7 Doa Supaya Bisa Membayar Utang dengan Cara Tak Terduga Beserta Artinya
Apakah Anda sedang mengalami kesulitan membayar utang? Simak dan amalkan kumpulan doa berikut ini.
Allah SWT Akan Membantu Seorang Muslim Jika Berniat Melunasinya
Dalam urusan utang, Allah SWT akan membantu seorang muslim yang berniat untuk melunasinya.
Kesungguhan dalam upaya melunasi utang ditambah doa dan ketergantungan kepada Allah, akan menjadi kunci untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Ini mencerminkan ajaran Islam tentang pentingnya taqwa dan ketaatan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam menangani tanggung jawab finansial.
Dengan meletakkan kepercayaan kepada Allah, seorang muslim diyakinkan bahwa segala persoalan, termasuk urusan utang, dapat diatasi dengan bimbingan dan pertolongan-Nya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Dalam urusan utang, demi Zat yang menggenggam jiwa Muhammad, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian hidup lagi, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah,
kemudian hidup lagi, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, kemudian hidup lagi, tetapi ia memiliki tanggungan utang, maka ia tidak akan masuk surga sampai melunasi utangnya.” (HR. Ahmad)

Advertisement
Tidak Mendapat Ridho Allah SWT
Orang yang berutang tetapi tidak berniat untuk melunasinya tidak akan mendapatkan ridho Allah SWT.
Selain berpotensi merugikan hubungan dengan sesama, tidak berniat untuk melunasi utang juga dapat membuat seseorang kehilangan ridho Allah SWT.
Keseriusan dan niat tulus dalam melunasi utang merupakan wujud ketaatan kepada-Nya, serta menjaga keadilan dan keharmonisan dalam berinteraksi dengan sesama.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam HR. Ath-Thabrani, “Sesungguhnya Allah SWT tidak ridho kepada seorang hamba yang berutang tetapi tidak berniat untuk melunasinya.”
Hukum Memberi Utang adalah Sunah
Memberi utang adalah sunah dan sangat digalakkan dalam Islam.
Orang yang memberi utang dengan ikhlas dan penuh kebaikan akan mendapatkan ganjaran yang istimewa di sisi Allah SWT.
Ini merupakan salah satu bentuk kebaikan dan keadilan dalam berinteraksi dengan sesama, serta menjadi sarana untuk meningkatkan solidaritas dan kebersamaan dalam masyarakat.
Dalam memberi utang, kita juga diingatkan untuk tidak mengeksploitasikan kebutuhan orang lain, melainkan melibatkan aspek kasih sayang dan keadilan dalam setiap transaksi.
Dalam HR Tirmidzi disebutkan bahwa satu amalan yang mulia jika tujuannya untuk menolong meringankan bebanan orang yang dalam kesusahan dan kesempitan. (HR. Tirmidzi)