Contoh Teks Eksposisi 2, 3, 4, 5 Paragraf Bahasa Indonesia yang Bisa Direferensi
Contoh teks eksposisi 2, 3, 4, 5 paragraf berbagai jenis dapat dijadikan referensi agar hasilnya lebih baik. Seperti teks eksposisi definisi, proses, dan lainnya.
Penegasan ulang:
Pembelajaran berbasis skill membuat siswa SMK memiliki keterampilan berkualitas unggul dan siap terjun ke dunia kerja setelah lulus. Itulah mengapa semakin banyak orang memilih SMK agar bisa langsung bekerja.
Contoh Teks Eksposisi Pertentangan
Eksposisi pertentangan adalah teks atau paragraf yang isinya menjelaskan pertentangan suatu objek dengan objek lainnya.
Pertentangan antara Performa Tim Sepak Bola Sekolah
Berikut ini adalah contoh teks eksposisi 2, 3, 4, 5 paragraf pertentangan tentang perbedaan performa tim sepak bola antara dua sekolah yang tersaji dalam 4 paragraf.
Tesis:
Pada musim lalu, Liga Sepakbola Sekolah dihiasi oleh persaingan sengit antara SMAN 7 dan SMAN 12. Namun, persaingan tersebut tidak terlihat di musim ini karena adanya penurunan performa salah satu tim.
Argumentasi:
Pada tujuh pertandingan terakhir, SMAN 7 meraih hasil gemilang dengan lima kemenangan dan 2 hasil imbang. Bahkan, tiga diantara lima kemenangan yang diraih, mereka mencatatkan clean sheet alias tidak kebobolan satu gol pun sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, SMAN 12 justru mencatatkan hasil yang kurang memuaskan. Di tujuh pertandingan awal mereka hanya dua kali menang, dua kali imbang, dan tiga kali mengalami kekalahan. Gawang SMAN 12 bahkan sudah kebobolan 13 gol.
Penegasan ulang contoh teks eksposisi 2, 3, 4, 5 paragraf:
Dengan hasil positif, SMAN 7 perlu menjaga performanya agar tetap maksimal. Sebaliknya, SMAN 12 harus melakukan evaluasi agar mendapat hasil lebih baik. Bagaimanapun, peningkatan maupun penurunan performa tentu pernah dialami oleh semua tim.
Pertentangan antara Orang Tua dan Anak
Berikut adalah contoh teks eksposisi pertentangan yang disajikan dalam 4 paragraf.
Tesis:
Perbedaan pendapat antara anak dan orang tua adalah hal klasik dalam keluarga. Tidak jarang orang tua memberikan arahan kepada anaknya dalam mengambil suatu keputusan. Sedangkan, anak memiliki pertimbangan sendiri sehingga bisa menimbulkan perdebatan.
Argumentasi contoh teks eksposisi 2, 3, 4, 5 paragraf:
Orang tua cenderung memiliki pemikiran sendiri untuk masa depan anak. Ini berhubungan erat dengan usia, kematangan cara berpikir, pengalaman hidup yang tentunya lebih panjang, dan hidup di era berbeda. Sehingga, kerap menghasilkan keputusan yang sulit diterima anak.
Di sisi lain, anak juga memiliki keinginannya sendiri berdasarkan minat serta kesenangannya. Di usia muda, anak cenderung menggebu-gebu dan emosinya masih meledak-ledak. Mereka biasanya berpegang teguh dengan pemikirannya dan tidak ingin, dalam tanda kutip, diatur.
Misalnya, ketika kuliah kebanyakan orang tua meminta anaknya memilih jurusan untuk profesi formal seperti dokter, pengacara, dan lainnya. Sementara anak, di era modern, memiliki pemikiran sendiri untuk menentukan masa depannya sehingga banyak yang menolak permintaan orang tua.
