Advertisement
Source : pixabay.com/tumisu

15 Contoh Uang Elektronik di Indonesia dan Penjelasannya yang Wajib Kamu Ketahui

Uang elektronik adalah contoh alat pembayaran non tunai yang banyak berkembang sejak era internet berlangsung. Ketahui contohnya di sini.

5 Januari 2026 Nadia Kamila

15. Kartu Uang Elektronik Co-Brand

Kartu uang elektronik co-brand adalah kartu e-money hasil kolaborasi bank/penerbit resmi dengan brand atau merchant tertentu. 

Contohnya, Bank Mandiri pernah menerbitkan kartu Mandiri e-money co-branding dengan Shopee (termasuk desain khusus Shopee dan Garena Games), serta kolaborasi Indomaret lewat e-Money co-branding berdesain Point Coffee. 

Fungsi kartu co-brand tetap sama seperti e-money biasa (untuk transaksi tap dan pembayaran non-tunai). Perbedaannya pada desain kartu, kanal penjualan, dan paket promo. 

Bahkan, ada juga versi kolaborasi ritel-pop culture seperti FamilyMart x Demon Slayer sebagai e-money edisi khusus.

Cara Memilih Uang Elektronik yang Tepat

Setelah mengetahui berbagai contoh uang elektronik di Indonesia, langkah berikutnya adalah memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. 

Jangan sampai kamu memilih hanya karena ikut tren atau sekadar tergiur promo, padahal fitur dan penggunaannya tidak cocok untuk aktivitas harian. Berikut ini cara menentukan uang elektronik yang cocok untuk kamu: 

1. Tentukan Tujuan Utama Pemakaian

Jika kamu sering menggunakan tol, parkir, atau transportasi yang mengandalkan mesin tap, maka uang elektronik berbasis kartu (chip) seperti e-money, Flazz, BRIZZI, atau TapCash biasanya lebih praktis karena transaksi cepat dan tidak perlu membuka aplikasi. 

Sebaliknya, jika kebutuhanmu lebih banyak untuk belanja online, bayar tagihan, atau transaksi QR di merchant, maka uang elektronik berbasis aplikasi (server) seperti GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay akan lebih fleksibel.

2. Perhatikan Kemudahan Top Up dan Akses Penggunaan. 

Pilih yang saluran top up-nya tersedia di tempat yang sering kamu pakai, misalnya mobile banking, ATM, minimarket, atau merchant tertentu. 

3. Cek Biaya yang Mungkin Muncul

Contohnya seperti biaya admin top up, transfer, tarik saldo, atau biaya layanan tertentu. Tujuannya supaya kamu tidak merasa “bocor halus” tiap transaksi.

4. Utamakan Keamanan

Aktifkan PIN atau biometrik, nyalakan notifikasi transaksi, dan jangan pernah membagikan OTP kepada siapa pun. Dengan memilih secara tepat, uang elektronik akan benar-benar membantu transaksi jadi cepat, rapi, dan nyaman.

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah mendapatkan gambaran jelas tentang contoh uang elektronik di Indonesia, mulai dari pengertian, jenis, hingga contoh yang paling banyak orang gunakan.

Pada intinya, uang elektronik adalah alat pembayaran prabayar dengan saldo yang tersimpan secara elektronik. Cara pakainya kurang lebih mirip dengan uang tunai digital, yang mana saldo berkurang saat transaksi dan kamu perlu menjaga keamanan kartu atau akun.

Kalau kamu masih bingung, ingat rumus simpelnya. Uang elektronik berbasis kartu (chip) lebih cocok untuk transaksi cepat seperti tol, transportasi, dan parkir. Uang yang berbasis kartu cara penggunaannya adalah dengan tap dan tidak memerlukan akses internet.

Sedangkan uang digital berbasis aplikasi (server) lebih fleksibel untuk QR, belanja online, dan bayar tagihan. Contoh uang elektronik di Indonesia adalah Gopay atau OVO yang penggunaannya harus terhubung dengan internet. 

Nah, apakah kamu sudah tau akan memilih uang elektronik jenis apa? Atau kamu sudah punya uang elektronik apa saja nih? 

Referensi:


Halaman:

Advertisement