Contoh Teks Diskusi tentang Sampah Singkat Beserta Strukturnya yang Baik dan Benar
Inilah 3 contoh teks diskusi tentang sampah, mulai dari sampah plastik, sampah organik, dan sampah yang dibuang sembarang. Ketahui juga seperti apa struktur teks diskusi yang benar.
Sampah yang menumpuk tidak hanya menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir, tapi juga bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit lho. Salah satunya adalah penyakit gatal pada kulit.
Sifat sampah plastik yang tidak mudah terurai membuatnya bisa tetap ada di lingkungan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.
Inilah mengapa sistem pembuangan dan pengelolaan sampah plastik masih menjadi isu utama di berbagai negara seperti salah satunya Indonesia.
Argumen yang Mendukung (Pro)
Sebagian orang menganggap kalau sampah-sampah plastik bukan lagi hal yang dibutuhkan sehingga cara pembuangannya adalah dengan dibakar.
Bukan itu saja, ada juga orang yang langsung membuangnya ke lingkungan di sekitar. Misalnya langsung melempar botol plastik bekas minuman ke sungai atau pinggir sungai.
Cara ini tentunya ditentang oleh para pecinta lingkungan hidup karena memang bukan solusi dari sampah plastik tapi justru bisa mendatangkan bencana yang lebih besar, misalnya saja banjir.
Sedangkan sampah plastik yang dimusnahkan dengan cara dibakar bisa membuat udara menjadi tercemar, mulai dari bau asap tak sedap hingga asap yang bisa membuat lapisan ozon makin menipis.
Argumen yang Menentang (Kontra)
Solusi dari sampah plastik menurut para pemerhati lingkungan hidup adalah dengan didaur ulang sesuai cara yang tepat.
Secara garis besar, ada enam tahapan dalam proses daur ulang sampah plastik, yaitu:
- Mengumpulkan sampah plastik di satu wadah atau lokasi yang sama.
- Memilah / sortir sampah plastik berdasarkan kategori tertentu, misalnya kandungan resin, jenis material plastik, warna plastik, atau cara pembuatan dari produk plastik tersebut.
- Proses selanjutnya adalah mencuci seluruh sampah plastik agar segala hal yang menempel termasuk sisa makanan / minuman, label, lem perekat label, dan jenis kotoran lain bisa hilang.
- Selanjutnya, sampah masuk ke dalam proses resizing (sampah dipotong menjadi serpihan yang lebih kecil) untuk memudahkan pembentukan produk plastik baru.
- Setelah resizing, serpihan sampah plastik kembali dipilah berdasarkan kepadatan serpihan. Ada dua cara yang umum dilakukan, yaitu pengujian di dalam air atau dengan air classification (pengujian udara).
- Langkah terakhir adalah meleburkan serpihan plastik sehingga terciptakan material baru. Selanjutnya materi ini dibawa ke perusahaan manufaktur plastik untuk dibuat menjadi produk plastik yang baru.
Halaman:
