15 Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral dan Mendidik, Bikin Cepat Tidur
Jika kamu sedang mencari contoh dongeng sebelum tidur untuk anak yang penuh dengan pesan moral, temukan beberapa contohnya pada artikel berikut.
Berdasarkan beberapa penelitian dongeng yang dibacakan oleh orang kepada anak sebelum tidur memiliki banyak sekali manfaat.
Selain dapat mempererat hubungan orang tua dengan anak dari sisi emosional, dongeng yang dibacakan sebelum tidur dapat membuat daya imajinasi anak jauh lebih berkembang.
Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan contoh cerita dongeng sebelum tidur untuk anak yang penh pesan moral dan mendidik. Yuk, simak! 📖😊✨
Daftar Isi
- Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
- Manfaat Membaca Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
- Berikut Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
- 1. Kancil dan Kura-kura
- 2. Semut dan Belalang
- 3. Kisah Petani Serakah
- 4. Kisah Beruang dan Lebah
- 5. Angsa dan Telur Emas
- 6. Malin Kundang
- 7. Tiga Kata Ajaib
- 8. Beo Kecil dan Goa Kejujuran
- 9. Kisah Persahabatan Merpati dan Semut
- 10. Si Kancil dan Buaya
- 11. Tikus dan Singa
- 12. Kelinci Pongah dan Kura-kura
- 13. Kisah Pohon Apel
- 14. Si Burung Pipit dan Angin Baik Hati
- 15. Si Tupai dan Permen Ajaib
- Penutup
Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak

Pembacaan dongeng sebelum anak tidur bukan semata sebagai pengantar tidur. Melainkan diharapkan mampu memberikan sejumlah manfaat kepada anak.
Untuk itu orang tua harus lebih selektif dalam memilih dongeng yang akan dibacakan kepada anak sebelum tidur.
Sebab, hanya dongeng yang penuh pesan moral dan mendidik saja yang akan memberikan manfaat baik kepada anak.
Mengenai apa saja manfaat yang akan diperoleh dengan membacakan dongeng kepada anak sebelum tidur adalah sebagai berikut.
Manfaat Membaca Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
- Membantu menanamkan nilai dan pengembangan moral pada anak.
- Mendukung perkembangan sensorik dan kognitif anak.
- Melatih empati pada anak.
- Menumbuhkan kreativitas dan keterampilan penalaran anak.
- Membantu mengembangkan kosakata dan pengetahuan anak.
Sebenarnya ada banyak sekali dongeng-dongeng yang bagus untuk dibacakan sebagai dongeng pengantar tidur kepada anak.
Dalam artikel ini, akan disampaikan beberapa judul dongeng yang bisa dipakai sebagai referensi sebagai pengantar tidur.
Berikut Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak
1. Kancil dan Kura-kura
Pada zaman dahulu, di sebuah hutan yang lebat hiduplah dua sahabat yakni seekor kancil dan seekor kura-kura. Kancil selalu merasa dirinya lebih unggul daripada kura-kura.
Suatu hari, Kancil menantang kura-kura untuk berlomba lari. Kura-kura menerima tantangan tersebut.
Tentu saja hal ini membuat Kancil sangat senang. Sebab, di hutan itu Kancil terkenal sebagai salah satu binatang yang memiliki kemampuan lari paling cepat.
Berkat kemampuan yang dimilikinya, tentu saja Kancil merasa bakal dapat dengan mudah mengalahkan Kura-kura dalam lomba lari tersebut.
Pada hari yang telah ditentukan, semua binatang di hutan hadir untuk menyaksikan lomba lari antara Kancil dengan Kura-kura.
Saat matahari sepenggalah tingginya, perlombaan lari antara Kancil dan Kura-kura dimulai. Usai peluit tanda lomba dimulai dibunyikan.
Kancil langsung lari dengan cepatnya meninggalkan Kura-kura jauh di belakang. Setelah berhasil meninggalkan Kura-kura jauh di belakang. Muncullah kesombongan di hati Kancil.
Di tengah perjalanan Kancil memutuskan untuk tidur. Ia tidak segera menyelesaikan lomba lari karena yakin Kura-kura tidak mampu menyusulnya.
Sayangnya, perkiraan Kancil salah. Meskipun lambat, dengan kesungguhan dan tekad yang luar biasa Kura-kura mampu menyusul Kancil.
Kancil baru bangun saat Kura-kura sudah ada beberapa langkah dari garis finish. Merasa kecolongan dan tidak ingin kalah dari Kura-kura.
Kancil segera bangkit dan berlari dengan kecepatan penuh. Sayangnya, semuanya sudah terlambat.
Kura-kura akhirnya mampu mengalahkan Kancil yang sombong. Semenjak kekalahannya itu Kancil tidak pernah meremehkan siapapun dan berubah menjadi sosok yang lebih baik.
2. Semut dan Belalang
Di tengah hutan, hiduplah seekor semut yang sangat rajin bekerja. Setiap hari semut kecil ini selalu bekerja untuk mengumpulkan makanan dan menyimpannya di dalam lumbung.
Teriknya matahari dan derasnya air hujan, tidak menyurutkan semangat sang Semut untuk mengumpulkan makanan.
Pada suatu hari, ketika sang Semut sedang berusaha membawa makanannya untuk disimpan di lumbung, sang Semut bertemu dengan seekor belalang yang sedang asyik berjemur sambil bermalas-malasan.
“Hai semut. Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya belalang.
“Aku sedang mengumpulkan makanan untuk kusimpan di lumbung,” jawab Semut.
Jawaban Semut ini membuat Belalang tertawa.
“Untuk apa bersusah payah mengumpulkan makanan, bukankah di hutan banyak sekali makanan yang bisa kita santap?” tanya Belalang.
Semut tidak menjawabnya karena memilih melanjutkan pekerjaannya. Beberapa bulan sejak pertemuan itu tibalah musim dingin.
Saat musim dingin tiba, semua makanan yang ada di hutan habis. Daun-daun dan rumput hijau yang menjadi makanan belalang menghilang karena tertutup salju.
Belalang yang sangat kelaparan dan tidak memiliki makanan teringat kepada Semut untuk meminta bantuan.
Saat tiba di rumah Semut, terlihat Semut sedang menyiapkan makan malam. Semut yang tidak tega melihat Belalang kelaparan memberikan semangkuk sup buatannya kepada Belalang.
Semangkuk sup buatan Semut sangat berarti bagi Belalang. Berkat sup buatan Semut membuat rasa lapar yang dirasakan Belalang sedari tadi hilang seketika.
Selain mengucapkan terima kasih atas kebaikan Semut. Sejak hari itu Belalang berjanji untuk tidak malas lagi.
3. Kisah Petani Serakah
Zaman dahulu hiduplah seorang petani yang sangat pandai menanam gandum. Setiap kali menanam gandum petani ini selalu dapat panenan yang melimpah.
Suatu hari di musim semi, ia berdoa, “Tuhan, jika hari cerah, aku akan memanen gandumku.”
Keesokan harinya, matahari bersinar cerah. Petani itu memanen sebagian gandumnya. Setelah itu, ia berdoa lagi, “Tuhan, jika hari ini hujan, pasti baik untuk gandumku yang lain.”
Esok harinya turun hujan. Petani berdoa lagi, “Tuhan, seandainya hujannya lebih deras, pastinya gandumku akan lebih cepat tumbuh.”
Esoknya hujan kembali turun. Musim panas tiba, Petani memanen gandum dan menumpuknya menjadi satu di ladang.
Selesai memanen gandum miliknya. Petani itu berdoa, “Tuhan, seandainya Engkau menurunkan lebih banyak hujan tentunya hasil panenku jauh lebih baik dari ini.”
Musim panas masih berlangsung. Petani ingin segera menanam gandum. Ia berdoa dengan kesal, “Tuhan, mengapa Engkau tidak memberiku hujan lebih banyak? Berilah aku hujan supaya aku bisa segera menanam gandum dan memanennya!”
Sesaat setelah petani menyelesaikan doanya. Turunlah hujan yang sangat deras selama beberapa hari.
Hujan ini tidak hanya merendam sawah dan membuat gandum milik petani mati. Tetapi, juga membuat rumah dan seluruh panen milik petani hanyut terbawa banjir.
4. Kisah Beruang dan Lebah
Di sebuah hutan, hiduplah dua sahabat yakni Beruang dan Lebah. Suatu hari Lebah berencana akan pergi mencari madu di tempat yang jauh.
Ia meminta kepada Beruang, sahabatnya untuk menjaga rumahnya. Beruang pun menyetujui permintaan Lebah.
Selang beberapa saat kemudian, Beruang merasa sangat lapar. Pada saat itu Beruang melihat di sarang Lebah ada banyak sekali madu.
Beruang yang tidak lagi mampu menahan rasa laparnya langsung merusak sarang milik Lebah untuk mengambil madu milik Lebah.
Setelah puas menikmati madu milik Lebah. Beruang yang kekenyagan tidur langsung dengan pulas.
Lebah yang pulang sangat kaget melihat sarangnya hancur. Ia lebih kaget lagi melihat mulut Beruang penuh dengan sisa madu.
Seketika Lebah yakin bahwa yang merusak dan menjarah madu miliknya adalah Beruang yang merupakan sahabatnya sendiri.
Lebah yang marah langsung menyengat Beruang dengan seluruh kekuatannya. Sengatan Lebah ini membuat Beruang bangun dari tidurnya.
Melihat Lebah yang marah membuat Beruang ketakutan. Meskipun meminta maaf, tapi Lebah tak mau memaafkannya.
5. Angsa dan Telur Emas
Pada zaman dahulu, di sebuah desa hiduplah seorang petani miskin yang memiliki seekor angsa ajaib.
Setiap hari, angsa milik petani ini mampu bertelur emas. Petani itu sangat senang dan berkat telur emas dari angsanya ini membuat petani menjadi kaya raya.
Namun, tidak lama kemudian, petani itu menjadi tidak sabar dan ingin mendapatkan lebih banyak telur emas.
Ia memutuskan untuk membunuh angsanya yang dapat bertelur emas karena ingin mengambil semua telur emas yang ada di dalam tubuhnya.
Saat membunuh angsa itu, ia sangat terkejut karena tidak menemukan satu telur emas pun di dalam tubuh angsa itu.
Petani itu menyesal karena telah membunuh angsa yang telah memberinya kebahagiaan dan kekayaan.
Selepas kematian angsa ajaib miliknya. Petani itu hidup miskin kembali. Sang petani pun menyesal karena telah berbuat serakah.
6. Malin Kundang
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak muda bernama Malin Kundang. Ia berasal dari keluarga nelayan yang sangat miskin.
Ayahnya telah meninggal dunia sejak ia masih kecil, sehingga ia harus hidup bersama ibunya yang bekerja keras sebagai nelayan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Suatu hari, Malin Kundang memutuskan untuk merantau ke kota besar untuk mencari keberuntungan.
Ia berjanji akan kembali ke desanya setelah sukses. Berkat doa ibunya Malin Kundang pun menjadi seorang saudagar yang sukses.
Suatu hari Malin Kundang pulang kembali ke desanya untuk berbelanja rempah-rempah. Saat mendengar anaknya pulang.
Ibunya Malin Kundang menemui anaknya. Sayangnya, saat bertemu dengan ibu yang telah melahirkannya.
Malin Kundang yang sudah menjadi sosok yang sukses tidak mau mengakui ibunya karena malu dengan penampilan ibunya.
Ibu Malin Kundang sangat sedih dan kecewa dengan perlakuan putranya. Ia berdoa kepada Tuhan agar putranya mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
Tak lama kemudian, pada saat Malin Kundang berlayar turunlah hujan yang deras dan petir yang menyambar-nyambar. Sebuah petir menyambar Malin Kundang dan mengubahnya menjadi batu.
Sementara gelombang yang besar membuat kapal besar milik Malin Kundang karam ditelan ganasnya lautan.
Halaman:



