4 Kampus yang Tidak Menggunakan Nilai TKA untuk SNBP 2026, Tertarik Daftar?
Hasil nilai TKA dijadikan sebagai salah satu penilaian dalam penerimaan calon mahasiswa baru melalui SNBP. Namun, masih ada beberapa kampus yang tidak menjadikan nilai TKA sebagai syarat utama penentu kelulusan. Ketahui apa saja kampusnya dalam artikel ini!
- SNBP 2026 menitikberatkan nilai rapor (min. 50%) dan tambahan maksimal 50% (nilai dua mata pelajaran relevan, prestasi/portofolio); TKA menjadi syarat administratif nasional tetapi peranannya bervariasi—sering berfungsi sebagai validator, penguat rapor, atau nilai pendukung untuk program studi kompetitif.
- Beberapa PTN yang dikonfirmasi tidak menjadikan nilai TKA sebagai penentu utama SNBP 2026 antara lain ITB, Unpad, Universitas Brawijaya, dan UPN Veteran Jakarta; kampus lain seperti UNAIR, UNNES, dan UNDIP belum memberi konfirmasi tegas.
- Meskipun TKA wajib secara administratif, kebijakan pemakaian TKA diserahkan ke tiap PTN—siswa disarankan tetap memantau pengumuman resmi PTN terkait dan mempersiapkan rapor, prestasi, dan portofolio.
Untuk siswa SMA, hasil nilai TKA dapat dijadikan sebagai modal untuk masuk ke perguruan tinggi melalui SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).
Dengan aturan tersebut, banyak PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang menggunakan nilai TKA sebagai salah satu aspek dalam menyeleksi calon mahasiswa baru di SNBP 2026. Ini menjadi polemik yang menghantui murid SMA saat ini. Banyak yang merasa cemas nilai TKA yang mereka miliki dapat menghambat kelulusannya di SNBP tahun ini.
Namun, kabar baiknya, ternyata masih ada sejumlah kampus yang tidak menggunakan nilai TKA untuk SNBP 2026 sebagai syarat atau penilaian utama. Apa sajakah kampusnya? Di bawah ini Mamikos akan infokan daftar lengkapnya. 🧑🎓🏫
Daftar Isi
- Bagaimana Aturan Penilaian SNBP 2026?
- Apakah Nilai TKA Digunakan Dalam Penilaian SNBP 2026?
- Nilai TKA Tetap Wajib secara Administratif Namun Tidak Selalu Menjadi Penentu Kelulusan
- Apakah Ada Kampus yang Tidak Menggunakan Nilai TKA untuk SNBP 2026?
- Daftar Kampus yang Tidak Menggunakan Nilai TKA untuk SNBP 2026
- Cek Fakta Kampus yang Tidak Menggunakan Nilai TKA untuk SNBP 2026
- Penutup
Bagaimana Aturan Penilaian SNBP 2026?

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau lebih dikenal dengan singkatan SNBP adalah salah satu jalur seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri yang proses seleksinya berdasarkan prestasi akademik dan nonakademik yang diraih oleh siswa selama duduk di bangku SMA.
Dalam laman resmi SNPMB, disebutkan bahwa komponen penilaian pada jalur seleksi ini dibebankan pada beberapa hal yaitu:
- Komponen pertama: Nilai rata-rata rapor untuk semua mata pelajaran, bobotnya paling sedikit 50% dari semua penilaian.
- Komponen kedua: penilaian tambahan dengan bobot maksimal 50% dari keseluruhan penilaian. Ini dihitung berdasarkan nilai rapor maksimal 2 mata pelajaran yang paling sesuai dengan program studi yang dipilih dan bisa ditambah dengan portofolio untuk prodi seni dan olahraga, ataupun prestasi akademik/non akademik lainnya.
Perlu digaris bawahi, komposisi penilaian untuk kedua komponen tersebut ditetapkan oleh kebijakan dari masing-masing PTN.
Dimana secara alurnya, peserta SNBP akan diseleksi terlebih dahulu berdasarkan program studi yang dipilih. Jika tidak lulus pada pilihan pertama, maka peserta akan kembali diikutkan pada seleksi program studi yang menjadi pilihan kedua.
Apakah Nilai TKA Digunakan Dalam Penilaian SNBP 2026?
Pada penjelasan komponen penilaian SNBP di atas, sebenarnya tidak disebutkan secara gamblang bagaimana peranan hasil nilai TKA sebagai bobot penilaian SNBP.
Namun, dalam salah ketentuan umum yang harus dipenuhi oleh siswa untuk mengikuti SNBP 2026 yaitu harus memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA dari Kemdikdasmen.
Karena ketidakjelasan informasi inilah, banyak siswa yang merasa bingung terkait posisi nilai TKA dalam SNBP 2026. Tidak sedikit juga yang merasa cemas TKA dapat menentukan lolos atau tidaknya mereka untuk masuk ke PTN yang diimpikan.
Jika mengutip dari Detik, dalam konteks SNBP 2026, nilai TKA berperan sebagai data pendukung saja. Artinya, nilai TKA dapat menjadi salah satu komponen yang akan dipertimbangkan oleh panitia.
Dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru pada program studi tertentu yang bersifat kompetitif di PTN, nilai TKA menjadi salah satu hal yang krusial sebagai nilai tambah.
Adapun fungsi nilai TKA dalam SNBP 2026 yang lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:
1. Sebagai penguat nilai rapor
Penilaian rapor masing-masing sekolah dapat berbeda standar.
Dengan adanya TKA sebagai penilaian nasional yang terstandarisasi, hasil nilai yang dicapai oleh siswa dapat memberikan gambaran secara objektif kepada PTN terkait kemampuan akademik siswa yang sebenarnya sehingga dapat menguatkan nilai rapor.
2. Sebagai komponen penilaian pengganti untuk mata pelajaran pendukung
Nilai TKA dari mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang dipilih dapat menjadi nilai tambah untuk memperbesar peluang kelulusan siswa.
3. Sebagai indikator kualitas siswa dan sekolah
Akumulasi hasil nilai TKA siswa dari sekolah dapat menjadi indikator dari kualitas pendidikan yang berjalan di sekolah tersebut.
Jika rata-rata siswa mendapatkan nilai TKA yang tinggi secara konsisten maka dapat meningkatkan indeks sekolah di hadapan PTN.
Hal ini karena data hasil TKA akan diintegrasikan ke dalam basis data seleksi masuk perguruan tinggi.
Halaman:



