Advertisement
Source : Canva/@indahlestar29

15 Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral dan Mendidik, Bikin Cepat Tidur

Jika kamu sedang mencari contoh dongeng sebelum tidur untuk anak yang penuh dengan pesan moral, temukan beberapa contohnya pada artikel berikut.

20 November 2025 Zuly Kristanto

7. Tiga Kata Ajaib

Beberapa hari ini Bul-bul si gajah kecil sering terlihat murung. Ia sedih karena merasa dikucilkan oleh teman-temannya.

Di sekolah, saat sedang istirahat tidak ada satu pun teman-temannya yang mau bermain dengannya.

“Bul-bul kenapa kamu duduk di sini sendirian? Kamu kok tidak ikutan main sama teman-temanmu?” Tanya Bu Guru di suatu siang.

“Tidak ada yang mau main sama saya, Bu,” jawab Bul-bul sedih.

“Memangnya kamu telah berbuat salah apa? Sehingga temanmu bisa berbuat setega itu?” Desak Bu Guru.

“Tidak tahu, Bu,” jawab Bul-bul seraya menggelengkan kepala.

Sebenarnya Bu Guru tahu penyebab masalah yang dihadapi Bul-bul. Semua yang terjadi pada Bul-bul disebabkan karena tindakannya sendiri.

Bul-bul dijauhi teman-temannya karena sering berbuat seenaknya sendiri dan selalu mau menang sendiri.

Meski demikian Bu Guru tidak serta langsung menyalahkan Bul-bul atas tindakannya tersebut. Daripada memarahi Bul-bul. Bu Guru lebih memilih memberi pengertian kepada Bul-bul.

“Bul-bul ibu mau tanya. Apakah kamu betul-betul mau bermain bersama teman-temanmu lagi?”

“Iya, Bu. Bul-bul sangat menginginkannya.”

“Kalau kamu memang betul-betul menginginkannya. Ibu punya cara agar kamu bisa disukai teman-temanmu lagi.”

“Serius, Bu? Bagaimana caranya?”

“Caranya gampang sekali. Kamu hanya harus mengucapkan tiga kata ajaib ini.”

“Hah… tiga kata ajaib? Apa saja itu Bu?”

“Tiga kata ajaib itu antara lain maaf, tolong, dan terima kasih,” jawab Bu Guru.

“Lalu cara menggunakannya bagaimana, Bu? Apakah saya harus mengucapkannya sekaligus?”

Pertanyaan dari Bul-bul ini membuat Bu Guru tersenyum sambil menggelengkan kepala.

“Jelas tidak Bul-bul. Kamu harus memilih dan menggunakan satu dari kata ajaib tadi. Kata yang kamu ucapkan harus sesuai dengan situasi yang sedang kamu alami.”

“Bul-bul jadi tambah bingung, Bu. Bisa dikasih contoh?”

Sekali lagi Bu Guru tersenyum.

“Ibu kasih contoh, ya! Misalnya kamu mau minta tolong pada teman kamu untuk mengambilkan bola. Jangan katakan ambilkan bola itu. Tapi katakan Tolong ambilkan bola itu.”

“Iya, Bu. Bul-bul paham.”

“Lalu jika bolanya sudah diambilkan. Jangan lupa ucapkan terimakasih. Dan satu lagi. Jangan lupa untuk minta maaf bila berbuat salah. Bagaimana kamu sudah paham kan?”

“Iya, Bu. Sekarang Bul-bul sudah paham. Terimakasih atas penjelasannya ya Bu?”

“Sama-sama, Bul-bul.”

Keesokan harinya Bul-bul mempraktekkan apa yang telah diajarkan oleh Bu Guru.

Saat itu tanpa sengaja saat di dalam kelas Bul-bul tanpa sengaja menjatuhkan penggaris milik Rin-rin si Rubah yang duduk di belakangnya.

“Oh, maafkan aku ya, Rin. Kemarin aku tidak sengaja telah menjatuhkan penggaris milikmu,” kata Bul-bul, sambil mengambilkan penggaris milik Rin-rin. Setelah itu Bul-bul meletakkan penggaris yang baru dia jatuhkan itu dibangku Rin-tin.

“Tidak apa-apa kok Bul-bul. Terimakasih karena kamu telah mau mengambilkan penggaris saya,” jawab Rin-rin.

Rin-rin merasa heran dengan yang dilakukan Bul-bul.“Tidak biasanya Bul-bul bersikap seperti ini,” batin Rin-rin.

Beberapa saat kemudian Bul-bul nampak kesulitan. Berkali-kali dia mencoba menggaruk punggungnya.

Tetapi tetap saja tidak bisa menjangkau punggungnya yang terasa gatal. Rin-rin yang melihat kejadian itu segera bertanya.

“Kamu kenapa Bul?” Tanya Rin-rin.

“Punggungku terasa gatal tapi aku tidak bisa menggaruknya,” jawab Bul-bul.

“Apakah aku boleh minta tolong padamu untuk menggaruknya?” pinta Bul-bul.

“Boleh saja,” jawab Rin-rin.

Dengan senang hati Rin-rin membantu menggosokkan punggung Bul-bul. “Hmmmm, enak sekali,” ucap Bul-bul lirih. “Nah sekarang sudah cukup Rin. Gatalnya sudah hilang. Terimakasih ya,” ucap Bul-bul.

“Sama-sama Bul-bul,” jawab Rin-rin.

Perubahan yang ada pada diri Bul-bul ini membuat Rin-rin yakin jika Bul-bul sudah berubah. Seiring berjalannya waktu Bul-bul semakin sering mengatakan tiga kata ajaib yang didapatnya dari gurunya.

Hasilnya sungguh ajaib. Kini Bul-bul tidak lagi kesepian. Bul-bul punya banyak sekali teman.

Contoh-contoh Dongeng Mite Terpopuler yang Seru dan Menarik

8. Beo Kecil dan Goa Kejujuran

Suatu hari seekor burung beo kecil yang suka mengejek teman-teman sepermainannya berhasil menemukan goa kejujuran yang pernah diceritakan ibunya.

Dia mencari goa itu karena ingin tahu mengapa belakangan ini teman-temannya menjauhinya. Saat itu ia ingin sekali masuk ke dalam goa tersebut.

Namun karena takut gelap. Beo kecil itu tidak berani melakukannya. Ia hanya berani berteriak dari depan mulut goa, “Heiiii….,” teriak beo kecil dari depan mulut goa.

Beo kecil berharap ada sesuatu di dalam goa itu. Beberapa saat kemudian dari dalam goa beo kecil itu mendengar suara yang sama seperti yang dia katakan tadi, “Heiiiii,” bunyi suara yang di dengar beo kecil.

“Kamu siapa?” tanya Beo kecil.

“Kamu siapa?” bunyi suara itu lagi.

“Dasar kamu anak nakal. Ayo ke sini lawan aku kalau berani,” kata Beo kecil.

“Dasar kamu anak nakal. Ayo ke sini lawan aku kalau berani,” bunyi suara itu lagi.

Merasa kesal karena telah dipermainkan sosok misterius di dalam goa. Beo kecil itu lalu pulang untuk mengadu kepada ibunya.

“Bu, tadi saat berada di depan mulut ada yang mengejekku. Ia mengatai aku ini anak nakal,” kata Beo kecil kepada ibunya dengan raut wajah sedih.

Ibunya mengernyitkan dahi sambil tersenyum. Selepas itu ibunya menjawab pertanyaan anaknya.

“Nak, di dalam goa kejujuran itu tidak ada siapa-siapa. Suara itu adalah pantulan suaramu sendiri,” jawab ibunya.

Ibunya lalu menambahkan, “Kalau kamu mendengar ada yang mengejekmu. Artinya kamu yang lebih dulu mengejek. Kalau tadi kamu berbicara baik. Tentunya akan beda ceritanya.”

Jawaban ibunya ini membuat Beo kecil diam seribu bahasa.

“Nak, mengejek itu bukanlah perbuatan yang baik. Mungkin karena kamu senang mengejek inilah yang membuatmu dijauhi oleh teman-temanmu. Jika kamu ingin punya banyak teman. Ibu harap kamu tidak akan mengulangi perbuatanmu ini lagi ya!”

Beo kecil tertunduk lemas dan mengaku salah. Ia berjanji untuk tidak mudah mengejek lagi.

5 Contoh Cerpen Singkat tentang Pendidikan, Motivasi, Kehidupan, Remaja Lengkap

9. Kisah Persahabatan Merpati dan Semut

Suatu pagi yang cerah seekor merpati bertengger di dahan pohon angsana. Ketika sedang asyik mandi cahaya matahari sembari merapikan bulunya. Dia mendengar suara minta tolong.

Merpati itu segera terbang menuju sumber suara itu. Alangkah kagetnya merpati saat tahu bahwa suara minta tolong itu adalah suara semut yang merupakan sahabat baiknya.

Merpati pun lalu mematuk selembar daun nangka. Daun itu dijatuhkan tidak jauh dari tubuh semut.

Setelah daun itu jatuh di dekatnya. Semut segera berenang ke atas daun itu. Setelah semut berhasil menaiki daun tersebut.

Merpati kemudian mematuk daun itu dan membawa daun nangka itu ke sebuah dahan nangka.

“Nah, temanku. Sekarang turunlah! Kamu sudah aman,” kata merpati.

“Terima kasih, merpati. Sahabatku, aku telah berhutang banyak kepadamu,” timpal semut.

“Bicara apa kamu ini, bukankah kita bersahabat sudah lama, dan sesama sahabat bukankah kita harus saling tolong-menolong?” tanya merpati sembari tersenyum.

“Iya, merpati. Tetapi terima kasih, ya?” jawab semut.

“Sama-sama, semut. Baiklah kalau begitu. Aku akan pergi dulu. Sampai jumpa lagi, semut,” ujar merpati sembari terbang meninggalkan semut.

Sesudah itu semua berjalan sebagaimana mestinya. Di lain hari ketika semut menjelajah hutan.

Dia melihat merpati sedang bertengger di atas pohon mahoni. Dan di saat yang bersamaan dari arah semak-semak, semut melihat ada sesuatu yang mencurigakan.

Semut kemudian bergegas menuju semak-semak untuk memastikan ada apakah di sana.

Dan betapa terkejutnya semut setelah tahu bahwa gerakan mencurigakan dari semak-semak itu dibuat oleh seorang pemburu yang sedang membidik merpati.

Setelah berpikir sejenak, semut menemukan cara untuk menyelamatkan sahabatnya.

Dia merangkak menaiki tubuh pemburu. Setelah itu semut menggigit mata pemburu yang sedang membidik sahabatnya.

“Aduh!!! mataku,” teriak si pemburu.

Mendengar ada suara manusia, merpati tahu bahwa dirinya sedang diawasi. Dia pun lalu terbang meninggalkan dahan untuk mencari tempat yang lebih aman.

Sadar buruannya telah menyadari kehadirannya, pemburu itu segera melepaskan anak panahnya. Sayangnya anak panah itu melesat jauh dari sasaran.

Kecewa dengan kegagalannya, pemburu itu lalu berniat mencari semut yang telah menggigitnya.

Dia ingin memberi hukuman kepada semut yang telah menggigitnya. Pemburu itu  menilai bahwa semutlah yang bertanggungjawab atas kegagalannya.

Sayangnya, keinginannya tidak tercapai karena semut telah jauh meninggalkan pemburu.

Saat itu semut telah bersembunyi di suatu tempat yang aman. Semut merasa senang karena usahanya untuk menyelamatkan merpati telah berhasil.

Kini hanya rasa kecewa dan sakit yang dirasakan oleh pemburu itu. Selain gagal mendapat merpati buruannya.

Ia juga gagal mendapatkan semut yang membuat buruannya terlepas.

10. Si Kancil dan Buaya

Si kancil memiliki kecerdikan yang luar biasa sehingga sering membantu sesama hewan di hutan. Tak heran jika Si Kancil menjadi salah satu hewan yang disegani di seluruh pelosok hutan.

Hingga suatu hari, Si Kancil merasa sangat lapar. Namun masalahnya Kancil perlu menyebrangi sungai agar mendapatkan makanan yang ia inginkan.

Namun dengan kecerdikannya, si Kancil kemudian terpikirkan sesuatu. Kancil pun memberanikan diri untuk menghampiri para buaya dan membuat kesepakatan dengan mereka.

Kancil mengarang sebuah cerita bahwa ia mendapat sebuah kabar baik dari raja hutan yang akan memberikan daging kepada para buaya di sungai tersebut.

Namun si Kancil memerintahkan agar buaya berbaris di dari tepi sungai yang satu ke tepi yang lainnya. Jika para buaya menyetujuinya, maka para buaya akan diberikan daging yang lebih banyak.

Para buaya pun langsung percaya dengan ucapan si kancil. Para buaya lalu bersedia untuk berbaris hingga membentuk jembatan.

Kancil lalu menyebrangi sungai dengan melangkah di punggung para buaya.

Sesampainya di sebrang sungai, Kancil langsung mengucapkan terima kasih kepada para buaya karena mau membantunya menyebrangi sungai dan ia segera melarikan diri.

Hal tersebut kontan membuat para buaya marah karena merasa dibohongi si Kancil.

11. Tikus dan Singa

Seperti apa cerita dongeng berjudul Tikus dan Singa Mengajarkan Kebajikan yang dapat memupuk sifat baik dalam diri sejak dini? Kamu bisa langsung menyimaknya berikut ini.

Alkisah, ada seekor Tikus yang menjahili seekor Singa di kala ia sedang menikmati tidur siang.

Tindakan sang tikus tentu saja membuat Singa kontan marah dan ingin memakan si Tikus karena merasa sangat terganggu.

Sambil meringis ketakutan, Tikus langsung memohon kepada Sang Singa untuk melepaskan dan memaafkan kejahilan yang telah ia lakukan.

Karena merasa kasihan, Singa pun melepaskan Tikus. Tikus merasa bahagia. Si tikus bahkan mengucapkan terima kasih dan berjanji untuk membalas semua kebaikan Singa padanya hari itu.

Lalu suatu hari, sayup-sayup Tikus mendengar suara Singa yang mengaung keras. Sang Singa ternyata terperangkap di sebuah jaring yang sengaja dipasang pemburu.

Singa pun memohon bantuan Tikus saat ia sadar sang tikus menghampirinya untuk segera melepaskan jaring yang membelenggunya.

Dengan sigap, Tikus segera membantu Singa keluar dari jaring tersebut dengan cara menggerogoti jaring sampai tanggal. Keduanya pun segera menyelamatkan diri.

12. Kelinci Pongah dan Kura-kura

Suatu hari di sebuah hutan, Kelinci yang merasa bahwa jalan Kura-Kura sangat lambat kemudian mengajaknya untuk balap lari untuk membuktikan siapa yang paling hebat.

Sang Kura-kura yang rendah hati menyambut ajakan si Kancil tersebut. Mereka pun mempersiapkan balap lari ditemani dengan beberapa hewan lain di hutan tersebut.

Kelinci yang telanjur merasa hebat dan tak tertandingi tentu saja berhasil lari lebih dulu dibandingkan dengan Kura-Kura yang berjalan dengan sangat lambat.

Ketika sudah hampir mendekati garis akhir, Kelinci memutuskan untuk beristirahat dulu di bawah pohon rindang. Kelinci meyakini bahwa Kura-kura pasti masih sangat lama untuk sampai.

Makanya ia memutuskan untuk tidur sebentar. Namun ia sama sekali tak menyadari bahwa malam sudah turun dan sang Kura-Kura telah lebih dulu sampai lebih di garis akhir dan disaksikan para hewan di hutan tersebut.

13. Kisah Pohon Apel

Alkisah ada seorang anak kecil yang senang sekali bermain di bawah pohon apel.

Hampir setiap hari si anak menghabiskan waktunya untuk memanjat serta menikmati manis dari buah-buah apel tersebut.

Saat usia sang anak mulai remaja, ia sudah tak pernah bermain-main lagi di bawah pohon apel tadi. Pohon apel merasa sedih dan kesepian.

Hingga suatu ketika, sang anak datang lagi. Saat sang anak kelaparan, si pohon mengizinkannya untuk mengambil buah apel dan menjualnya lagi ke pasar.

Hingga suatu ketika, rumah sang anak kebakaran dan membuat ia serta keluarganya kebingungan untuk membangun kembali rumah mereka.

Lagi-lagi, si pohon apel menolongnya. Diperbolehkannya si anak mengambil batang pohon apel sebagai pondasi rumah baru si anak.

Tahun terus berganti, si anak kecil yang dulu ceria dan sehat, kini sudah tua dimakan usia. “Akhirnya kamu kembali ke sini,” ucap pohon apel saat melihat anak itu datang.

“Kini aku seorang diri. Aku bingung harus ke mana. Aku hanya mengikuti hatiku untuk berjalan ke sini. Aku sudah tak lagi butuh buahmu, apel. Aku hanya perlu bersandar,” kata sosok anak kecil yang kini sudah sangat tua.

Tak disangka, anak kecil yang sudah tua tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di bawah pohon apel tadi. Sang anak bahkan dimakamkan tepat di samping pohon apel.

14. Si Burung Pipit dan Angin Baik Hati

Di sebuah padang rumput yang luas, hiduplah seekor burung pipit kecil bernama Pipi. Ia terkenal ramah dan ceria, meski tubuhnya kecil dan sayapnya tidak sekuat burung-burung lain.

Setiap pagi Pipi selalu bernyanyi di ranting pohon besar tempat ia tinggal. Suaranya merdu sehingga banyak hewan lain yang menyukainya.

Suatu hari, badai besar mengamuk. Angin bertiup sangat kencang hingga membuat cabang-cabang pohon patah dan dedaunan beterbangan ke mana-mana. Karena tubuhnya kecil, Pipi kesulitan terbang.

Ia berusaha keras mengepakkan sayapnya, tetapi angin terlalu kuat hingga membuatnya terombang-ambing. Pipi panik dan ketakutan karena ia merasa akan terjatuh ke tanah.

Melihat Pipi yang hampir terbawa badai, angin yang sejak tadi mengamuk mulai merasa iba. “Maafkan aku, Pipit kecil,” ucap Angin dalam hati. “Aku tidak bermaksud menyakitimu.”

Dengan lembut, Angin mengurangi tiupannya. Setelah itu Angin berputar pelan dan menahan tubuh Pipi agar tidak jatuh. Pipi pun mulai bisa menyeimbangkan diri kembali.

“Terima kasih, Angin,” ujar Pipi saat ia berhasil bertengger di ranting yang rendah. “Aku benar-benar takut tadi.” Angin merasa malu dan bersalah. “Aku tidak seharusnya bertiup terlalu keras. Aku hanya ingin membersihkan langit dari awan gelap, tapi aku lupa bahwa hewan-hewan kecil dapat celaka karenanya.”

Mulai hari itu, Angin berjanji akan lebih berhati-hati. Ia tetap bekerja mengusir badai dan mendatangkan hujan, tetapi ia memastikan untuk selalu menjaga agar hewan-hewan kecil tetap aman. Sementara Pipi, sejak kejadian itu, selalu menyanyikan lagu khusus untuk Angin setiap pagi sebagai ucapan terima kasih.

Hewan-hewan di padang rumput pun hidup damai. Mereka belajar bahwa setiap kekuatan besar harus digunakan dengan bijaksana, dan kebaikan sekecil apa pun dapat membawa ketenangan bagi banyak makhluk.

15. Si Tupai dan Permen Ajaib

Di sebuah hutan yang rimbun, tinggallah seekor tupai bernama Tato. Tato dikenal sebagai tupai yang sangat gemar makan makanan manis.

Ia suka madu, buah-buahan manis, bahkan ia pernah mencicipi kue yang jatuh dari piknik para manusia. Suatu hari ketika sedang mencari makan, Tato menemukan kotak kecil di bawah batu besar.

Kotak itu sangat indah. Warnanya keemasan dengan ukiran bunga-bunga di seluruh sisinya. Karena penasaran, Tato membuka kotak itu.

Di dalamnya terdapat sebutir permen besar yang berkilau seperti permata. Tanpa berpikir panjang, Tato langsung memakan permen tersebut. Rasanya sangat manis, jauh lebih enak daripada madu paling lezat di seluruh hutan.

Namun setelah menelan permen itu, sesuatu yang aneh terjadi. Tato merasa tubuhnya ringan, terlalu ringan. Bahkan sebelum ia sempat berdiri, ia terangkat ke udara dan melayang! Tato panik, “Tolong! Aku tidak ingin terbang!” teriaknya.

Tetapi tidak ada yang dapat dilakukan. Permen ajaib itu membuat tubuhnya melayang mengikuti arah angin.

Saat melayang, Tato melewati berbagai tempat di hutan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia melihat air terjun yang sangat indah, gua yang penuh lumut bercahaya, dan burung-burung besar yang terbang bebas.

Meski awalnya takut, lama-lama Tato mulai menikmati perjalanan itu. Ia sadar bahwa pengalaman ini tidak akan ia dapatkan jika ia hanya tinggal di sarangnya setiap hari.

Setelah beberapa waktu melayang, efek permen itu akhirnya hilang. Tato perlahan turun dan mendarat dengan lembut di dekat pohon besar.

Ia duduk sambil mengatur napas dan tertawa kecil. “Ternyata dunia ini luas sekali,” gumamnya. “Mungkin aku terlalu sering hanya mencari makanan manis sampai melupakan bahwa ada banyak hal menarik yang bisa kulihat.”

Keesokan harinya Tato kembali ke rumah dengan perasaan baru. Ia tidak lagi hanya memikirkan makanan manis. Kini ia lebih suka menjelajah hutan, bertemu teman-teman baru, dan melihat keindahan alam.

Dari pengalaman itu, Tato belajar bahwa rasa ingin tahu dapat membuat seseorang menemukan petualangan yang luar biasa—bahkan dari sebuah permen kecil.

Penutup

Demikian beberapa Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak yang Penuh Pesan Moral dan Mendidik.

Semoga contoh kumpulan dongeng ini dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

Simak dan simpan artikel ini karena akan ada dongeng-dongeng yang baru lho.


Halaman:

Advertisement