Fungsi-Fungsi Manajemen dan Contohnya, Pengertian & Tujuannya Lengkap
Tidak adanya manajemen membuat bisnis pada perusahaan atau aktivitas pada organisasi tidak bisa berjalan dengan semestinya dan berisiko terancam kehancuran.
1. Fungsi Planning atau Perencanaan
Fungsi yang pertama ialah planning yang merupakan proses dalam upaya mengantisipasi permasalahan di masa yang akan datang.
Fungsi ini berguna untuk merencanakan dan menentukan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Gambaran lebih mudahnya yaitu suatu proses seorang manajer atau pihak-pihak manajemen dalam memutuskan tujuan yang ingin dicapai dan menetapkan strategi.
Tidak hanya itu saja, tapi juga melakukan analisis keberhasilan dengan melakukan perbandingan.
Berikut contoh fungsi planning dalam manajemen di sebuah perusahaan:
- Menentukan target pasar.
- Menyusun dan memutuskan strategi untuk menjangkau target pasar yang telah ditentukan.
- Menentukan sumber daya yang dibutuhkan.
- Menetapkan standar pencapaian perusahaan.
Planning sendiri merupakan fungsi dasar dari manajemen. Menurut Koontz fungsi planning mendeskripsikan tentang keputusan yang diambil sebelum dilakukannya tindakan nyata.
Sesuai yang telah dijelaskan di atas, keputusan yang diambil tersebut meliputi hal-hal yang hendak dilakukan oleh perusahaan dan menentukan kapan dan bagaimana cara merealisasikannya.
Planning dapat menjadi jembatan yang akan menghubungkan posisi perusahaan saat ini dengan tujuan perusahaan di masa mendatang.
Dengan pengertian lain, planning dapat disimpulkan sebagai upaya yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan perusahaan di masa mendatang.
Fungsi planning tidak hanya meliputi apa saja yang akan dilakukan oleh perusahaan. Tetapi, juga tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan karena memiliki dampak yang negatif terhadap kinerja perusahaan.
Sehingga, dapat dikatakan bahwa fungsi planning mencangkup perencanaan sekaligus antisipasi terhadap risiko yang kemungkinan terjadi di masa mendatang dan menghambat tercapainya tujuan perusahaan.
2. Fungsi Organizing atau Pengorganisasian
Fungsi organizing merupakan proses yang menyangkut dengan strategi dan taktik yang sudah direncanakan.
Fungsi organizing juga untuk melakukan tata kelola yang melibatkan sumber daya untuk mengembangkan produktivitas perusahaan.
Fungsi organizing dapat dikatakan sebagai upaya pengelolaan yang dilakukan oleh pihak manajemen terhadap segala unsur pada perusahaan.
Unsur yang dimaksud meliputi bahan mentah, alat produksi, dan tenaga kerja agar berfungsi dengan efisien.
Berikut ini beberapa contoh fungsi organizing pada perusahaan:
- Menetapkan formasi tim kerja dan memberikan tugas dan tanggung jawab ke setiap karyawan.
- Mengalokasikan sumber daya yang ada dan menetapkan prosedur yang diperlukan.
- Melakukan proses perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
Fungsi organizing selalu berhubungan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan, baik sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya.
Sumber daya yang dimaksud meliputi bahan baku, mesin produksi, dan teknologi yang digunakan.
Secara garis besar, fungsi organizing dalam lingkup identifikasi aktivitas, klasifikasi aktivitas, pengoordinasian tugas dan tanggung jawab, dan penentuan tugas setiap komponen perusahaan.
Halaman:

