5 Contoh Teks Negosiasi di Sekolah antar Teman dan Guru beserta Strukturnya Lengkap
Ingin tahu contoh-contoh teks negosiasi di sekolah antar teman dan guru? Simak artikel tentang contoh dan strukturnya berikut ini.
3. Membeli Makanan di Kantin
Proses negosiasi tentang jual beli bisa ditemukan ketika siswa membeli makanan di kantin. Pada proses tersebut, dialog antara penjual makanan di kantin dan siswa terjadi.
Pada teks di bawah ini, ada seorang siswa bernama Benten yang setiap istirahat selalu menyempatkan diri untuk membeli makanan ringan di kantin.
Sebagai siswa kelas 6 SD, ia hanya dibekali uang jajan Rp1000 per hari. Benten ingin membeli makanan yang murah tetapi membuat perutnya kenyang.
Benten: Selamat pagi, Bu. Jajanannya masih lengkap ya?
Ibu kantin: Iya, Nak. Alhamdulillah ini dapat setoran lagi dari supplier barusan.
Benten: Jajanan yang sering saya beli biasanya masih, Bu?
Ibu kantin: Wah, kebetulan sekali jajanan yang itu sudah habis. Beberapa menit yang lalu sudah diborong anak kelas 4.
Benten: Yah, kalau yang rasanya mirip seperti harum manis itu ada tidak, ya?
Ibu kantin: Ada. Ini rambut nenek. Warnanya macam-macam. Ada yang hijau, oranye, merah, ungu.
Benten: Biasanya tidak ada rambut nenek. Baru, Bu?
Ibu kantin: Iya ibu coba jual rambut nenek. Mau coba, tidak? Harganya Rp2000 per bungkus.
Benten: Saya hanya bawa uang jajan Rp1000 seperti biasa. Kalau beli harum manis kan ada kembalian permen. Tapi kalau untuk beli rambut nenek uang saya kurang, Bu
Ibu kantin: Kalau ibu jual Rp1500 bagaimana?
Benten: Uangnya tetap kurang, Bu. Kalau Rp1000 boleh tidak?
Nanti saya bantu promosikan ke teman-teman juga supaya mereka ikut beli.
Ibu kantin: Boleh kalau gitu. Khusus untuk Dik Benten saya beri Rp1000. Tapi besok harganya Rp2000 ya.
Benten: Siap, Bu. Terima kasih. Berarti saya beli rambut nenek Rp1000 ya. Ini uangnya
Ibu kantin: Sama-sama
4. Perpanjangan Waktu Pengumpulan Tugas
Menjelang akhir semester, siswa kelas IX mendapatkan banyak tugas dari berbagai mata pelajaran. Hal ini membuat beberapa siswa kesulitan mengatur waktu belajar dan penyelesaian tugas.
Ketua kelas: Selamat siang, Bu. Kami mau menyampaikan sedikit permohonan dari teman-teman kelas.
Guru: Selamat siang. Ada apa, ya?
Ketua kelas: Minggu ini kami mendapat banyak tugas dan juga harus mengikuti persiapan ujian praktik. Apakah waktu pengumpulan tugas Bahasa Indonesia bisa diperpanjang satu hari, Bu?
Guru: Bukankah tugas itu sudah diberikan sejak minggu lalu?
Ketua kelas: Iya, Bu. Sebagian besar sudah dikerjakan, tinggal dirapikan dan ditulis ulang. Teman-teman khawatir hasilnya kurang maksimal jika dikumpulkan hari ini.
Guru: Kalau begitu, bagaimana jika Ibu beri tambahan waktu satu hari saja, tetapi tidak boleh ada yang terlambat lagi?
Ketua kelas: Baik, Bu. Kami setuju dan akan mengumpulkan tepat waktu.
Guru: Iya, tolong sampaikan ke teman-teman.
Ketua kelas: Terima kasih, Bu.
5. Peminjaman Lapangan untuk Kegiatan Kelas
Kelas XI berencana mengadakan latihan pentas seni untuk acara perpisahan sekolah. Namun, jadwal penggunaan lapangan sekolah sudah cukup padat sehingga perlu dilakukan negosiasi dengan pihak guru.
Ketua kelas: Selamat sore, Pak. Saya mewakili teman-teman kelas XI ingin meminta izin.
Guru: Selamat sore. Izin apa, ya?
Ketua kelas: Kami berencana menggunakan lapangan sekolah untuk latihan pentas seni sepulang sekolah. Apakah kami boleh memakainya selama satu minggu ke depan, Pak?
Guru: Lapangan biasanya dipakai untuk kegiatan ekstrakurikuler. Kalian mau latihan jam berapa?
Ketua kelas: Kami rencananya latihan mulai pukul 15.30 sampai 17.00, Pak, setelah kegiatan ekstrakurikuler selesai.
Guru: Kalau sampai jam 17.00 masih memungkinkan. Tapi lapangan harus dibersihkan kembali setelah digunakan.
Ketua kelas: Baik, Pak. Kami siap membersihkan dan bertanggung jawab penuh.
Guru: Kalau begitu, silakan digunakan sesuai jadwal yang sudah kalian sampaikan.
Ketua kelas: Terima kasih banyak, Pak.
Halaman:

