Update! Daya Tampung SNBT SBMPTN UGM 2025, Cek Jurusan Impianmu
Mau masuk UGM tahun ini? Kamu wajib tahu daya tampungnya untuk melihat seberapa ketat seleksinya.
Ini berarti jurusan Gizi dianggap lebih terbuka dibanding jurusan kesehatan lain seperti Kedokteran atau Keperawatan.
Soal-soal SNBT yang berkaitan dengan Gizi banyak menuntut pemahaman konsep Kimia, Metabolisme, Biokimia dasar, dan kemampuan membaca tabel gizi.Â
Penalaran numerik dan logika kalkulasi kebutuhan energi juga sering dimunculkan dalam format soal interpretasi data dan grafik. Ini membuat peserta perlu rutin berlatih soal TPS numerik dan literasi ilmiah dalam Bahasa Indonesia.
4. Ilmu Keperawatan: 36 Kursi dengan 1.178 Peminat dan Rasio 1:33
Jurusan Ilmu Keperawatan UGM memiliki 36 kursi untuk SNBT 2025 dan peminat sebesar 1.178 orang. Rasio keketatannya mencapai 1:33, lebih tinggi dibanding beberapa jurusan teknik.Â
Jurusan ini banyak diminati karena peluang kerjanya luas, terutama di sektor rumah sakit, klinik komunitas, hingga program kesehatan terpadu di daerah.
Menurut data pendaftaran tahun lalu, sekitar 72% peminat berasal dari SMA IPA, dan sisanya dari SMK Keperawatan atau Kesehatan.Â
Namun, proporsi kelulusan tetap lebih tinggi dari jalur SMA karena bobot soal SNBT menekankan kemampuan kognitif umum dan penalaran sains. Jurusan ini cenderung menjadi alternatif utama bagi peserta yang tidak menargetkan Kedokteran.
Karena profesi perawat membutuhkan kemampuan komunikasi tinggi, subtes pemahaman bacaan menjadi indikator penting. Latihan interpretasi grafik klinis dan teks prosedur juga sangat disarankan dalam persiapan.
5. Kedokteran Gigi: 47 Kursi dengan 1.350 Peminat dan Rasio 1:28
Jurusan Kedokteran Gigi UGM menciptakan rasio keketatan sekitar 1:28. Walau tidak seketat Kedokteran Umum, jurusan ini tetap tergolong sangat kompetitif, dan sering menjadi pilihan kedua siswa IPA dengan minat di bidang medis.
Berdasarkan laporan pendaftaran tahun-tahun sebelumnya, sekitar 84% peminat berasal dari SMA IPA, sementara 10% dari SMK jurusan Teknologi Laboratorium Medik.Â
Jurusan ini menggabungkan aspek klinis dan teknis, sehingga kemampuan peserta dalam visualisasi spasial dan anatomi kepala-leher sangat diperhitungkan sejak awal seleksi.
Soal-soal SNBT yang relevan mencakup Penalaran Sains (terutama Biologi), interpretasi teks prosedural, dan analisis gambar. Peserta juga harus siap menghadapi soal berbasis kasus dan grafik medis.Â
Persiapan ideal mencakup latihan soal HOTS dan eksplorasi jurnal ilmiah sederhana tentang gigi, mulut, dan jaringan pendukungnya.
6. Farmasi: 45 Kursi dengan 1.230 Peminat dan Rasio 1:27
Rasio keketatan mencapai 1:27, sedikit lebih rendah dari Kedokteran Gigi, namun tetap berada di zona sangat kompetitif. Konsistensi minat tinggi disebabkan akreditasi unggul, sarana laboratorium lengkap, serta jalur profesi apoteker yang terintegrasi.
Data tahun 2024 menunjukkan bahwa sekitar 76% peminat Farmasi berasal dari SMA IPA, dan 17% dari SMK Analis Kesehatan atau Farmasi. Namun, tingkat keterterimaan peserta dari SMK hanya sekitar 5% karena tuntutan akademik jurusan ini cukup tinggi.Â
Kurikulum UGM menekankan kimia organik, farmasetika, dan teknologi formulasi sejak semester awal. Strategi belajar harus mencakup latihan soal kombinasi logaritma, konversi molaritas, dan rumus stoikiometri.Â
Familiarisasi dengan diagram reaksi kimia juga menjadi nilai tambah besar saat tes.
7. Ilmu Komunikasi: 50 Kursi dengan 1.303 Peminat dan Rasio 1:26
Ilmu Komunikasi UGM menciptakan rasio keketatan sekitar 1:26, menjadikannya jurusan Soshum paling ketat di UGM. Jurusan ini diminati oleh siswa yang mengincar karier di bidang media, jurnalisme, periklanan, hingga content creation berbasis digital.Â
Sekitar 58% peminat berasal dari SMA IPS, sisanya dari SMA IPA (21%) dan SMK Broadcasting atau Multimedia (14%).Â
Halaman:


