Contoh Daur Biogeokimia beserta Fungsi dan Gambarnya Lengkap
Daur biogeokimia mempengaruhi ekosistem di Bumi. Yuk, pelajari apa saja contohnya lengkap dengan gambar!
7. Ekosistem Lautan
Siklus belerang dan nitrogen di lautan berperan dalam mengatur ekosistem laut dan produktivitas biologisnya.
8. Pertumbuhan Mikroorganisme
Nutrien seperti nitrogen, fosfor, dan belerang mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang penting dalam dekomposisi bahan organik dan perubahan unsur kimia dalam tanah dan air.
9. Pengaruh terhadap Lingkungan
Daur biogeokimia dapat mempengaruhi kualitas udara, kualitas air, dan komposisi atmosfer. Perubahan dalam siklus ini dapat berdampak pada lingkungan dan kehidupan manusia.
Contoh Daur Biogeokimia
Mamikos telah menghimpun 6 contoh daur biogeokimia berikut yang siklusnya sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk di Bumi.
1. Siklus Karbon

Daur Biogeokimia pertama yaitu siklus karbon adalah salah satu dari beberapa siklus biogeokimia yang memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Bumi.
Siklus karbon melibatkan pergerakan unsur karbon dalam berbagai bentuk antara komponen biotik (organisme hidup) dan abiotik (faktor non-hidup) di dalam ekosistem.
Siklus ini melibatkan proses-proses seperti fotosintesis, respirasi, dekomposisi, pembentukan batuan, dan perubahan iklim.
Berikut adalah tahapan utama dalam siklus biogeokimia daur karbon:
1. Fotosintesis
Tahap pertama siklus karbon dimulai dengan fotosintesis oleh tumbuhan hijau dan alga.
Dalam proses ini, mereka menggunakan energi matahari, karbon dioksida (CO2) dari udara, dan air (H2O) untuk menghasilkan glukosa dan oksigen (O2).
2. Respirasi
Organisme, termasuk tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, melakukan respirasi untuk mendapatkan energi dengan mengoksidasi glukosa yang dihasilkan melalui fotosintesis.
Selama respirasi, karbon dioksida dilepaskan ke atmosfer sebagai produk sampingan.
3. Konsumsi
Organisme herbivora (hewan pemakan tumbuhan) dan karnivora (hewan pemakan daging) mengkonsumsi tumbuhan atau hewan lain untuk mendapatkan energi.
4. Dekomposisi
Organisme dekomposer, seperti bakteri dan jamur, memecah sisa-sisa organik dari tumbuhan dan hewan yang mati.
Selama proses dekomposisi, karbon organik dilepaskan ke dalam tanah dalam bentuk senyawa organik sederhana.
5. Penyimpanan Karbon
Sebagian karbon yang dihasilkan dari proses di atas disimpan dalam berbagai bentuk.
Contohnya mencakup penumpukan bahan organik di tanah, pembentukan batuan karbonat (seperti batu kapur), atau bahkan penumpukan bahan organik di bawah air dalam bentuk batubara atau minyak bumi.

