Daftar Contoh Kata Sifat dalam Kalimat Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, adjektiva atau kata sifat merupakan kata yang menerangkan nomina atau kata benda

09 September 2021 Anang

Kata sifat memang bermanfaat dalam pembentukan kalimat dalam bahasa Indonesia. Terdapat banyak contoh kata sifat yang lazim kamu gunakan sehari-hari. Meskipun begitu, ada baiknya kamu juga mengetahui contoh penggunaan yang baik dan benar agar maknanya jelas.

Umumnya, kata sifat punya tujuan untuk menerangkan adanya sifat, keadaan, watak, kondisi dari subjek seperti manusia, hewan, maupun benda. Sebelum melangkah menuju contoh pemakaian, ketahui dan pahami pengertiannya terlebih dahulu.

Pengertian Kata Sifat

Pengertian Kata Sifat
https://unsplash.com/@aaronburden

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, adjektiva atau kata sifat merupakan kata yang menerangkan nomina atau kata benda. Umumnya, kata sifat dapat bergabung dengan kata sangat atau lebih.

Berdasarkan buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia edisi yang ketiga, pendapat dari Alwi et al. soal adjektiva merupakan kata dengan pemberian makna lebih khusus. Biasanya mengenai sesuatu yang dinyatakan lewat nomina pada kalimat.

Nahu Melayu Moden, Liaw memiliki buah pikiran bahwa nama atau kata sifat adalah seluruh perkataan yang memberikan keterangan soal nama maupun kata ganti nama.

Fungsi dari Contoh Kata Sifat

Selain punya makna yang melekat dengan kata sifat atau adjektiva, kamu juga harus tahu berbagai fungsi khusus dalam bahasa Indonesia. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Atributif

Sebagai atribut, pelengkap, atau penjelas dari subjek. Terjadi penerangan terhadap sifat nomina serta senantiasa terikat pada nomina yang ada

2. Predikatif

Sebagian besar contoh kata sifat punya fungsi sebagai predikat

3. Predikatif inversi

Sebagai predikat yang letaknya sebelum atau di depan subjek

4. Substantif

Menjadi pelengkap yang mendampingi subjek utama sekaligus letaknya ada di depan subjek

Jenis-Jenis Contoh Kata Sifat

1. Kata Sifat Menurut Makna atau Semantik

Berdasarkan makna atau semantis, kata sifat terbagi menjadi dua, yaitu kata sifat bertaraf dan tak bertaraf. Jenis kata sifat bertaraf:

  • Pemberi sifat: Memaparkan intensitas atau kualitas yang nilainya secara mental atau fisik
  • Ukuran: Penerangan kualitas yang diwujudkan dengan ukuran kuantitatif atau bisa dijelaskan memakai bilangan atau nominal
  • Warna: Untuk menerangkan warna
  • Waktu: Melukiskan periode atau masa dari sebuah peristiwa maupun pekerjaan
  • Jarak: Menerangkan adanya ruang antara dua tempat atau benda
  • Sikap: Menjelaskan adanya suasana hati atau emosi
  • Serapan: Menunjukkan adanya sesuatu yang mampu dirasakan oleh panca indera

Sedangkan, kata sifat tak bertaraf menjadi jenis kata sifat yang memiliki makna penjelasan keanggotaan terhadap suatu golongan.

2. Kata Sifat Menurut Sintaksis

Sintaksis berarti berdasarkan fungsi atau peletakannya pada kalimat. Beberapa di antaranya terbagi menjadi jenis-jenis di bawah ini:

  • Atribut: Mempunyai fungsi sebagai penjelas atau pelengkap terhadap suatu kalimat. Bila keberadaannya setelah subjek, maka fungsinya menjelaskan subjek yang bersangkutan
  • Predikatif: Contoh kata sifat yang berfungsi sebagai predikat pada sebuah kalimat
  • Predikatif inversi: Memiliki fungsi predikat, tetapi letaknya berada di depan subjek atau awal kalimat

3. Kata Sifat Menurut Bentuknya

Terdiri dari kata sifat dasar dan turunan. Kata sifat dasar adalah kata sifat yang asli dan tidak mengalami pembentukan melalui imbuhan atau afiksasi. Cenderung tidak mampu diurai menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi. Contoh kata sifat dasar adalah baru, lama, indah, tinggi, dan banyak.

Sedangkan, kata sifat turunan atau polifermis menjadi kata sifat yang telah melewati proses penambahan imbuhan atau afiksasi, reduplikasi atau pengulangan, penyerapan, serta pemajemukan. Contoh kata sifat turunan terdiri dari empat jenis lagi, yaitu:

  • Turunan yang mengalami afiksasi atau pengimbuhan
  • Turunan yang memperoleh pengulangan. Sering memakai pola se- ditambah kata dasar dan diakhiri dengan -nya
  • Adjektiva dengan turunan majemuk. Asalnya dari penggabungan dua atau lebih kata sifat dasar hingga menghasilkan makna baru atau berbeda dari adjektiva dasar tersebut
  • Kata sifat serapan. Berasal dari bahasa asing yang telah mengalami penyerapan sampai menjadi bahasa Indonesia

Contoh Kata Sifat dan Penggunaan yang Baik dan Benar

1. Adjektiva Atribut

  • Hak Asasi Manusia sudah disebutkan dengan jelas dalam Undang-Undang Dasar 1945.
  • Sifat tinggi hati akan membawa masalah bagi kehidupan.
  • Presentasi dipaparkan secara singkat disertai dengan foto dan ilustrasi.
  • Kultur jaringan dilakukan pada media yang steril.
  • Pohon cemara memiliki daun yang hijau dan rimbun.
  • Rumah antik itu terpaksa akan dijual olehnya.
  • Di sini, warga sudah tahu bahwa dia adalah orang yang keras kepala.
  • Dia memakai gaun biru di pesta tersebut.
  • Ani adalah anak baik.
  • Jangan menaiki tangga tua itu.
  • Ayah membawa sepeda motor rusak ke bengkel untuk diperbaiki.
  • Rudi membeli mobil mewah dengan harga yang sangat mahal.
  • Kucing liar itu berkeliaran di wilayah perumahan kami.
  • Ibu guru meminta murid baru untuk memperkenalkan diri.
  • Pak Dodo adalah lurah termuda yang pernah menjabat di kelurahan ini.
  • Polisi berhasil menangkap maling lihai itu.
  • Masakan nenek adalah makanan terenak yang aku nantikan saat liburan tiba.
  • Pak Abu dikenal sebagai orang kaya di desanya.
  • Runa dikenal sebagai anak cerdas di kelasnya.
  • Perusahaan tersebut mencari banyak karyawan baru.
  • Pasir putih yang lembut terhampar di sepanjang tepi pantai.
  • Kakak membawa payung cokelat karena gerimis sudah datang.

2. Contoh Kata Sifat Predikatif

  • Celana adik kepanjangan.
  • Permainan itu sangat menyenangkan.
  • Baju dan tasnya basah terkena air hujan.
  • Sekolahku jauh dari rumah.
  • Hatinya sedih ketika hujan turun.
  • Rumah lama itu tetap nyaman untuk ditinggali keluarga kami.
  • Kami kecewa terhadap sikapnya yang sombong.
  • Adina sangat senang karena memperoleh juara pertama lomba puisi tingkat provinsi.
  • Paman Toni begitu panik setelah mengetahui mobilnya hilang.
  • Pohon itu sangat kokoh, angin kencang pun tidak mampu untuk menumbangkannya.
  • Makanan itu asin sekali karena ditambahkan terlalu banyak garam.
  • Perempuan itu sangat manis.
  • Gedung itu sangat tinggi.
  • Halte umum tersebut masih rusak setelah peristiwa unjuk rasa kemarin sore.
  • Kakak masih sakit sehingga belum bisa belajar di sekolah.
  • Wajahnya sangat seram sehingga membuat banyak orang ketakutan melihatnya.
  • Roti itu enak sekali rasanya, membuat anak-anak dan orang dewasa menyukainya.
  • Lampu kota itu sangat indah bila dilihat dari ketinggian.

3. Contoh kata sifat substantif

  • Evolusi adalah perubahan yang bersifat alamiah.
  • Secara cepat langit menjadi gelap karena akan turun hujan.
  • Perkembangan aplikasi jual beli online telah terjadi sangat pesat.
  • Kedewasaan pemikiran seseorang tampak saat ia mengalami kesulitan.
  • Perilakunya kekanak-kanakan meskipun dia sudah dewasa.
  • Buku yang kecil sudah dibawa oleh bunda kemarin.
  • Yang remaja dipimpin, yang lansia ditemani saja.

4. Contoh Kata Sifat Inversi

  • Indahnya pemandangan gunung ini.
  • Mudahnya soal ujian penempatan ini.
  • Kecilnya hamster peliharaanmu itu.
  • Kayanya hasil bumi negara Indonesia ini.
  • Kotornya baju kamu setelah terkena debu dan lumpur.
  • Sepinya Surabaya menjelang liburan Idul Fitri.
  • Cepatnya dia berlari dan meninggalkan tempat ini.
  • Sombongnya tante setelah mendapatkan banyak harta.
  • Pahitnya rasa jamu tersebut.
  • Manisnya senyum perempuan di seberang jalan itu.
  • Gelapnya kamar tidurmu ini.
  • Sulitnya memenuhi permintaan para pelanggan.
  • Letihnya aku setelah seharian berkegiatan di luar rumah.
  • Gurihnya masakan buatan kamu.
  • Lezatnya aroma sate kambing milik penjual itu.
  • Sakitnya perutku sekarang.
  • Malunya Antono karena ketahuan mencuri uang dan perhiasan.
  • Besarnya tubuh paman itu.
  • Tingginya pohon jati itu.
  • Luasnya kolam renang di rumah Pak Budi.
  • Jernihnya air laut di pantai tersebut.
  • Beraninya anak-anak bersikap seperti itu kepadamu.
  • Bersihnya ruangan istirahat yang aku tempati saat ini.
  • Ramainya jalan raya di hari Senin.

5. Contoh Kata Sifat Bertaraf

  • Kalina merasa sangat nyaman tinggal di rumah besar tersebut.
  • Kamar Lina sangat bersih dan rapi.
  • Kamu harus menyiapkan tali rafia yang sangat panjang.
  • Aku melihat Ana memakai rok berwarna kuning.
  • Rumah Pak Anto sangat jauh dari stasiun kereta.
  • Pak Iko sangat marah terhadap sikap istrinya.
  • Anita sangat sedih mendengar kabar dari gurunya.
  • Nino merasa sangat resah dan tidak tenang.
  • Mereka sangat kagum dengan penampilan perwakilan kelas.
  • Rani sangat takut dengan ular.
  • Rahma dan Rahmi begitu sayang dengan keluarganya.
  • Semua penduduk semakin gelisah setelah mendengar informasi bahwa akan terjadi banjir.
  • Roti ini begitu lembut ketika digigit.
  • Aku menunggu kedatangan kakak begitu lama.
  • Budi tidak lolos seleksi penerimaan karena badannya terlalu tinggi.
  • Bola ini lebih besar daripada sebelumnya.
  • Pemandangannya sangat indah sekali.

6. Contoh Kata Sifat Tak Bertaraf

  • Ia adalah pemuda tampan yang berwajah bulat.
  • Bertha menjadi istri sah dari seorang dokter.
  • Para ilmuwan mencoba meneliti dunia gaib di alam semesta yang luas ini.
  • Kayu yang rapuh dan bengkok kurang bagus diambil sebagai bahan bangunan.
  • Dia suka beramal dengan tunggal hati.
  • Edwin diberi kuasa mutlak untuk menyelesaikan masalah besar tersebut.
  • Tingkah lakunya tidak ada yang ganjil, semuanya terasa biasa saja.
  • Karto sering melakukan perbuatan yang lancang.
  • Teknik pengambilan gambar tertentu bisa menghasilkan foto ganda.
  • Bentuk mukanya hati, bukan bulat.
  • Kita akan hidup kekal di surga.
  • Marni setengah sadar melakukan aktivitas tersebut.
  • Nenek genap berusia 70 tahun.
  • Umur manusia tidak abadi.

7. Contoh Kata Sifat Turunan

  • Pertandingan yang mereka lakukan malam ini tidak sebaik malam sebelumnya.
  • Tangannya gemetar dan tubuhnya menggigil karena kedinginan.
  • Cantiknya penampilanmu sore ini.
  • Sepintar-pintarnya kamu membohongi kami, pasti akan ketahuan juga.
  • Dia berjiwa besar untuk menerima kekalahan timnya.
  • Para penari bergerak dengan lemah gemulai di atas panggung festival.
  • Banyak pejabat struktural yang diberi denda karena terlambat datang ke tempat kerja.
  • Dia aktif menangani bidang teknologi.
  • Banyak perempuan yang ingin memasak dengan mudah dan praktis.
  • Tari kecak sering dianggap sebagai tarian yang sakral.
  • Talita sedang asyik bermain bersama teman-temannya di lapangan.
  • Pak Karto dan keluarganya adalah orang-orang baik hati.
  • Banyak orang menyukainya karena tutur kata yang lemah lembut dan penuh petuah.
  • Prapto adalah pria setia dan sejati.
  • Kamu adalah wanita terindah yang pernah aku miliki.
  • Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan tergelincir juga.
  • Meskipun tergolong orang kaya dan lebih dari berkecukupan, Santi punya kepribadian rendah hati.
  • Jangan hanya mementingkan hal-hal duniawi, namun pikirkanlah juga soal akhirat!

Pengertian dan berbagai contoh kata sifat di atas dapat menjadi salah satu acuan dalam berbahasa. Keberagaman aspek kata sifat dapat mendukung pembentukan kalimat dan bermanfaat bagi komunikasi maupun pembentukan karya. Kamu dapat mempelajarinya dengan baik sesuai kaidah yang berlaku.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah

Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan atau SIPP BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengelola kebutuhan data perusahaan khususnya BPJS TK
Close