Kapan Hari Pahlawan 2025? Tanggal, Sejarah Singkat, dan Cara Memperingatinya
Hari Pahlawan Nasional di Indonesia di peringati setiap tahunnya tepatnya pda tanggal 10 November. Lalu, bagaimana sejarah singkatnya dan cara memperingatinya? Yuk cek di artikel ini!
Hal ini membuat para pemuda Surabaya marah dan mengganti bendera Belanda dengan cara merobek bagian biru dan menjadikannya bendera Indonesia yaitu bendera Merah Putih.
Pasukan Inggris dan Belanda yang tidak terima pun melakukan serangan balik yang mengakibatkan bentrokan tak terhindarkan yang mana bentrokan kecil menjadi bentrokan besar.
Sehingga sejak 27 Oktober 1945 hingga 20 November 1945 menjadi serangan umum yang hampir membunuh banyak tentara Inggris.
Serangan itu juga akhirnya menyebabkan tewasnya pemimpin pasukan Inggris di Jawa Timur, Brigjen Aubertin Mallaby.
Dap puncak pertempuran tepat pada 10 November 1945 Komandan Divisi 5 Inggris Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh sangat marah.
Dan ia mengeluarkan ultimatum yang menyatakan bahwa pihak Indonesia harus berhenti berperang melawan AFNEI dan NICA. Rakyat Indonesia juga diminta untuk menyerahkan semua senjatanya.
Keberanian Arek Suroboyo
Namun, karena masyarakat Surabaya tidak pantang menyerah dan tidak memperdulikan ultimatum dari Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh.
Masyarakat melihat tentara sekutu yang ingin menjajah Indonesia kembali setelah Proklamasi Kemerdekaan, pemuda Surabaya membela Kemerdekaan Indonesia.
Pasukan Sekutu kemudian melakukan Ricklef atau tindakan pemurnian darah.
Mereka menyerang kota Surabaya baik melalui darat maupun laut, dengan menggunakan berbagai peralatan tempur seperti tank, pesawat dan kapal perang.
Serangan yang terjadi pada pukul 06.00 WIB itu menelan banyak korban jiwa.
Meskipun banyak korban berjatuhan dari pihak masyarakat Surabaya, namun masyarakat Surabaya tidak gentar dan takut.
Mereka tetap melawan pasukan Inggris dan Belanda meskipun tidak dilengkapi dengan senjata yang memadai.
Hampir semua kalangan masyarakat Surabaya bergabung untuk melawan pasukan Inggris dan belanda.
Mulai dari para pemuda, pedagang, petani, mahasiswa, dan berbagai kelompok lainnya menyatukan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan, KH Hasyim Asy’ari.
Sekitar 20.000 orang Surabaya menjadi korban perang yang mengerikan, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil karena tidak dibekali dengan senjata yang memadai.
Medan perang Surabaya dijuluki dengan sebutan “Neraka” karena kerugian yang dialami tidak sedikit.
Tidak hanya masyarakat Surabaya yang menjadi korban, namun ada sekitar 1.600 tentara Inggris tewas, hilang dan terluka serta puluhan peralatan perang rusak dan hancur.
Dilihat dari banyaknya pejuang yang gugur pada waktu itu, ini membuktikan akan kegigihan masyarakat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ada lebih dari 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya karena ada banyak hal yang mempengaruhi.
Dengan kejadian inilah, sekarang ini kota Surabaya dikenang sebagai kota pahlawan dan diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 November.
Pertempuran Surabaya memupuk nasionalisme masyarakat daerah lain di Indonesia yang pada akhirnya menjadi inspirasi perlawanan bagi para pemuda supaya tidak lagi terjajah.
Dan tepat pada tanggal 16 Desember 1959, Presiden Soekarno menetapkan bahwa 10 November menjadi Hari Pahlawan Nasional yang diperingati hingga kini.
Halaman:

