2 Contoh Teks Stand Up Comedy yang Lucu Bikin Ngakak untuk Pemula
Kamu sedang mencari inspirasi maupun referensi untuk materi stand up comedy pemula? Temukan di artikel berikut ini.
Contoh Teks Stand Up Comedy yang Lucu
Setelah mengulas seluk beluk stand up comedy dan teknik-teknik yang ada pada stand up comedy, kini waktunya kita sampai pada sajian contoh teks stand up comedy yang lucu.
Teks stand up comedy di bawah ini bisa kamu jadikan sebagai inspirasi atau rujukan, dan pastikan kamu mengolahnya.
Jangan sampai materi stand up comedy kamu murni menjiplak karena dapat membuat nama kamu justru tercoreng.
Sebab, aspek pertama dan paling penting yang dinilai pada stand up comedy adalah originalitas.
Di beberapa kasus, teks stand up comedy juga bisa dibilang sebagai ‘materi stand up comedy’.
Berikut adalah tiga contohnya untuk teks stand up comedy yang lucu bikin ngakak untuk pemula.
Contoh Teks Stand Up Comedy yang Lucu 1
Hewan Bernama Jimondandung
Halo gaes, bagaimana kabar kalian semua? Oh maaf saya lupa mengucap assalamualaikum…
Lha, nunggu apa? Itu tadi saya barusan bilang salamnya…. (salam dijawab) Bagus, yang peka gitu lho.
Baiklah, pada malam yang berbahagia tapi mendung di luar sana, saya punya cerita yang menarik bagi kalian.
Mungkin nanti ada istilah-istilah yang asing atau nama asing silakan ditanyakan ya. Tidak perlu sungkan.
Cerita bermula di suatu hutan, pada siang hari ada seekor hewan bernama jimondandung. Dia hewan yang masih kecil, dan kebetulan ibunya pergi tapi tidak pulang-pulang.
Maka pergilah dia mencari ibunya, seperti Hachi.
Dia berjalan ke tengah hutan lalu bertemu seekor kijang, si jimondandung lalu menanyakan kemana ibunya pergi pada si kijang, “kalau kamu mau tahu lokasi ibumu, ada syaratnya.”
Ucap si kijang memberi syarat pada si jimondandung. Demi ibunya, si jimondandung rela melakukan apapun, “apa syaratnya?”
Si kijang kemudian berucap, syaratnya, cium pantatku. Jimondandung awalnya menolak, tapi karena dia sudah bertekad mencari ibunya, maka diciumlah pantat si kidang.
“Jalanlah ke arah Barat, nanti kamu akan bertemu dengan si monyet, nampaknya tadi ibumu mau menemui si monyet.”
Maka berangkat si Jimondandung ke barat, tidak jauh dari situ, dia bertemu dengan si monyet.
Halaman:

