80 Kata-Kata Mudik Lucu Bahasa Jawa yang Bikin Ngakak beserta Artinya
Apakah kamu sedang mencari kata-kata mudik lucu dalam bahasa Jawa yang dapat membuat perjalanan mudikmu menjadi lebih berwarna? Yuk, temukan contohnya di sini!
Mudik di negeri ini telah menjadi tradisi yang selalu dinantikan setiap tahunnya karena menjadi momentum untuk bertemu dengan keluarga dan sahabat di kampung halaman.
Supaya perjalanan mudik menjadi lebih menyenangkan beberapa orang sering menggunakan kata-kata mudik dalam bahasa Jawa agar perjalanan terasa lebih menyenangkan.
Nah, di artikel ini Mamikos akan mencoba memberikan beberapa rekomendasi kata-kata mudik lucu untuk membuat perjalanan ke kampung halaman menjadi lebih menyenangkan. 😉🤝
Daftar Isi
Kata-Kata Mudik Lucu Bahasa Jawa

Menuliskan kata-kata mudik dengan menggunakan bahasa Jawa terkadang membuat perjalanan mudik menjadi lebih berwarna.
Selain itu, pemilihan bahasa Jawa dilakukan karena saat ini bahasa Jawa masih termasuk bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di Indonesia.
Ada banyak kata-kata mudik yang bisa kamu tuliskan, tetapi kalau kamu terlalu sibuk untuk menemukan kata-kata mudik yang cocok dengan suasana hatimu, bisa jadi ada salah satu dari rekomendasi kata-kata mudik lucu bahasa Jawa dari Mamikos di bawah ini ada yang cocok untukmu.
Kata-Kata Mudik Lucu Bahasa Jawa 1 – 20
- Saaadoh-adohe anggenku lunga, aku tetep eling bali (Sejauh-jauhnya aku pergi, aku selalu ingat untuk pulang).
- Kasil ora kasil, ya pancet mudik (Sukses atau gagal, aku tetap mudik).
- Budhal golek sangu, mulih nglamar sliramu (Berangkat mencari modal, pulang melamar kamu).
- Mulih nggawa bandha, sliramu malah milih wong liya (Pulang membawa harta, kamu malah memilih orang lain).
- Senajan isih rodha loro nanging wong tuwa pancet nomor siji (Meskipun tetap roda dua, tetapi orang tua tetap nomor satu).
- Emak, dlondongmu mulih senajan mung ijenan (Ibu, anakmu pulang meski hanya seorang diri).
- Mbok ya aja takon kapan rabi, tinimbang tak slidhing (Jangan tanya kapan nikah, daripada kusleding)
- Sing sabar ya, yen ora sabar ngapa ora budhal wingi (Yang sabar, ya! Kalau tidak sabar kenapa tidak berangkat kemarin).
- Masiya ora sugih-sugih, tetep nekad mulih (Meski sampai sekarang belum kaya, aku tetap nekat mudik).
- Ora mulih kangen, mulih kok isin, ya pancet mudik lur (Tidak pulang rindu, pulang malu, ya tetap mudik, bro).
- Rasah banter-banter sing kok oyak wis rabi (Nggak perlu ngebut yang kamu kejar sudah nikah).
- Lakon menang keri (Pemain utama menangnya belakangan).
- Urip kurang rabi wae angele eram (Hidup hanya kurang nikah saja sulitnya bukan main).
- Ati-ati aspale atos, sing empuk kuwi roti (Hati-hati aspalnya keras, yang empuk itu roti)
- Kangen dekne (Kangen dirinya)
- Cicilane isih durung lunas aja diterak! (Cicilannya belum lunas jangan ditabrak)
- Taun wingi karo saiki pancet ijenan, banjur gandhengane kapan? (Tahun kemarin dan sekaran tetap sendirian, lalu gandengannya kapan?)
- Ora nggawa parcelan sing digawa mung kenangan (Tidak membawa parcelan yang dibawa hanya kenangan).
- Aja banter-banter eling karo sing ana ngomah (Jangan kebut-kebutan ingatlah dengan yang menunggu di rumah).
- Riyaya ora nyeni yen ora bali omah (Lebnaran tidak asik kalau tidak pulang ke rumah).
Kata-Kata Mudik Lucu Bahasa Jawa 21 – 40
- Urip ora mung mergawe wae, tilik wong tuwa larang regane (Hidup tidak hanya kerja melulu, menjenguk orang tua mahal harganya.
- Motor tuwa ora dadi ngapa sing penting ora nanggung cicilan (Motor tua tidak masalah yang penting tidak menanggung cicilan).
- Mudik motoran dhisik ora dadi ngapa, taun ngarep yen wis sugih arep tuku sing rodhane patang puluh patang (Mudik motoran dulu tidak jadi masalah, tahun depan kalau sudah kaya bakalan beli yang rodanya puluhan).
- Senajan ijenan sing penting nyaman (Tidak masalah sendirian yang penting merasa nyaman).
- Yen diomongke ala kara tangga mending mbudeg wae (Kalau dinyinyiri tetangga lebih baik pura-pura tidak mendengar saja).
- Riyaya iki mung bisa bali nggawa nyawa (Lebaran kali ini hanya bisa pulang membawa nyawa).
- Bala Ultraman kentekan daya, dadine baline numpak Supra (Sobat Ultraman kehabisan tenaga, sehingga baline numpak Supra).
- Jarene ora Supra ora cinta (Katanya tidak Supra tidak cinta).
- Sepurane durung bisa nggawa mantu, Bu. Mantumu isih dadi impenku (Maafkan belum bisa bawa menantu, Bu. Menantumu masih menjadi mimpiku).
- Mudik nomer siji, calon bojo pikir keri (Mudik nomor satu, calon istri pikir belakangan).
- THR taun iki kaya awakmu, Dik. Wis tak perjuangke, nanging sing duwe liyane (THR tahun ini seperti kamu, Dik. Sudah kuperjuangkanm tetapi orang lain yang memilikinya).
- Ora entuk THR ora dadi ngapa, sing penting bisa sambang wong tuwa (Tidak dapat THR tidak masalah, yang penting bisa menjenguk orang tua).
- Lebaran tanpa gandhengan ora dadi ngapa, sing penting bisa sungkem wong tuwa (Lebaran tidak punya gandengan tidak masalah, asalkan bisa sungkem kepada orang tua).
- Aja ngebeli wae, Lur! Yen ora sabar mabura! (Jangan klakson terus-terusan, Bro! Kalau tidak sabar terbang saja!)
- Arep bali menyang kampung halaman, nanging lali halaman pira (Ingin pulang kampung halaman, tetapi lupa halaman berapa).
- Aja banter-banter merga ora ana sing ngenteni (Jangan kebut-kebutan karena tidak ada yang menunggu).
- Aja cedhak-cedhak mengko ndak nyaman (Jangan terlalu dekat nanti nyaman).
- Lebaran iki isih kaya wingi dadi ora perlu takon kapan rabi (Lebaran tahun ini masih seperti kemarin. Jadi jangan bertanya kapan menikah).
- Gak sabar ya nyalipa! (Kalau nggak mau sabar silakan dahului saja).
- Anakmu mudhik, aja ditakoni kapan rabi, timbangane tak denda (Anakmu mudik, jangan ditanyakan kapan menikah, daripada kudenda).
Halaman:



