Advertisement
Source : pixabay/NoName_13

Contoh Teks Eksplanasi tentang Fenomena Alam Hujan dan Kemarau

Penulisan contoh teks eksplanasi perlu memperhatikan beberapa hal, seperti gagasan utama, kalimat utama dan penjelas, unsur paragraf.

2 September 2025 Nana

Contoh Teks Eksplanasi tentang Fenomena Alam Hujan dan Kemarau β€” Ada ulasan menarik mengenai contoh teks eksplanasi hujan dan kemarau lengkap beserta pembahasan strukturnya di artikel Mamikos kali ini.

Dalam kajian bahasa Indonesia, ada beragam jenis penulisan teks. Secara umum, teks dapat didefinisikan sebagai wacana lisan yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Yuk, simak uraian lengkapnya mengenai contoh teks eksplanasi fenomena alam di bawah ini! πŸ“–πŸ˜Šβœ¨

Simak Uraian Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Fenomena Alam Hujan dan Kemarau
pixabay/NoName_13
19+ Contoh Teks Eksplanasi Singkat beserta Struktur dan Cara Membuatnya [Lengkap]

Ada beragam jenis teks yang memiliki ciri masing-masing dan tujuan berbeda-beda. Misalnya teks berita, argumentasi, deskripsi, narasi, eksplanasi, dan sebagainya.

Jadi, kali ini kami akan mengajak kamu mempelajari apa itu teks eksplanasi.

Selain itu, kami juga akan memberikan contoh dengan tema hujan dan kemarau agar bisa kamu jadikan sebagai referensi belajar menulis teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi dan Karakteristiknya

Untuk memahami contoh teks eksplanasi hujan dan kemarau dengan baik, kamu perlu mempelajari hal-hal dasar seputar jenis teks itu sendiri. Sesuai namanya, eksplanasi berarti menjelaskan.

Dengan demikian, secara singkat dapat dipahami bahwa jenis naskah satu ini berisi tentang informasi dan penjelasan-penjelasan.

Lantas, apa yang dijelaskan dalam naskah ini? Jenis naskah ini berisi tentang penjelasan akan suatu fenomena.

Penjelasannya mencakup mengapa dan bagaimana suatu fenomena bisa terjadi.

Fenomena yang dimaksud antara lain fenomena alam, fenomena sosial, fenomena budaya, dan lainnya. Misalnya hujan, pelangi, gempa bumi, kriminalitas, cyberbullying, dan sebagainya.

Contoh teks eksplanasi hujan dan kemarau ditulis dari sudut pandang ilmiah.

Informasi yang disajikan harus faktual (berdasarkan fakta) dan merujuk pada ilmu pengetahuan. Misalnya fenomena hujan dijelaskan dari perspektif ilmu geografi.

Fenomena cyberbullying dijelaskan melalui sudut pandang ilmu sosiologi dan psikologi. Fenomena budaya mudik Lebaran di Indonesia dijelaskan melalui sudut pandang ilmu sejarah dan antropologi, serta lain sebagainya.

Teks eksplanasi memiliki sejumlah karakteristik khas yang membedakannya dari jenis teks lainnya, yaitu:

  • Memuat informasi dan penjelasan yang bersifat faktual (berdasarkan fakta)
  • Membahas sebuah fenomena, bisa fenomena alam, sosial, budaya seperti contoh teks eksplanasi hujan dan kemarau
  • Informasi yang disajikan bersifat keilmuan (berhubungan dengan ilmu pengetahuan)
  • Bersifat informatif
  • Pembahasan fokus pada hal umum (generik)
  • Tidak ditulis untuk mempengaruhi pembaca agar menerima dan setuju dengan gagasan yang disampaikan
  • Memuat hubungan sebab akibat

Tujuan dari Penulisan Teks Eksplanasi

Penulisan jenis naskah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang suatu fenomena atau peristiwa kepada pembacanya.

Sebagai contoh, dalam teks eksplanasi hujan dan kemarau akan berisi penjelasan tentang proses terjadinya fenomena hujan dan kemarau.

Naskah tersebut disusun berdasarkan prinsip sebab akibat untuk memberikan penjelasan suatu proses mengapa dan bagaimana terjadinya sebuah peristiwa.

Ini berarti, teks eksplanasi berisi penjelasan mengenai kejadian yang diakibatkan oleh kejadian lain sebelumnya.

Penulisan jenis teks ini bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca tentang proses sebuah peristiwa berdasarkan fakta-fakta ilmiah. Dengan begitu, pembaca akan memperoleh pengetahuan, wawasan, serta pemahaman terkait peristiwa tersebut.

Tema pembahasan pada teks eksplanasi biasanya bersifat generik atau umum dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Sebagai contoh, teks eksplanasi hujan dan kemarau. Dua fenomena tersebut tentu sangat dekat dengan kita.

Namun belum tentu kamu mengetahui rangkaian sebab akibat hingga yang menimbulkan terjadinya hujan dan kemarau.

Nah, melalui teks eksplanasi inilah kamu dapat memperoleh informasi faktual dan ilmiah. Dengan demikian, tujuan penulisan teks eksplanasi antara lain:

  • Memberikan penjelasan tentang proses suatu fenomena secara ilmiah
  • Memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada pembacanya

Contoh Teks Eksplanasi Hujan dan Kemarau Beserta Pembahasan Strukturnya

Jadi, sekarang saatnya kamu mempelajari contoh teks eksplanasi dengan tema hujan dan kemarau yang akan kami berikan.

Mamikos akan membahas juga struktur penulisannya agar kamu mendapatkan pemahaman secara komprehensif.

1. Contoh teks eksplanasi tentang fenomena alam hujan

Berikut ini adalah contoh teks eksplanasi hujan dan kemarau untuk tema hujan dengan pembahasan proses terjadinya fenomena alam hujan.

Contoh Teks Eksplanasi Akibat Pemanasan Global dan Strukturnya

Proses Terjadinya Hujan

Jumlah air di bumi berlaku sesuai dengan siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air secara terus menerus dari atmosfer ke bumi lalu kembali lagi ke atmosfer.

Siklus hidrologi melalui beberapa proses, yakni evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Proses presipitasi dalam siklus hidrologi menghasilkan hujan. Hujan merupakan fenomena alam yang merupakan proses presipitasi berwujud cairan yang jatuh ke permukaan bumi.

Panas matahari yang mengenai bumi membuat molekul air di daratan maupun perairan mengalami penguapan dan naik ke atmosfer. Proses ini disebut dengan proses evaporasi.

Penguapan air juga terjadi pada tumbuhan melalui stomata dan mulut daun yang disebut proses transpirasi. Saat terjadi transpirasi, uap air juga naik ke atmosfer. Perbedaan suhu di atmosfer menyebabkan terjadinya proses kondensasi.

Kondensasi adalah perubahan uap air menjadi air akibat pendinginan yang disebabkan perubahan suhu di atmosfer. Saat uap air naik ke ketinggian, suhu menjadi lebih rendah. Kemudian uap tersebut mendingin dan disimpan dalam awan.

Saat awan pembawa uap air bergerak ke suhu lebih rendah, akan terjadi presipitasi. Yaitu jatuhnya uap yang terkondensasi ke permukaan bumi sebagai hujan. Pada suhu di bawah 0 derajat celcius, butiran air akan terjatuh sebagai hujan salju.

Hujan adalah fenomena alam yang bermanfaat namun bisa juga membahayakan manusia. Hujan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air untuk memenuhi kebutuhan.

Mulai dari air minum, memasak, pertanian, industri, pembangkit listrik, dan lainnya. Di sisi lain, tingginya intensitas curah hujan bisa meningkatkan risiko terjadinya banjir dan tanah longsor.

Halaman:

Advertisement