5 Contoh Teks Anekdot Dalam Kehidupan Sehari-Hari

5 Contoh Teks Anekdot Dalam Kehidupan Sehari-Hari – Teman-teman, apakah kamu sering mendengar atau membaca cerita dan dialog yang lucu, tapi pembahasannya sangat relate dengan kehidupan kita? kemudian saat kamu tertawa, kamu juga mengatakan “Oh, iya juga, ya”. Kalau kamu sering mendengar atau membaca topik seperti itu, bisa jadi itu adalah teks anekdot. Apa itu teks anekdot?

Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-Hari

foto.kontan.co.id

Siswa/siswi SMA/MA/SMK pasti cukup mengenal topik teks anekdot. Sudah pasti,  teks anekdot adalah salah satu jenis teks bacaan dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang dipelajari pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas. Bagi kamu yang belum mempelajari atau lupa dengan pembahasan teks anekdot, kita akan pelajari bersama topik tersebut pada kesempatan ini. Yuk, langsung saja kita mulai. 

Pengertian Teks Anekdot

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang-orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Menurut Setiawan (1990), Teks anekdot merupakan cerita narasi ataupun dialog yang lucu dengan berbagai tujuan, baik hanya sekedar untuk hiburan atau senda gurau, sindiran atau kritik secara tidak langsung. Hal-hal yang aneh dan nyeleneh dapat dijadikan humor sehingga tidak menutup kemungkinan segala hal yang ada di dunia ini biasa dijadikan sebagai bahan lelucon.

Menurut Cuddon J.A (1992), Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik yang mungkin menggambarkan kejadian/peristiwa orang sebenarnya.

Menurut Prasetyo, Anekdot merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat, pelaku atau partisipan di dalamnya juga tidak harus orang penting.

Secara umum, teks anekdot diartikan sebagai cerita singkat yang didalamnya mengandung unsur kelucuan dan digunakan untuk menyampaikan kritikan. Selain berbentuk cerita, teks anekdot juga dapat berupa dialog antar tokoh. Topik anekdot yang banyak dipakai seperti kritikan layanan publik, lingkungan sosial, politik, pemerintahan, gaya hidup, dan lain sebagainya. Selain memberi humor, teks juga harus memuat pesan moral, amanat, dan kebenaran secara umum.

Jadi, teks anekdot dibuat sebagai salah satu bentuk kritikan untuk menyampaikan realitas sosial dengan cara yang unik dan lucu. 

Struktur Teks Anekdot

1. Abstraksi 

Struktur teks anekdot paling pertama adalah abstraksi. Abstrak diletakan pada awal paragraf yang berfungsi untuk memberikan gambaran secara umum tentang ropik yang akan di bahas. 

2. Orientasi

Orientasi adalah cerita awal kejadian yang menerangkan latar belakang suatu peristiwa yang terjadi pada topik pembahasan. 

3. Krisis

Krisis merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama yang dikemas dengan cara yang unik dan lucu. Masalh yang dibahas dapat berangkat dari keresahan pembuat teks anekdot atau berdasarkan fakta-fakta yang umum terjadi di masyarakat. 

4. Reaksi

Reaksi adalah bagian yang berisi tentang upaya penyelesaian masalah. Cara-cara yang disampaikan berupa solusi yang seharusnya dilakukan

5. Koda

Struktur teks anekdot yang terakhir adalah Koda. Koda adalah  bagian yang menutup cerita dalam teks.

Kaidah-kaidah Teks Anekdot

  1. Memakai pertanyaan dengan keterampilan bahasa yang kreatif dan efektif atau retorik.
  2. Menulis sesuai struktur, yaitu diawali dengan abstrak dan diakhiri dengan koda.
  3. Menyatakan peristiwa dan bagian dari peristiwa dengan menggunakan konjungsi.
  4. Memakai kata keterangan waktu lampau.
  5. Memakai kata predikat atau kata kerja.
  6. Memakai kalimat yang berbau perintah.
  7. Dibuat secara berurut dan kronologis.

Cara Membuat Teks Anekdot

  1. Pertama, kamu menentukan topik sebagai masalah yang akan disorot.
  2. Selanjutnya, kamu menentukan tokoh terkait.
  3. Setelah itu, tinggal menentukan peristiwa yang menjadi latar belakang.
  4. Lalu, kamu merinci peristiwa dalam alur anekdot yang meliputi abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
  5. Kemudian, mengembangkan kerangka anekdot menjadi sebuah cerita yang utuh.
  6. Terakhir, kamu tinggal melakukan penyuntingan.

Ciri-ciri Umum Teks Anekdot

Berikut merupakan ciri-ciri teks anekdot yang membedakan dengan teks lainnya. 

  1. Berupa Teks yang Mendekati Perumpamaan. Perumpamaan pada teks anekdot mendekati bentuk dongen seperti karangan cerita yang berdasar pada imajinasi. Namun, didalamnya tetap mengandung unsur kenyataan yang terjadi di masyarakat. 
  2. Menampilan tokoh-tokoh. Teks anekdot biasanya menampilkan tokoh-tokoh yang dekat  dengan peristiwa sehari-hari seperti pejabat, elit politik, pemimpin organisasi/partai, dan tokoh lainnya. Namun, dengan perkembangan zaman, tokoh-tokoh yang dimunculkan dapat berupa tokoh fiktif namun tetap menyinggung peristiwa yang berkembang dalam masyarakat. 
  3. Memiliki sifat Humoris. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa teks anekdot adalah cerita lucu yang digunakan untuk menyampaikan kritikan. Oleh sebab itu, teks anekdot harus memberikan hiburan yang mengundang gelak tawa pembacanya karena menggelitik. Namu, tetap tujuan utamanya adalah untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum.
  4. Terselip kritikan atau sindiran secara alami. Tujuan utama utama untuk menyampaikan kritikan atau sindiran harus tetap tercapai dalam teks anekdot. Oleh sebab itu, materi tersebut harus masuk kedalam cerita lucu yang disampaikan dengan cara disisipkan dalam setiap cerita atau dialog. 

Ciri Kebahasaan Teks Anekdot

  1. Menggunakan kalimat yang menyatakan masa lalu
  2. Menggunakan kalimat retoris
  3. Menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu dan konjungsi yang menyatakan sebab-akibat.
  4. Menggunakan kata kerja asli
  5. Menggunakan kalimat seru.

Contoh Teks Anekdot 1 – Emas Sea Games 

Pada suatu sore, Andi bersama bapaknya sedang menonton pertandingan Sea Games cabang olahraga karate antara Indonesia dan Belgia di Televisi. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Indonesia sehingga berhasil membawa pulang medali emas. Menyaksikan kemenangan tersebut, Andi sangat senang. Ia bersorak hingga melompat-lompat di kursi sofa. Bapaknya Andi juga senang dengan kemenangan tersebut, jadi ia berpikir bahwa kegembiraan yang dirasakan anaknya adalah hal yang biasa saja. 

Keesokan harinya, pada sore hari, sedang berlangsung pertandingan cabang olahraga renang putri. Andi yang baru pulang les Bahasa Inggris sedang melihat bapaknya menonton pertandingan tersebut. Andi lalu bertanya, “Pak, sudah berapa emas yang didapat Indonesia sekarang?’, jawab bapaknya “Masih 13, nih”. Respon Andi, “yah, kok tidak bertambah. Tolong beritahu Andi kalau emasnya bertambah ya, pak. Andi temani ibu ke warung dulu.” Jawab Bapa Andi “ya, hati-hati.”

Keesokan harinya, Andi melakukan hal yang sama, yaitu bertanya berapa medali emas yang sudah diperoleh tim Indonesia dalam Sea Games. Namun, andi sama sekali tidak ingin menonton pertandingannya, ia justru pergi bermain sepeda bersama teman-temannya. Setiap bersepeda melewati rumahnya, Andi mampir dan bertanya kepada bapaknya, “Sudah bertambah belum pak?” Bapaknya Andi bingung, kenapa Andi penasaran dengan perolehan emas, tapi tidak langsung menonton sendiri pertandingannya.

Saat hari mulai malam dan andi pulang bermain sepeda, Bapaknya Andi berkata “Emasnya bertambah satu, nak.” “Hah, cuma satu pak?” Timpal bapaknya Andi, “Kamu ini kenapa penasaran sekali dengan perolehan emas, langsung nonton sendiri saja kali penasaran”. Jawab Andi, “Tidak, ah pak. Andi tidak tertarik dengan pertandingannya. Andi senang kalau Indonesia bisa mendapat emas yang banyak karena dari Sea Games Indonesia bisa kebagian emas. Sedangkan dari Papua, Indonesia tidak pernah kebagian emas.”

Bapaknya Andi yang sedang menghadap laptop sambil mendengarkan celoteh anaknya, tiba-tiba berpaling menatap Andi dengan sedikit gelak tawa dan rasa tidak percaya dengan pemikiran dan sikap anaknya beberapa hari ini. Ternyata Andi memiliki perhatian yang cukup dalam menyikapi permasalahan tambang emas di Papua. 

Contoh Teks Anekdot 2 – Obat Sakit Kepala 

Di suatu hari pada bulan puasa, ada sosok kakek yang hidup bersama dengan cucunya yang sedang asyik menikmati menonton televisi.

Si kakek seperti biasa sedang menonton acara favoritnya yaitu “Si Boy”. Setiap dua puluh menit sekali selalu muncul iklan, dan salah satu iklan yang muncul adalah iklan obat sakit kepala. Di dalam Iklan tersebut disebutkan bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja.

Ketika sedang asyik-asyiknya menonton tv, kemudian si kakek mendadak muncul rasa sakit di kepalanya. Kemudian si kakek memanggil cucunya yang sedang enjoy bermain di kamar dan menyuruhnya supaya membelikan obat sakit kepala untuknya. Dan setelah cucunya tiba di rumah, maka tidak menunggu lama, si kakek pun langsung meminum obat tersebut.

Merasa ada yang aneh, si cucu tersebut kemudian bertanya kepada si kakek, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat Kek?”.

Dengan penuh percaya diri dan sama sekali tidak ragu-ragu, dan seakan tidak merasa berdosa, maka si kakek pun menjawab, “Itulah hebatnya obat bodr*x ini cu, bisa diminum kapan saja!”.

Contoh Teks Anekdot 3 – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 

Malam hari saat ada hujan gerimis, di sebuah pos ronda ada dua orang pemuda sedang berbincang-bincang.

Dudung: Sekarang yang namanya wakil rakyat itu bukannya menyejahterakan rakyat tapi malah mensejahterakan diri sendiri.

Indra: Dan yang lebih parahnya lagi yaitu banyak yang terlibat kasus korupsi.

Dudung: Parah memang bro. Sekarang rakyat makin susah, dan wakil rakyat malah makin makmur. Banyak rakyat yang hanya bisa hidup di jalanan, sementara wakil rakyat pada hidup dan tinggal di rumah mewahnya. Betapa sejahtera sekali mereka yang duduk di kursi DPR.

Indra: Tapi bro, kalau dipikir-pikir sih wakil rakyat itu berarti mewakili rakyat.

Dudung: Ya memang.

Indra: Mereka kan mewakili rakyat. Partinya, rakyat mau kaya, sudah diwakili sama wakil rakyat. Rakyat mau punya rumah mewah, sudah diwakili sama wakil rakyat. Bahkan, rakyat yang mau berantem pun sudah diwakili sama mereka.

Dudung: Hahaha, tapi yang berantem itu maksudnya apa?

Indra: Ituloh, waktu sidang kan mereka tidak jarang pada berantem.

Dudung: Hahaha bener juga bro.

Contoh Teks Anekdot 4 – Gusdur di Tanah Abang 

Gus Dur sedang naik pesawat kepresidenan menjamu presiden AS dan Perancis keliling dunia.

Ketika sampai di AS, presiden AS mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di New York.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak patung Liberty bisa saya pegang.”

Ketika sampai di Perancis, presiden Perancis mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Paris.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak menara eiffel bisa saya pegang.”

Ketika sampai di Indonesia, presiden Gus Dur mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Tanah Abang.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, jam tangan saya hilang kecopetan.”

Contoh Teks Anekdot 5 – Calo Membuat SIM 

Jacky sudah 4 kali bolak-balik ke kantor polres karena tidak lolos tes teknik dasar kendaraan bermotor untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi  (SIM). Ia selalu berhasil melewati di tes lurus dan zigzag, tapi selalu gagal di tes angka delapan. Saat nongkrong di pos ronda bersama Dimas, Jacky menceritakan pengalamannya tersebut. 

Jacky: Dim, aku sudah 4 kali bolak-balik ke kantor polisi untuk bikin SIM, tapi selalu gagal. Jadi putus aku ini. 

Dimas: Masalahnya apa Jack?

Jacky: Aku selalu gagal di tes angka 8, kakiku past jatuh-jatuh menyentuh tanah. Bagaimana ini Dim?

Dimas: Sudahlah Jack, ikuti caraku mengambil yang sehari jadi. Kamu tidak perlu repot-repot ikut tes. 

Jacky: Kamu enak, Dim. Kenalan calo di kantor polres banyak. Kenalin aku satu,lah!

Dimas: Sebenarnya aku itu tidak kenal mereka Jack.

Jacky: Loh, kok bisa?

Dimas: Orang-orang yang ada disana semuanya calo, Jack. hahaha

Jacky: Oh, iya. Benar juga kamu, Dim. Kita sama-sama butuh, kan. 

Itu dia 5 contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari hari. Banyak sekali topik dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kamu gunakan untuk membuat teks anekdot. Mulailah berlatih dengan membuat cerita lucu yang menggelitik, tapi mampu membuat orang tertawa dan  berkata “Oh, iya ya.” Secara tidak langsung, teks anekdot dapat mengingatkan kepada kita mengenai fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita tidak perlu terlalu sensitif menanggapinya. 


Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah