8 Jenis Aromaterapi dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh & Pikiran
Faktanya, aromaterapi bukan sekadar wewangian, melainkan metode pendukung yang menghubungkan indra penciuman langsung ke pusat emosi di otak.
Bagi Kesehatan Pikiran
- Manajemen Stres: Dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dalam darah dengan cepat melalui stimulasi sistem limbik di otak.
- Menstabilkan Suasana Hati (Mood): Membantu mengatasi perasaan sedih atau lelah secara emosional dengan memberikan stimulasi aroma yang menyegarkan.
- Relaksasi Mental: Memberikan jeda bagi pikiran yang terlalu aktif (overthinking), dan menciptakan suasana damai di dalam pikiran.
Metode Penggunaan Aromaterapi Agar Lebih Efektif
Menggunakan minyak aromaterapi tidak boleh sembarangan sebab konsentrasinya sangat pekat.
Berikut ini Mamikos beri penjelasan lebih rinci mengenai metode penggunaan aromaterapi agar lebih efektif dan aman bagi kesehatan:
1. Metode Difusi (Penyebaran di Udara)
Metode difusi menjadi yang paling populer untuk memengaruhi suasana hati dan membersihkan udara ruangan.
- Menggunakan Diffuser Ultrasonik: Alat ini menggunakan getaran suara untuk mengubah air dan minyak esensial menjadi uap dingin. Isi tangki dengan air mineral, dan teteskan 5β10 tetes saja minyak esensial.
- Durasi Penggunaan: Sebaiknya nyalakan diffuser selama 30β60 menit, kemudian matikan selama 1 jam. Menghirup aromaterapi terus-menerus dalam waktu terlalu lama justru menyebabkan pusing atau kejenuhan indera penciuman.
- Kebersihan Alat: Cuci diffuser secara berkala setidaknya seminggu sekali agar tidak ada jamur atau sisa minyak yang mengendap di dalam alat.
2. Metode Topikal (Pengolesan pada Kulit)
Sifat dari minyak esensial murni sangat keras dan bisa membakar kulit jika tidak dilarutkan sebelumnya.
A. Wajib Menggunakan Carrier Oil: Selalu campurkan minyak esensial dengan minyak pelarut (carrier oil) seperti minyak zaitun, minyak kelapa (VCO), atau minyak almond untuk mengurangi reaksi.
B. Rasio Pengenceran:
Untuk Dewasa: Gunakan kadar 2\% (atau sekitar 10β12 tetes minyak esensial per 30 ml carrier oil).
Untuk Anak/Kulit Sensitif: Gunakan kadar 0.5\% β 1\% (atau sekitar 3β5 tetes per 30 ml carrier oil).
C. Area Pengolesan: Oleskan minyak pada titik nadi seperti pergelangan tangan, belakang telinga, telapak kaki, dan dapat digunakan juga sebagai minyak pijat di punggung.
3. Metode Inhalasi (Penghirupan Langsung)
Metode tercepat untuk meredakan gangguan fisik seperti mual atau hidung tersumbat.
- Inhalasi Kering: Teteskan 1β2 tetes saja minyak pada tisu atau kapas, lalu hirup dalam-dalam aromanya sebanyak 3β5 kali.
- Inhalasi Uap (Steam): Teteskan sebanyak 2 tetes minyak (misal Eucalyptus) ke dalam wadah berisi air panas. Tutup kepala dengan handuk di atas wadah tersebut, dan hirup uapnya perlahan. Peringatan: Jauhkan mata agar tidak pedih saat terkena uap minyak.
- Personal Inhaler: Gunakan tabung inhaler kosong yang diisi kapas yang sudah ditetesi minyak esensial untuk dibawa saat bepergian.
4. Metode Berendam (Hydrotherapy)
Minyak esensial diakui cukup efektif untuk relaksasi total dan penyerapan melalui pori-pori kulit saat mandi.
- Karena minyak tidak menyatu dengan air maka jangan langsung diteteskan karena justru dapat mengiritasi kulit yang sensitif.
- Maka caranya adalah campurkan 5β8 tetes minyak esensial ke dalam satu sendok makan minyak pembawa atau campur dengan Epsom salt (garam Inggris) sebelum dimasukkan ke air bak mandi.
- Berendamlah selama 15β20 menit saja untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi otot dan pikiran.
Halaman:

