10 Jurusan yang Tidak Disesali dan yang Disesali Setelah Lulus, Ada Jurusan Impianmu?
Bingung menentukan jurusan kuliah dan takut menyesal di masa depan? Jangan berspekulasi! Yuk, cari tahu daftar jurusan yang banyak disesali dan tidak disesali setelah lulus berdasarkan data riil industri di sini.
- Banyak mahasiswa cemas soal memilih jurusan—riset menunjukkan hampir separuh lulusan menyesal—umumnya karena ekspektasi gaji vs realitas, keterbatasan lapangan kerja, dan memilih berdasarkan tren atau gengsi.
- Jurusan dengan tingkat kepuasan tinggi: STEM (Ilmu Komputer, Teknik), Kesehatan, dan Bisnis/Keuangan; jurusan yang sering disesali: Jurnalistik, Sosiologi/Ilmu Sosial, Seni, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan—untuk jurusan humaniora diperlukan upskilling agar tetap kompetitif.
- Kurangi risiko penyesalan dengan pakai pendekatan Ikigai (passion, skill, kebutuhan pasar, penghasilan), fokus pada transferable skills, dan mulai magang serta membangun jaringan sejak dini—ijazah bukan penentu akhir, adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan yang utama.
Sedang bingung menentukan jurusan kuliah dan takut menyesal di masa depan? Wajar banget kok kalau kamu merasa cemas.Â
Bahkan fenomena quarter-life crisis akibat merasa salah jurusan biasanya terjadi setelah lulus dan melihat realitas dunia kerja. 🎓📚
Riset global dari ZipRecruiter bahkan mencatat hampir setengah dari mahasiswa yang lulus menyesali pilihan akademis mereka. Nah, daripada berspekulasi, yuk cari tahu aja jurusan yang tidak disesali dan yang disesali setelah lulus lewat artikel Mamikos ini.Â
Daftar Isi
Mengapa Seseorang Bisa Menyesali Jurusan Kuliahnya?

Banyak yang mengatakan bahwa kuliah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa mengubah nasib dan sukses. Namun kenyataannya setelah memakai toga dan memegang ijazah, banyak alumni yang justru merasa terjebak dalam penyesalan.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Â
1. Ekspektasi Gaji vs Realitas Finansial
Faktor pertama yang paling pragmatis. Banyak mahasiswa memilih jurusan tertentu karena mengira akan mendapatkan gaji yang besar setelah lulus.
Namun begitu lulus, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa starting salary untuk fresh graduate di bidang tersebut sangat kecil. Bahkan tidak sebanding dengan biaya investasi kuliah yang telah dikeluarkan selama bertahun-tahun. Kesenjangan finansial inilah yang memicu penyesalan paling besar.
2. Keterbatasan Lapangan Kerja yang Linear
Setiap tahun, kampus-kampus di Indonesia meluluskan ratusan ribu sarjana baru. Sayangnya, pertumbuhan lapangan kerja di sektor tertentu cenderung stagnan atau bahkan menyusut akibat disrupsi teknologi.Â
Ketika jumlah lulusan melimpah namun lowongan kerja minim, maka kompetisi menjadi tidak sehat. Banyak lulusan sarjana yang akhirnya menganggur lama atau terpaksa mengambil pekerjaan apa saja yang jauh dari bidang keilmuannya.
3. Terjebak Tren Sesaat dan Gengsi
Saat lulus SMA, banyak yang memilih jurusan kuliah hanya karena ikut-ikutan teman, menuruti gengsi, atau ikut-ikutan tren yang sedang viral saat itu tanpa riset mendalam.Â
Mereka lupa bahwa tren industri bisa berubah total dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan. Ketika masa kuliah mulai berat dan tidak sesuai dengan minat serta bakat yang sebenarnya, maka rasa jenuh dan penyesalan akan muncul hingga terbawa ke dunia kerja
Jika kamu hendak memilih jurusan yang tepat, tiga hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk memilih. Jangan hanya fokus pada tren, kampus populer, tapi cari jurusan yang kamu suka dan relevan dengan kebutuhan di masa depan.
Daftar Jurusan yang Paling Tidak Disesali Setelah Lulus
Jika membahas tentang jurusan yang tidak disesali dan yang disesali setelah lulus, mari kita bahas salah satunya terlebih dahulu.
Mayoritas jurusan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dan Kesehatan menempati peringkat teratas sebagai jurusan yang paling tidak disesali. Mengapa?Â
Jawabannya sederhana, karena ada kejelasan prospek karier dan stabilitas finansial. Lulusan dari bidang STEM memiliki keahlian spesifik dan sangat dibutuhkan oleh industri global.
Berdasarkan data statistik dari ZipRecruiter, berikut adalah daftar jurusan dengan tingkat kepuasan tertinggi yang paling minim penyesalan:
1. Ilmu Komputer & Teknik Informatika (Tingkat Kepuasan: 72%)
Di era transformasi digital, hampir seluruh sektor bisnis membutuhkan infrastruktur digital, mulai dari aplikasi hingga keamanan siber. Tidak mengherankan jika prospek kerja teknik informatika sangat cerah dan menawarkan kompensasi di atas rata-rata.Â
Selain gaji yang menggiurkan, lulusan TI juga menyukai fleksibilitas kerja yang tinggi, seperti opsi kerja jarak jauh (remote work) atau Work From Anywhere (WFA).
Halaman:


