Jaringan Meristem, Pengertian, Fungsi, Ciri dan Contohnya

Posted in: Mapel Pelajar

Jaringan Meristem, Pengertian, Fungsi, Ciri dan Contohnya – Jaringan adalah sekelompok sel yang dapat memiliki bentuk, susunan serta fungsi yang sama. terdapat berbagai macam jaringan yang dapat ditemukan di dalam organ tubuh makhluk hidup termasuk tumbuhan dan hewan. Dan berikut akan dibahas mengenai Jaringan yang terdapat dalam tumbuhan.

Tumbuhan merupakan organisme eukariotik yang tersusun atas banyak sel atau multiseluler. Di dalamnya tersusun atas banyak sel dengan fungsi yang sama yang mana sel-sel tersebut dapat menyusun jaringan. Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ dan dari organ tersebut akan menyusun bentuk keseluruhan dari tumbuhan.Salah satunya adalah jaringan meristem. 

Jaringan Meristem

pastiguna.com

Pengertian

Jaringan ini merupakan jaringan yang terdapat pada bagian ujung-ujung tanaman atau terletak pada titik tumbuh tanaman. Jaringan ini sangat memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh. Pada jaringan ini, sel-sel akan terus membelah secara mitosis sehingga menyebabkan tanaman akan terus tumbuh.

Fungsi Jaringan

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, bahwa jaringan ini memiliki fungsi dalam pertumbuhan tanaman seperti untuk membentuk akar, batang, cabang ataupun daun. Jaringan ini pun dapat membantu untuk memperpanjang serta memperlebar batang ataupun memperpanjang dan memperkuat akar. Tidak sampai di situ, jaringan ini pun dapat mendorong perkecambahan.

Pada umumnya fungsi dari jaringan ini adalah sebagai penyokong pertumbuhan tinggi dan besarnya tanaman. Dan kemampuan dari jaringan ini dapat ditunjang oleh fungsi dari bagian-bagian jaringan tersebut antara lain sebagai berikut.

a. Fungsi Meristem Apikal

Meristem apikal ini biasa disebut sebagai jaringan meristem ujung karena letaknya yang berada pada ujung-ujung tanaman seperti pada pokok batang dan cabang atau pada pucuk, atau pada ujung ujung akar. Adapun fungsi dari jaringan yang satu ini adalah sebagai penyebaran kanopi pada bagian cabang dan ranting, serta memiliki peran sebagai jaringan yang dapat memperpanjang jangkauan terhadap penyerapan akar. Dan yang paling utama adalah sebagai penunjang pertumbuhan dan tingginya tanaman.

 Jaringan ini memiliki sel-sel yang membantu untuk terus tumbuh dan memanjang. Yang mana, memanjangnya tanaman ini diakibatkan oleh aktivitas dari jaringan apikal yang lazim dan disebut sebagai pertumbuhan primer. Oleh sebab itu jaringan yang terbentuk oleh meristem apikal ini biasa disebut sebagai jaringan primer.

Jaringan meristem apikal yang ada pada bagian ujung akar sangat memungkinkan untuk menghasilkan sel-sel baru agar dapat membuat akar tanaman semakin panjang sehingga dapat menembus tanah dan memperoleh air serta mineral yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut dari dalam tanah. Adapun jaringan ini merupakan daerah pusat dari bagian pembelahan sel yang biasanya menghasilkan sel-sel meristem primer agar dapat menggantikan sel-sel tudung akar yang tanggal. jaringan ini pun sangat memungkinkan untuk menghasilkan sel-sel pembentuk daun dikarenakan berada pada bagian ujung batang.

b. Fungsi Meristem Interkalar

Meristem interkalarterletak atau meristem antara ini merupakan jaringan yang terletak diantara jaringan jaringan dewasa seperti pada pangkal ruas batang atau pada pangkal tangkai ranting. jaringan inipun dapat ditemukan pada bagian batang rumput-rumputan.

Untuk fungsi dari jaringan meristem interkalar adalah memiliki peranan sebagai jaringan yang dapat menopang pertumbuhan tinggi tanaman. Hal ini dikarenakan jaringan ini memiliki pertumbuhan yang memanjang serta lebih cepat seiring dengan pertumbuhan jaringan tersebut.

c. Fungsi Meristem Lateral

Untuk meristem yang satu ini disebut juga sebagai meristem samping, yang mana jaringan ini terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus jaringan yang satu ini memiliki fungsi sebagai jaringan yang dapat membelah serta memperbesar diameter batang atau akar yang ada pada tanaman. 

Adapun pertumbuhan dari jaringan baterai ini akan menuju ke arah samping sehingga memungkinkan untuk pertumbuhan besarnya akar serta batang dari tanaman. Pertumbuhan dari jaringan meristem ini sangat lazim dan disebut sebagai pertumbuhan sekunder. inilah yang menyebabkan jaringan yang satu ini biasa disebut sebagai jaringan sekunder.

Ciri-ciri Jaringan

Jaringan meristem merupakan jaringan yang terletak pada bagian tumbuhan yang masih muda titik contohnya adalah pada bagian ujung akar atau pada bagian ujung batang. Hal ini karena jaringan ini tersusun dari sel-sel muda yang memiliki bentuk sama kecil dan bulat. Bagian dinding selnya pun cenderung lebih tipis dan elastis dikarenakan masih muda.

Bagian selnya memiliki sitoplasma yang padat dan sedikit, memiliki vakuola yang kecil serta memiliki plastisida yang belum matang. sel-sel penyusun dari jaringan ini sangatlah padat dan tidak memiliki banyak ruang. Hal ini dikarenakan sel-sel tersebut akan masih terus berkembang.

Apabila diuraikan, jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Memiliki bentuk dan ukuran sel penyusunnya sama, biasanya jaringan ini memiliki satu atau lebih inti sel yang memiliki ukuran besar.
  2. Memiliki dinding sel yang tipis, yang mana ruang antar sel ini biasanya tidak ditemukan dikarenakan padatnya sel yang dimiliki.
  3. Memiliki sel yang penuh dengan protoplasma, Hal ini dikarenakan banyaknya protoplasma yang ada pada jaringan sel meristem ini.
  4. Memiliki isi sel yang tidak mengandung zat makanan, jaringan meristem ini tidak memiliki fungsi sebagai jaringan penyimpanan makanan.
  5. Memiliki sel muda dan berukuran kecil, sel penyusun pada jaringan ini bersifat embrional atau selalu aktif membelah. Jaringan ini pun belum mengalami diferensiasi serta spesialisasi, dengan vakuola kecil, inti yang besar, plastida yang belum matang serta memiliki bentuk yang sama ke segala arah.

Struktur Jaringan

Adapun struktur jaringan dari jaringan meristem ini tersusun atas tiga struktur yaitu sebagai berikut.

  1. Meristem primer merupakan meristem yang terletak pada ujung akar dan batang yang tersusun atas meristem apikal. Struktur yang satu ini memiliki fungsi untuk membentuk epidermis, korteks, mesofil serta jaringan pembuluh.
  2. Meristem sekunder merupakan jaringan dewasa yang memulai untuk pertumbuhan kembali serta dapat merubah jaringan muda menjadi jaringan meristem.
  3. Promeristem merupakan jaringan yang terdapat pada tumbuhan ketika tumbuhan tersebut masih dalam keadaan embrio.

Jenis Jaringan

Jaringan ini dibagi kedalam tiga jaringan berdasarkan letaknya yaitu apikal, lateral dan juga meristem interkalar. Meristem apikal merupakan Jaringan yang terdapat pada bagian ujung akar serta pucuk tumbuhan. Adapun meristem lateral merupakan jaringan yang terdapat pada bagian vaskular kambium atau gabus di bagian dalam batang. Sedangkan meristem interkalar merupakan jaringan yang terletak pada bagian antara meristem primer dan sekunder yang memiliki fungsi untuk mempercepat perkembangan batang.

Contoh Jaringan

Adapun contoh dari jaringan meristem dapat dibagi menjadi sesuai dengan letak dari jaringan tersebut. Contoh-contohnya adalah sebagai berikut.

  1. Contoh jaringan dari meristem apikal adalah tumbuhan paku-pakuan, tumbuhan berbiji baik tumbuhan berbiji terbuka ataupun berbiji tertutup.
  2. Contoh jaringan dari meristem interkalar adalah rumput-rumputan dan daun pinus.
  3. Contoh jaringan dari meristem lateral adalah kambium, dan felogen atau kambium gabus.

Itulah penjelasan mengenai jaringan meristem yang mana jaringan tersebut adalah Jaringan yang terdapat pada tumbuhan. Anda dapat mengetahui lebih jelas lagi dengan melakukan research untuk memperoleh detail lebih banyak lagi.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta