masih duduk di jenjang sekolah menengah mungkin tidak asing lagi dengan jenis teks anekdot. Bahkan, tidak jarang pada mata pelajaran bahasa Indonesia sang guru akan meminta siswanya membuat teks anekdot.

Teks anekdot memang cukup populer, sehingga tidak mengherankan jika kolom bertema anekdot banyak diminati. Kali ini Mamikos akan memberikan informasi seputar teks anekdot. Dengan memahami struktur, ciri-ciri, dan melihat contoh teks anekdot, kamu akan mendapatkan referensi.

Pengertian Teks Anekdot

Apa yang dimaksud dengan teks anekdot?

Terdapat beberapa pengertian tentang teks anekdot. Namun, ada pengertian teks anekdot yang biasa digunakan. Definisi teks anekdot adalah cerita singkat yang mengandung unsur lucu di dalamnya. Teks anekdot mempunyai maksud tertentu, yaitu untuk mengkritik. Maka tidak heran jika teks anekdot biasanya berkaitan dengan topik politik, layanan publik, lingkungan, dan isu-isu sosial.

Teks anekdot berasal dari Cina. Sebagai salah satu risalah klasik dalam kesusastraan Cina, anekdot saat ini sudah tersebar ke berbagai wilayah. Teks anekdot menarik karena dapat menjangkau banyak pembaca. Bahkan, pada teks anekdot juga terdapat kegetiran, kelucuan, keanehan, hingga kearifan hidup.

Teks anekdot mengandung humor, tetapi sebenarnya sedang mengkritik suatu fenomena. Teks anekdot memang tidak selalu panjang, bahkan bisa disajikan dalam bentuk dialog antara dua tokoh. Mereka bisa melakukan tanya jawab atau sekadar saling bercerita. Teks anekdot tidak hanya teks yang lucu dan membuat tertawa saja. Tapi, teks tersebut perlu memuat amanat atau pesan moral, sehingga pembaca mendapat pengetahuan dan pandangan baru.

Struktur Teks Anekdot

Struktur anekdot perlu kamu ketahui agar dapat membuat teks tersebut secara tepat dan akurat. Selain itu, dengan memahami struktru teks anekdot, teks yang kamu buat akan lebih rapi dan berbentuk. Secara umum, contoh struktur teks anekdot adalah sebagai berikut:

1. Abstraksi

Bagian struktur paling awal pada teks anekdot adalah abstraksi. Fungsi abstraksi yang terletak pada bagian awal paragraf akan memberikan gambaran teks secara umum, sehingga pembaca dapat membayangkan jalannya cerita.

2. Orientasi

Orientasi dalah bagian awal kejadian pada teks anekdot. Orientasi juga dapat digunakan untuk menjelaskan latar belakang kejadian atau peristiwa utama dalam teks anekdot.

3. Krisis

Setelah mendapatkan informasi pengenalan dari bagian abstraksi dan orientasi, pokok masalah utama disajikan pada bagian krisis. Penyajian krisis dilakukan secara unik dan tidak biasa. Bahkan, terkadang pada krisis terselip pengalaman pribadi penulis teks anekdot.

4. Reaksi

Pada bagian reaksi teks anekdot, diuraikan penyelesaian masalah. Cara untuk menyelesaikannya pun dilakukan secara unik dan tidak terduga. Semakin unik, teks anekdot akan semakin menarik.

5. Koda

Koda adalah bagian teks anekdot yang fungsinya menutup cerita. Koda terdapat pada bagian paling akhir teks anekdot.

Struktur teks anekdot bahasa Jawa juga menggunakan referensi kelima poin di atas. Hanya saja penggunaan bahasanya disesuaikan menjadi bahasa Jawa. Begitu pula teks anekdot yang akan dibuat menggunakan bahasa asing lainnya tetap menggunakan acuan struktur teks anekdot.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Dibandingkan dengan teks yang lain, teks anekdot memiliki perbedaan. Dengan melihat ciri-ciri khusus teks anekdot, kamu akan bisa membedakan teks ini dengan teks bahasa Indonesia lainnya. Ciri-ciri teks anekdot tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Bersifat Humoris Tetapi Kritis

Ciri khas teks anekdot adalah kisahnya yang lucu dan menggelitik. Tapi, selain bisa menghibur, teks anekdot yang penuh lelucon ternyata menyisipkan kritik atau sindiran. Penyampaiannya dilakukan secara kritis dan tidak asal-asalan. Dapat dikatakan bahwa teks anekdot adalah humor yang sengaja dibuat untuk menyindir masalah sosial, politik, atau isu yang sedang hangat.

2. Menyisipkan Kritikan

Teks anekdot tidak hanya sekadar cerita yang dibaca sambil berlalu saja. Sebab, pada teks tersebut termuat kritikan, baik yang ditujukan untuk masyarakat maupun pemerintah. Namun, teks anekdot yang dibuat dengan lucu membuat masyarakat dapat menerimanya.

3. Menggunakan Objek orang Penting

Pada teks anekdot ditampilkan tokoh penting atau tokoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat ditemui di dunia nyata. Tidak heran jika objek yang dibicarakan atau menjadi tokoh pada teks anekdot adalah keluarga, pemerintah, atau artis.

4. Menggunakan Perumpamaan

Ciri kebahasaan teks anekdot seringkali menggunakan perumpamaan, bahkan mirip seperti dongeng. Kamu akan menemukan teks anekdot yang seperti karangan cerita imajinatif, tetapi ada tambahan kisah nyata yang terjadi di sekitar.

5. Menggunakan Kaidah Kebahasaan

Terdapat kaidah kebahasaan pada teks anekdot yang diterapkan. Pertama, biasanya digunakan kalimat pertanyaan retorik atau kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. Kedua, menggunakan kalimat perintah atau bersifat instruktif. Ketiga, menggunakan kata hubung dan kata kerja (verba). Keempat, menggunakan kata keterangan masa lalu. Kelima, teks ditulis urut berdasarkan waktu kejadian.

Tujuan Teks Anekdot

Teks anekdot yang lucu dan kritis memiliki beberapa tujuan, seperti:

1. Menghibur pembaca dengan cerita lucu.
2. Membuat pembaca tertawa.
3. Menggambarkan tokoh secara singkat.
4. Mengkritisi fenomena masyarakat.
5. Mencari solusi dan inovasi dari pembaca.

Fungsi Teks Anekdot

Teks anekdot tidak hanya sekadar teks biasa. Lebih dari itu, ada banyak fungsi dan kegunaan teks anekdot. Selain berfungsi untuk menghibur pembaca, teks anekdot juga bisa menjadi sarana mengkritik suatu fenomena, sekaligus mencari solusi. Disamping mendapatkan hiburan berupa cerita lucu, ide-ide baru akan muncul dari pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Kaidah kebahasaan pada teks anekdot berbeda dengan jenis teks lainnya, diantaranya:

  1. Menggunakan kata keterangan (adverb) yang bentuknya lampau
  2. Memakai kata kerja bentuk lampau
  3. Menggunakan metafora atau kiasan
  4. Menggunakan ungkapan bahasa yang dianggap lucu dan dapat membuat orang tertawa
  5. Menggunakan bahasa sehari-hari yang sifatnya informal
  6. Bersifat naratif
  7. Diceritakan secara runtut
  8. Menggunakan kata penghubung
  9. Menggunakan tanda baca sesuai aturan
  10. Menggunakan kata sifat
  11. Menggunakan kata benda
  12. Menggunakan kata majemuk
  13. Menggunakan kata seru untuk ekspresi kaget, kagum, dsb (agar lebih ekspresif)
  14. Dapat dilengkapi dengan pertanyaan retorik
  15. Memadukan fakta dan kejadian atau hanya menceritakan hal-hal unik

Contoh Teks Anekdot

Masih bingung dengan penerapan kaidah teks anekdot dan menerapkan strukturnya pada teks secara langsung?. Berikut ini adalah contoh teks anekdot sebagai referensi.

Contoh Teks Anekdot 1: UAS

Mendekati masa ujian akhir semester, Kriwil penasaran dengan persiapan yang dilakukan teman-temannya. Karena penasaran dan ingin tahu persiapan apa saya yang tengah dilakukan, Kriwil bertanya pada Klimis.
Kriwil: Mis, udah siap buat UAS minggu depan?
Klimis: Belum siap sama sekali.
Kriwil: Lho, kamu nggak takut kalau nggak siap-siap sama sekali untuk UAS?
Klimis: Buat apa takut? UAS kan Ujian Asal Silang.
Kriwil: Terserah, deh.

Contoh Teks Anekdot 2: Tas Mahal

“Tas kamu bagus sekali, Maya!”. Ibu guru memuji muridnya yang saat itu sedang bersiap pulang ke rumah, “berapa harganya? Pasti mahal, ya.”
“Saya tidak tahu, Bu. Yang saya dengar, untuk membeli tas baru ini, ayah saya tidak merokok sebulan.”

Contoh Teks Anekdot 3: Kenyataan

“Apa yang sudah kamu pelajari di sekolah hari ini, Dik?” tanya seorang ayah pada anaknya yang duduk di kelas 4 SD.
“yang saya pelajari? Kenyataan, Ayah! Kenyataan kalau semua tugas sekolah yang dibantu ayah ternyata salah semua.” Jawab si anak dengan wajah sedih.

Contoh Teks Anekdot 4: Tidak Kurang

Seorang guru sedang menulis soal matematika di papan tulis.
“Anak-anak, Bapak punya sebuah soal. Diketahui jarak A ke B 10 kilometer, jarak B ke C 20 kilometer. Pertanyaannya, berapa jarak A ke C? Siapa yang bisa menjawab?”
“Saya, Pak!” seorang anak mengangkat tangan.
“Ya, coba dijawab berapa jaraknya.”
“Tidak kurang dari 2 meter, Pak!” jawabnya. Sang guru terkejut.
“Tidak kurang dari 2 meter?” guru mengulang kembali jawaban muridnya.
“Ya, Pak. Papan tulis yang dipakai Bapak itu Cuma 2 meter, kan?”

Contoh Teks Anekdot 5: Belum Meninggal

Seorang anak laki-laki penasaran mendatangi seorang dukun yang terkenal. Dia ingin sekali melihat, sekaligus membuktikan kepintaran sang dukun. Melihat kedatangan anak laki-laki, sang dukun sangat gembira. Dia lalu bertanya dengan arwah siapa si anak ingin bicara karena dukun tersebut mengatakan dirinya dapat berhubungan secara langsung dari akhirat.
“Kakek saya!” jawab anak laki-laki bersemangat.
“Baiklah. Mudah sekali,” sang dukun lalu membaca mantra dan melakukan meditasi. Beberapa saat kemudian, suara dukun berubah parau, “Aku kakekmu, Budi. Apa yang kamu inginkan?”
“Anu, Kek. Saya cuma mau tanya, apa yang kakek lakukan di akhirat?” tanyanya polos, “bukannya Kakek belum meninggal?”

Contoh Teks Anekdot 6: Amanat

Dalam keadaan sakit parah, seorang ayah mewasiatkan permintaan pada anaknya.
“Kalau ayah meninggal, tolong kuburkan ayah di samping kanan kuburan ibumu, ya.”
“Baik. Tapi apakah ayah mau dikubur di dalam air? Bukankah di sebelah kanan makan ibu adalah sungai?”

Contoh Teks Anekdot 7: Mendapatkan Untung

Boni: Setiap ada pengamen yang datang ke rumahku, ibu selalu memberikan sedekah. Lalu aku mendapatkan keuntungan.
Budi: Bagaimana caranya?
Boni: Mudah saja. Setiap ibu memberi 5000, kuberikan pada pengamen separuhnya. Dengan cara itu bukankah aku akan mendapatkan keuntungan?

Contoh Teks Anekdot 8: Kabar Gembira

Sepulang dari sekolah, Boni berlari-lari dengan gembira menghampiri orang tuanya. Ia berkata, “Ibu, Ayah, saya membawa kabar gembira untuk kalian!”
“Kabar gembira karena kamu naik kelas dan mendapatkan ranking 1, Nak?” tanya sang ibu penasaran.
“Bukan, Bu. Kabar gembira kalau tahun ini Ibu dan Ayah tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku sekolah. Kata bu guru, saya masih setahun lagi harus tinggal di kelas yang sama.”

Contoh Teks Anekdot 9: Tidak Boleh

“Habiskan makanan sayur yang sudah ibu masak untuk kamu. Bagaimanapun juga, kamu harus banyak makan sayur agar sehat,” kata seorang ibu pada anaknya yang kurus. Anaknya tidak suka makan sayur.
“Tapi, Bu, bukannya Ibu sendiri yang bilang kalau kita tidak boleh memaksakan kehendak pada orang lain?”

Contoh Teks Anekdot 10: Lipstik

“Benda apa yang ukurannya kecil, tapi sangat berbahaya?” tanya seorang guru pada muridnya.
“Lipstik, Pak!” sahut seorang murid dengan kencang.
“Lipstik? Tidak mungkin!” jawab pak guru.
“Coba saja. Kalau Bapak tidak percaya, simpan saja lipstik di dalam tas Bapak. Pasti istri bapak langsung ngamuk,”

Demikian informasi tentang contoh teks anekdot, struktur, ciri ciri, tujuan dan fungsinya. Kamu sudah tidak perlu bingung lagi apabila dihadapkan dengan jenis teks anekdot. Bahkan, kamu dapat membuatnya sendiri atau memodifikasi dari contoh yang sudah diberikan. Gunakan anekdot untuk mencairkan suasana atau mengakrabkan diri dengan teman-temanmu. Apabila sudah terbiasa membuat teks anekdot, cobalah untuk mengirimkannya ke berbagai media cetak agar dimuat. Selamat mencoba!


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah