Source : Getty Images/Lex20

23 Harga Asbes Per Lembar 2026 Berbagai Ukuran, dari Paling Murah Sampai ke yang Paling Mahal

Kamu sedang berencana menggunakan asbes sebagai atap rumahmu? Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui harga per lembarnya.

8 April 2026 Aditya
Ringkasan Artikel
  • Harga per lembar 2026: daftar merk populer seperti Djabesmen (sekitar Rp45.000–Rp81.000 per lembar untuk berbagai ukuran) dan Harvlex (sekitar Rp28.500–Rp82.000 tergantung ukuran/ketebalan); harga umum relatif terjangkau dan bervariasi menurut ukuran/ketebalan.
  • Fungsi dan kelebihan: sering dipakai sebagai atap atau dinding semi permanen karena ringan, murah, dan pemasangan cepat; juga digunakan sebagai campuran bahan bangunan.
  • Risiko dan rekomendasi: asbes mengandung serat mikroskopik berbahaya (dapat memicu kanker paru-paru), penggunaannya dibatasi/berubah menjadi produk bebas asbestos — disarankan mempertimbangkan kesehatan keluarga, gunakan untuk area non-hunian (carport/gudang) atau pilih alternatif bebas asbestos.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apa Itu Asbes

Asbes adalah material untuk penutup bangunan, yang cukup populer. Namun, karena maraknya isu kesehatan, saat ini mulai banyak ditinggalkan oleh pengguna.

Saat ini banyak dari pabrikan asbes yang mulai menyatakan produknya bebas akan asbestos, yang memang berbahaya bagi kesehatan.

Atap ini terbuat dari bahan asbes semen ataupun fiber. Bentuknya berupa sebuah lembaran tipis bergelombang yang mempunyai ragam gelombang, baik dari ukuran kecil maupun besar. Ukuran dari panjang dan tebalnya pun juga bermacam-macam.

Atap ini tidak mampu memantulkan sinar matahari. Akan tetapi, ia dapat menyerap sinar matahari. Atap dari asbes sering digunakan juga sebagai penutup dari atap garasi.

Selain itu, terdapat banyak orang juga yang menggunakannya, untuk menjadi atap rumah mereka tinggal.

7 Model Desain Rumah Minimalis 2 Lantai Tampak Depan Modern dan Elegan

Awalnya, atap asbes ditemukan serta mulai untuk digunakan pada abad 19. Masuk pada abad ke 20, muncullah sebuah keprihatinan bahwa banyak dari penambang asbes yang ternyata meninggal.

Hal ini sebabkan karena adanya zat asbes, yang sering terhirup oleh para penambang.

Maka dari itu, pada tahun 1970an, penggunaan dari bahan asbes ini mulai dibatasi serta tidak dianjurkan, bahkan pemakaian pada bahan asbes pun telah dilarang di Jepang.

Asbes terdiri atas partikel mikro yang tidak tampak di udara, sehingga dapat memicu penyakit kanker paru-paru.

Tidak hanya dari kanker paru-paru, atap asbes pun dapat memicu penyakit yang lainnya.

Hal yang sama juga dapat terjadi pada diri kamu. Jika kamu menggunakan atap asbes sebagai penutup atap rumah, terdapat kemungkinan kamu akan menghirup zat asbes yang sangat kecil.

Mungkin kamu hanya merasa biasa-biasa saja. Namun, efeknya nanti akan muncul sesudah berpuluh-puluh tahun kemudian.

Fungsi Asbes

Sebagai Atap Rumah

Manfaat yang pertama dari asbes, yakni sebagai atap rumah. Atap rumah yang terbuat dari bahan asbes dapat menjadi pengganti dari sebuah atap berbahan genting, serta bisa juga menjadi sebuah atap rumah yang memiliki konstruksi yang ringan.

Selain itu, asbes juga memiliki harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan harga genting, sehingga di beberapa rumah yang mempunyai konstruksi semi permanen, seringkali akan memanfaatkan asbes sebagai bahan untuk atap rumah.

Penggunaan dari asbes sebagai atap rumah ini, bisa menggunakan triplek sebagai bagian pemisah jarak antara ruangan dengan asbes, sehingga akan terasa lebih nyaman.

Manfaat dari triplek ini, bisa untuk memberikan pengendapan udara yang baik di dalam ruangan, sehingga tidak akan menjadi terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Konstruksi Bangunan Semi Permanen

Selain dapat dimanfaatkan sebagai atap rumah, asbes juga seringkali akan dimanfaatkan sebagai tembok pada jenis rumah semi permanen.

Penggunaan dari konstruksi rumah semi permanen dengan menggunakan material asbes, dinilai lebih baik bila dibandingkan dengan menggunakan dinding dan juga konstruksi, yang berbahan dari kayu maupun bambu yang mudah sekali lapuk.

Selain itu, harga material kayu dan juga bambu juga cenderung lebih mahal, untuk penggunaan sebuah konstruksi rumah yang berjenis semi permanen.

Namun, bisa juga menggunakan bahan konstruksi yang lainnya seperti gipsum, manfaat gipsum yang dapat digunakan sebagai dinding yang semi permanen ini, akan dapat membantu dalam membagi ruangan secara lebih kokoh.

Halaman: