Advertisement
Source : nationalgeographic.grid.id

63 Kata-kata Tan Malaka yang Menginspirasi dan Penuh Makna, Relevan hingga Kini untuk Generasi Muda!

Pengin tahu kata-kata Tan Malaka yang menginspirasi dan penuh makna yang masih relevan sampai sekarang untuk generasi muda? Yuk, temukan jawabannya di sini!

24 Desember 2025 Zuly Kristanto

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Tan Malaka  memiliki nama asli Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Ia dilahirkan di Nagari Pandam gadang, Agam, Sumatera Utara pada 2 Juni 1897.

Sejak muda Tan Malaka termasuk sosok yang sangat haus akan ilmu pengetahuan. Pendidikan formalnya dimulai di Kweekschool voor Onderwijzers yang terletak di Bukit Tinggi.

Tan Muda merampungkan pendidikan dasarnya saat tahun 1913. Setelah lulus, Tan muda melanjutkan pendidikan ke Belanda untuk belajar di Rijkskweekschool Haarlem dari tahun 1913 sampai dengan 1919.

45 Kata-kata Motivasi Belajar Islami Singkat untuk Siswa, Bahasa Indonesia dan Inggris beserta Artinya

Saat berada di Belanda inilah Tan Malaka muda mendapatkan ide-ide komunisme dan sosialisme, utamanya setelah terjadinya revolusi Rusia di tahun 1917.

Kala menempuh pendidikan di Belanda inilah Tan Malaka akrab dengan buku-buku karya Vladimir Lenin, Engels, Karl Marx, dan Friedrich Engels.

Selain membaca banyak buku, Tan Malaka juga banyak berjejaring dengan tokoh-tokoh berpengaruh di masa itu. Hal inilah yang kemudian membuat Tan menjadi sosok yang revolusioner.

Salah satu yang membuatnya melegenda adalah pemikirannya yang paling terkenal adalah Indonesia harus merdeka seratus persen dan satu-satunya cara untuk bisa melakukannya adalah dengan revolusi total.

Banyaknya buku yang dibaca membuatnya pandai memilih kata-kata yang menginspirasi dalam semua karya-karyanya di kemudian hari.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda, Tan Malaka pulang ke tanah air untuk mengajar anak-anak buruh perkebunan tembakau yang berada di Deli, Sumatra Timur.

110 Quotes Harapan dan Semangat Baru yang Penuh Motivasi Singkat

Di sinilah mata Tan Malaka terbuka bahwa ketimpangan sosial yang begitu besar sedang terjadi. Ia merasa ketidakadilan tengah terjadi.

Perasaan inilah yang kemudian memunculkan sikap radikal dan kritis yang membuatnya banyak menulis artikel tentang ketimpangan sosial antara pekerja dengan pemilik perkebunan.

Kemudian di tahun 1924, Tan Malaka pindah ke Jawa Barat dan sempat menjadi anggota Volksraad selama satu tahun.

Selanjutnya Tan Malaka bergabung ke Sarekat Islam diminta untuk masuk ke Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ketika pindah ke Semarang, Tan mendirikan sebuah sekolah yang dinamai Sarekat Islam.

Kecakapan dan pengalamannya di luar negeri membuat karir politik Tan berkembang dengan begitu pesat dan hanya butuh satu tahun membuat dirinya dipercaya menjadi ketua PKI menggantikan Semaun.

Sosoknya yang keras dan idealis membuat Tan Malaka sering bersitegang dengan pemerintah Kolonial. Banyak pemikiran dan aktivitas Tan Malaka dianggap berbahaya bagi keberlangsungan pemerintah Kolonial.

Hal inilah yang kemudian membuat pemerintah kolonial menangkapnya dan membuangnya ke Kupang pada bulan Februari 1922.

Tidak berapa lama kemudian Tan Malaka dipindahkan lagi ke Belanda. Di masa pengasingan inilah Tan Malaka menjelma sosok yang ‘misterius’. Ia seolah agen rahasia yang memakai banyak identitas dan profesi untuk bisa berpindah dari satu negara ke negara lain.

Dalam beberapa catatan, disebutkan bahwa Tan Malaka memiliki nama samaran sebanyak 23 nama dan dia disebutkan pernah tinggal di Jepang, Singapura, Filipina. Tiongkok, Hongkong, dan masih banyak lainnya.

Kecerdikan dan kejeniusannya membuat banyak membantunya menjalankan misi samaran yang dilakukannya selama bertahun-tahun.

Selama menjalani masa pengasingan ini, Tan Malaka menulis banyak sekali buku. Beberapa di antaranya adalah Masa Aksi, Dari Penjara ke Penjara, dan masih banyak lainnya lagi.

Peran Tan Malaka dalam Perjuangan Indonesia

Sekitar tahun 1942 Tan Malaka pulang ke tanah air. Ketika kembali ke tanah air inilah Tan Malaka berjejaring dengan tokoh-tokoh penting pejuang baik dari golongan tua maupun muda.

Tan Malaka juga merupakan salah satu sosok yang meminta agar proklamasi kemerdekaan Indonesia untuk segera dilaksanakan.

Meskipun Indonesia sudah berhasil memproklamasikan diri sebagai negara merdeka pada 17 Agustus 1945, tetapi bagi Tan Malaka ini belum cukup.

Hal ini dikarenakan Tan Malaka menganggap bahwa Indonesia belum merdeka sepenuhnya. Ia ingin agar Indonesia bisa 100 persen.

Sikap keras yang dimiliki Tan Malaka yang ingin membuat Indonesia merdeka 100 persen tak ayal sering membuatnya sering bertentangan dengan kawan-kawan seperjuangannya.

Bahkan, sosok yang pertama kali mencetuskan ide tentang Republik Indonesia ini sempat ditangkap dan dipenjara oleh kawan seperjuangannya sendiri.

Halaman:

Advertisement