25 Cerita Fabel 1, 2, 3 Paragraf beserta Pesan Moralnya Lengkap
Jika kamu sedang mencari contoh-contoh cerita fabel yang menarik. Maka kamu harus membaca artikel berikut ini hingga selesai.
Contoh 6
Belalang dan Ikan Kecil
Belalang selalu merasa dirinya paling cepat melompat sehingga mengaku tidak membutuhkan teman. Suatu hari belalang terpeleset ke dalam sungai. Ia berusaha melompat tetapi arus terlalu deras. Seekor ikan kecil melihatnya dan segera mendorong belalang ke batu pinggir sungai.
Belalang sangat malu karena ia pernah sombong di depan ikan. Namun ikan kecil tidak marah dan tetap membantunya naik. Belalang pun menyadari bahwa kesombongan hanya membuatnya sendirian dan lemah, sementara teman yang baik justru dapat menyelamatkan hidupnya.
Pesan Moral
Hargai teman-temanmu karena merekalah yang ada saat kamu membutuhkan bantuan.
Contoh 7
Ular dan Burung Pipit
Ular merasa dirinya paling ditakuti di seluruh hutan. Ia sering mengganggu burung pipit hanya untuk menunjukkan kekuatannya. Suatu hari, ia tersangkut di akar pohon saat hendak mengganti kulit. Ia tidak bisa bergerak dan menjadi sasaran empuk predator lain.
Burung pipit yang pernah diganggunya justru datang menolong dengan mematuk akar-akar kecil hingga ular bisa bergerak. Ular malu dan berjanji mengubah sikapnya. Sejak saat itu ia menghargai makhluk lain dan tidak lagi menggunakan ketakutan sebagai cara berteman.
Pesan Moral
Kebaikan kecil dapat mengubah hati yang keras.
Contoh Cerita Fabel 3 Paragraf beserta Pesan Moralnya
Di bawah ini adalah contoh fabel 3 paragraf.
Contoh 1
Kepiting Terbang
Dahulu kala ada seekor kepiting yang sangat ingin terbang ke angkasa. Tentu hal ini mustahil baginya. Sebab, kepiting tidak memiliki sayap seperti burung. Suatu hari kepiting mendatangi bangau, sahabatnya. Kepiting meminta tolong supaya diajak terbang.
Permintaan kepiting hari itu dikabulkan bangau dengan catatan kepiting tidak boleh bicara selama di angkasa. Kepiting pun menyetujui. Bangau meminta supaya kepiting mencapit sebuah ranting. Setelah ranting tersebut dibawa bangau terbang ke angkasa.
Saat kepiting terbang di angkasa. Tiba-tiba ada dua ekor kelinci yang mengejek kepiting. Karena merasa marah. Kepiting lantas melepaskan capitannya dan berniat memukul dua ekor kelinci yang mengejeknya. Sayangnya, kepiting lupa kalau dirinya sedang di angkasa. Kepiting pun jatuh dan nyawanya tak terselamatkan.
Pesan Moral
Amarah yang tidak terkontrol kadang dapat membawa celaka bagi diri sendiri.
Contoh 2
Bangau Serakah
Dahulu kala ada peristiwa kekeringan yang hebat. Para ikan yang tinggal di telaga Madirda meminta tolong kepada bangau untuk dibawa pindah ke telaga lain yang masih dalam airnya. Bangau pun setuju. Satu per satu ikan dibawanya pergi.
Setelah semua ikan dipindahkan. Datanglah kepiting yang juga ingin dipindahkan. Bangau pun setuju. Saat berada di angkasa kepiting merasa ada yang janggal. Sebab, bangau tidak membawanya ke telaga yang masih dalam airnya, tetapi malah ke puncak bukit.
Begitu bangau mendarat. Perasaan kepiting semakin tidak enak. Sebab, di sana ia melihat banyak duri ikan berserakan. Pada waktu itu kepiting berpikir pasti bangau telah memakan ikan-ikan yang meminta tolong kepadanya. Sesaat sebelum bangau menyantapnya. Kepiting lebih dulu mencapit leher bangau hingga putus. Bangau pun akhirnya mati karena keserakahannya.
Pesan Moral
Keserakahan dapat membahayakan nyawa. Jangan mudah percaya kepada kebaikan orang lain. Sebab, ada kalanya kebaikan yang diberikan adalah sebuah cara untuk menyembunyikan kejahatan yang telah direncanakan.
Contoh 3
Harimau dan Kambing Gunung
Harimau sangat marah karena tidak berhasil menangkap kambing gunung. Ia merasa gagal sebagai raja hutan. Keesokan harinya ia kembali mencoba mengejar kambing gunung yang sedang makan bunga edelweis. Namun kambing gunung selalu bergerak lincah melewati tebing berbatu.
Harimau yang keras kepala memaksa mengejar hingga kakinya terperosok dan ia terguling menuruni lereng. Kambing gunung yang berada di atas tebing melihat harimau terjatuh kemudian memanggil teman-temannya untuk menolong. Dengan tali dari akar pohon, mereka menarik harimau sampai ke atas.
Harimau merasa malu dan bersyukur. Ia sadar bahwa keberanian tidak selalu berarti memaksa diri. Ia meminta maaf pada kambing gunung dan belajar bahwa kekuatan bukan alasan untuk menindas makhluk lain.
Pesan Moral
Kerendahan hati jauh lebih berharga daripada kekuatan.
Contoh 4
Anjing Laut dan Burung Camar
Anjing laut ingin sekali melihat dunia di luar teluk tempat ia tinggal. Ia meminta burung camar untuk mengajaknya terbang, tetapi camar berkata bahwa anjing laut tak bisa bertahan di udara. Suatu hari badai besar melanda, dan anjing laut terpisah dari kelompoknya.
Burung camar melihat anjing laut terombang-ambing dan segera memanggil kawanan camar lain untuk mengarahkannya ke pantai yang aman. Dengan mengikuti suara camar di udara, anjing laut menemukan tempat perlindungan. Tanpa burung camar, ia mungkin terseret arus lebih jauh.
Setelah badai berlalu, anjing laut menyadari bahwa walaupun dirinya tidak bisa terbang, ia tetap bisa menjelajah dengan caranya sendiri. Ia berterima kasih pada burung camar atas pertolongan dan persahabatan yang tulus.
Pesan Moral
Kita tidak perlu menjadi seperti orang lain untuk memiliki nilai dalam hidup.
Contoh 5
Tikus Hutan dan Kelelawar
Tikus hutan sering mengejek kelelawar karena tidur terbalik dan keluar hanya di malam hari. Ia merasa gaya hidupnya lebih normal dan lebih baik. Suatu hari tikus tersesat di gua ketika hujan turun deras. Kegelapan membuatnya panik.
Kelelawar mendengar suara tikus dan segera menghampirinya. Dengan kemampuan sonar, kelelawar memandu tikus keluar dari gua dengan aman. Tikus sangat berterima kasih, tetapi juga merasa malu karena pernah meremehkan kebiasaan kelelawar.
Sejak hari itu tikus belajar menghargai perbedaan. Ia paham bahwa setiap makhluk memiliki kelebihan yang unik dan berguna pada waktunya.
Pesan Moral
Perbedaan adalah kekuatan, bukan bahan untuk saling mengejek.
Demikianlah contoh cerita fabel singkat lengkap dengan pesan moralnya. Semoga contoh fabel ini dapat menginspirasimu untuk membuat cerita fabel yang lebih baik lagi.
Halaman:
